Rumah, Tips & Trik

3 Cara Simpel Atur Penyewa “Nakal”

9 November 2015

Menyewakan properti yang Anda miliki dapat menjadi cara tepat untuk menambah pundi-pundi dana Anda. Secara tidak langsung, mengontrakkan rumah, ruko, ataupun apartemen dapat menjadi pemasukan tepat yang nilainya cukup menggiurkan. Tidak mengherankan jika pada zaman sekarang, banyak orang berlomba membeli properti, kemudian menyewakannya secara bulanan maupun tahunan.

Namun, bukan berarti menyewakan properti Anda ke pihak tertentu tidak mengandung risiko. Tak jarang, risiko yang Anda raih dari penyewaan properti lebih besar dari keuntungan yang didapatkan. Apalagi, sering dijumpai para penyewa “nakal” yang membuat Anda harus menanggung kerugian dari penyewaan properti milik Anda sendiri. Para penyewa nakal ini bisa saja tidak membayar sewa properti Anda, tidak mau meninggalkan properti saat masa sewa telah berakhir, hingga mengubah ataupun tidak bertanggung jawab terhadap kerusakan yang dialami oleh properti yang Anda miliki.

Satu hal yang harus Anda miliki ketika memutuskan untuk mulai berbisnis di bidang penyewaan properti, yaitu keseriusan. Sama seperti bisnis lainnya, urusan dengan rekan bisnis, dalam hal ini penyewa, bisa jadi membuat Anda bangkrut seketika jika tidak diurus secara tepat. Bukan karena hanya berstatus “menyewa”, Anda bisa leluasa melonggarkan ketentuan-ketentuan yang ada dalam bisnis untuk properti Anda.

Dengan keseriusan, Anda dapat menggeluti bisnis penyewaan properti dengan lepas bernapas lega. Satu kunci utama dalam penyewaan ini, Anda harus dapat atur penyewa / tenant yang menempati properti Anda.

Berikut beberapa tips yang mungkin membantu Anda untu menangani dan atur penyewa nakal yang sering kali bisa membuat bisnis penyewaan properti Anda kewalahan.

Kenali Penyewa Anda

Tak kenal maka tak sayang, istilah ini cocok untuk memulai bisnis penyewaan properti Anda. Tentunya Anda akan berhubungan lama dengan penyewa. Sebab itu, Anda harus mengenal si penyewa dengan baik. Jalinlah hubungan akrab dengannya agar interaksi Anda, termasuk soal aturan penyewaan, menjadi lebih mudah.

Dengan mengenal Anda secara akrab, penyewa juga akan lebih segan jika ingin melakukan tindakan “nakal”, seperti menunggak sewa ataupun merusak properti. Dengan demikian, properti sekaligus buku tabungan Anda dapat diamankan. Mau tau tips untuk menjalin hubungan yang baik dengan penyewa Anda? Baca dulu di sini.

Buat Kesepakatan

Kesepakatan menjadi hal mutlak dalam bisnis apa pun, termasuk saat Anda memutuskan menyewakan properti Anda kepada pihak tertentu. Pastikan semua ketentuan yang Anda inginkan tidak ada yang terlewat untuk disampaikan kepada pihak penyewa.

Jika ada tidak membuat kesepakatan di awal penyewaan, Anda tidak bisa emosi jika pada akhir penyewaan, ditemukan sesuatu-sesuatu  yang tidak sesuai keinginan. Ketiadaan kesepakatan di awal akan membuat Anda menyesal saat penyewa Anda bertindak “nakal”.

Jangan Lupa Hitam di Atas Putih

Anda pernah mengingkari janji? Tentunya kemungkinan itu juga terjadi pada penyewa yang telah bersepakat dengan Anda mengenai properti yang akan ia gunakan. Guna menghindari hal tersebut, sebelum deal terhadap sebuah perjanjian sewa, buatlah dokumen penyewaan yang berisi aturan-aturan yang mesti disepakati kedua belah pihak.

Dengan dokumen bermeterai, penyewa “nakal” akan sulit menemukan celah untuk mengecoh Anda. Apabila ada kesepakatan yang dilanggar, Anda juga memiliki bukti kuat untuk melakukan gugatan. Dengan mencatat segala ketentuan, baik pemilik properti maupun penyewa akan merasa lebih nyaman sebenarnya.
Memang tidak setiap penyewa properti merupakan pihak “nakal” yang akan membuat kesulitan dalam usaha Anda, namun mengantisipasinya dengan tips-tips di atas tentu membuat Anda lebih leluasa dalam bisnis yang lumayan cair ini. Selamat berbisnis properti!

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2
Baca Juga :  Yuk Dekorasi Ulang Tempat Tidur Agar Gairah Dengan Pasangan Makin Yahud!

You Might Also Like