Berita, Berita Properti

5 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Kepemilikan Properti Bagi WNA

14 Oktober 2016
2 menit

Indonesia tidak hanya dihuni warga lokal, melainkan juga warga negara asing. Bukan hanya turis atau wisatawan, wna atau warga negara asing yang tinggal permanen untuk bekerja juga kian banyak kamu temukan di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung atau Bali.

Ga heran banyak pasar properti di Indonesia yang diminati warga negara asing ingin menetap dalam waktu yang cukup lama. Namun ada beberapa peraturan properti di Indonesia yang harus di taati warga negara asing tersebut.

Berikut adalah 5 hal yang perlu diketahui  tentang kepemilikan properti bagi WNA di Indonesia

WNA Dilarang Memiliki Properti di Indonesia

Saat ini WNA memang belum diperbolehkan mengantongi Hak Milik atas properti di Indonesia. WNA ini hanya dapat boleh memiliki hak paki untuk hunian jenis apartemen, dan rumah tapak.

Hal ini memang merupakan salah satu peruturan yang memang di tetapkan oleh pemerintah Indonesia dalam regulasi yang ditetapkan kepada warga negara asing.

Namun pemerintah terus merevisi aturan seputar kepemilikan properti oleh warga asing.

Peraturan pemerintah NO. 103 tahun 2015, merupakan salah satu pasal yang terus direvisi oleh pemerintah mengenai properti untuk warga negara asing.

Jika sebelumnya ekspatriat hanya diperbolehkan menempati properti selama 50 tahun, maka kini mereka boleh menempati properti selama 80 tahun.

Harga Properti di Indonesia

Banyak yang ingin memiliki properti di Indoensuia termasuk para warga negara asing karena harga properti Indoensia masih dibilang cukup murah, tak seperti harga properti di beberapa negara asing lainnya yang harganya sudah cukup tinggi.

Jika ingin membeli properti sebaiknya harus dilakukan sesegera mugkin karena berda beberapa tahun saja harga pasti sudah naik.

Ambil saja contohnya apartemen Kingland Avenue yang kini merupakan salah satu apartemen dengan harga terjangkau namun memiliki kualitas yang terbaik, hal ini pasti para warga negara asing banyak yang melirik Kingland Avenue yang berada di kawasan Alam Sutera.

Pasalnya, berdasarkan data konsultan properti Knight Frank Residential Research, Indonesia tercatat sebagai negara ke-13 yang memiliki kenaikan harga properti tertinggi di dunia.

Ya, kenaikan harga properti di Indonesia setiap tahunnya memang cukup tajam, terutama di Jakarta dan Bali, dengan rata-rata 9 persen.

Pilihan Tipe Hunian di Indonesia

Properti di Indonesia semakin beragam salah satunya banyaknya pertumbuhan apartemen dan juga rupah tapak di Indonesia.

Namun para warga asing ini memungkinkan banyak yang memilih tipe hunian Apartemen sebagai salah satu huniannya.

Karena para WNA ini memiliki mobilitas yang tinggi, serta memerlukan apartemen yang tak jauh dari pusat kota.

Saat ini, di kawasan-kawasan seperti Tangerang, Serpong, Bsd City, semakin banyak bermunculan akomodasi superblock berupa kawasan terpadu yang menawarkan gedung apartemen, mall dan pusat hiburan lainnya serta gedung perkantoran. Harga unit apartemen di kawasan terpadu ini umumnya lebih mahal dibandingkan apartemen biasa karena faktor kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan.

Membeli atau Menyewa Properti di Indonesia

Ada beberapa cara untuk membeli atau menyewa properti di Indonesia. Dapat melakukannya secara langsung atau dengan menghubungi pemilik maupun perantara yang ditunjuk; atau melalui agen properti profesional yang tergabung dalam perusahaan properti.

Pembeli properti di Indonesia pun dapat memilih cara pembayaran, mulai dari tunai keras di mana Anda menyelesaikan pembayaran dalam kurun satu bulan setelah transaski jual beli, tunai bertahap yang membutuhkan waktu sekitar 6-24 bulan atau dengan kredit di mana penyelesaian pembayaran biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama, misalnya 10-15 tahun.

Sementara, bagi penyewa properti, biasanya pemilik atau pengelola akan meminta uang sewa minimal hingga tiga bulan ke depan. Namun, tidak jarang bagi ekspatriat diwajibkan membayar sewa hingga satu tahun di muka.

Asuransi Properti

Berbeda dengan negara-negara lain, terutama di Amerika dan Eropa, belum banyak warga Indonesia yang menggunakan asuransi, termasuk asuransi properti untuk rumah atau apartemen mereka.

Meski demikian, sudah cukup banyak perusahaan asuransi yang menawarkan produk asuransi properti dengan manfaat yang beragam. Alhasil, para warga negara asing memerlukan asuransi properti dapat membeli produk-produk tersebut dengan mudah.

yap, itulah 5 hal yang perlu diketahui tentang kepemilikan properti bagi WNA di Indonesia, semoga bermanfaat

You Might Also Like