Berita Properti

Hampir 200 Pengembang Properti Jabar Gulung Tikar. Penyebabnya…

2 July 2018
pengembang gulung tikar

Bisnis perumahan kerap dilirik karena permintaannya yang disebut-sebut tak pernah turun. Itu sebabnya banyak orang yang berani menggarap bisnis ini dengan menjadi pengembang properti. Alih-alih mendapat “cuan”, banyak pengembang properti yang gulung tikar. Hal ini terjadi di Jawa Barat (Jabar).

Dilansir UrbanIndo dari properti.kompas.com, hampir 200 pengembang properti Jabar mengalami kebangkrutan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPD REI Jabar Joko Suranto pada Kompas beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, DPD REI Jabar mendata, ada sekitar 40% pengembang Jawa Barat yang gulung tikar dari total 490 yang ada.

Itu berarti, ada 196 atau hampir 200 pengembang properti yang memutuskan tak lagi beroperasi.

Baca Juga: Pengembang Bangkrut, Bagaimana Nasib Rumah dan Cicilan KPR?

Penyebab Pengembang Jabar Gulung Tikar

Lebih lanjut, Joko mengatakan bahwa para pengembang Jabar yang gulung tikar tersebut bergerak di sektor rumah murah dan subsisi alias hunian MBR.

Penyebab dari bangkrutnya mereka Joko sebut disebabkan oleh penjualan yang mengalami penurunan terus-menerus.

Baca Juga :  Status Tanah Berdasarkan Jenis Secara Fisik dan Sertifikat

Fenomena ini pun sudah terasa sejak tahun 2014, lebih tepatnya ketika sektor properti mulai mengalami perlambatan.

Hal tersebut pun terus berlangsung hingga Mei 2018.

Parahnya, penurunan di tahun 2018 Joko sebut lebih buruk dari tahun 2017.

Ia pun menyebutkan bahwa pengembang yang saat ini masih bertahan bisa ikut gulung tikar.

Baca Juga: 7 Alasan Bisnis Anda Akan Bangkrut di Tahun 2018. Harus Dihindari!

Penurunan Penjualan Hingga 40%

Joko memaparkan, sejak 2014 penurunan penjualan properti mengalami penurunan hingga 40%.

Menurutnya, dalam sebulan, para pengembang rumah di Jabar dapat menjual rumah sebanyak 10 unit per bulan.

“Kini, bisa menjual satu atau dua rumah saja sudah untung,” imbuhnya.

Salah satu contoh pengembang yang merasakan kemerosotan penjualan properti ialah PT Buana Kassiti.

Disebutkan bahwa pengembang ini telah mengalami penurunan penjuala hingga 45%.

Pada tahun 2017 lalu, PT Buana Kassiti yang menggarap perumahan di 11 kota dan kabupaten Jabar dapat menjual 5 hingga 10 unit rumah per bulannya.

Baca Juga :  Kuliah Sambil Kerja Seperti Rahmat NRP, Bikin Pusing. Berani Coba?

Sementara itu sejak awal tahun hingga Juni 2018, mereka tercatat hanya bisa menjual hingga dua unit per bulannya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

You Might Also Like