Berita Properti

5 Kesalahan Umum Pemilik Sewaan Baru yang Kerap Disepelakan

4 November 2015
Kesalahan Umum Pemilik Sewaan
2 menit

Menjalani kegiatan sebagai seorang pemilik sewaan (landlord) memang cukup membuat sibuk. Bila ingin serius dan sukses di bisnis sewa-menyewa ini, tentu Anda harus bisa bersikap profesional. Namun sayangnya banyak landlord yang masih saja melakukan beberapa kesalahan umum saat menjalani aktivitasnya sebagai pemilik sewaan yang baik. Hal ini terutama menimpa mereka para pemilik sewaan yang masih baru. Berikut beberapa kesalahan umum pemilik sewaan yang baru untuk Anda hindari.

Meremehkan Biaya Operasional

Kesalahan umum pemilik sewaan baru pertama adalah meremehkan beberapa biaya operasional. Biaya operasional yang bisa berupa biaya hipotek, pajak, asuransi, biaya pemeliharaan, biaya listik, air dan sebagainya.

Semua biaya operasional ini tentu saja tidak sedikit jika dijumlah keseluruhannya. Maka dari itu karena ini bisnis, sudah wajar jika Anda memasukkan komponen biaya operasional ini sebagai hitung-hitungan dalam bisnis sewa-menyewa.

Catatlah semua biaya operasional yang keluar dari kas Anda sendiri sebagai bahan untuk penetapan harga sewa atau dasar kenaikan harga sewa yang akan Anda berlakukan.

Tidak Memahami Aspek Hukum Sewa-Menyewa

Aspek hukum atau legalitas yang resikonya cukup besar tentu tidak bisa dipandang sebelah mata oleh para pemilik sewaan. Kebanyakan landlord yang baru seringkali melakukan kesalahan pada aspek ini. Hal ini terjadi karena mereka belum memiliki pengetahuan dan pemahaman yang mempuni tentang hukum yang mengatur sewa-menyewa.

Maka dari itu pelajarilah ketentuan hukum dan undang-undang yang mengatur bisnis sewa-menyewa di negara yang Anda tinggali. Ini penting untuk Anda karena dengan pengetahuan hukum yang kuat Anda akan merasa nyaman dan tenang untuk menjalani bisnis sewa-menyewa ini.

Tidak Melakukan Seleksi Penyewa Dengan Baik

Meskipun calon penyewa adalah seorang konsumen yang Anda butuhkan, namun ingat bahwa tidak semua konsumen atau penyewa yang bisa membuat bisnis Anda berkembang. Ini dikarenakan ada bermacam-macam tipe dan karakteristik seorang konsumen atau penyewa.

Ada konsumen atau penyewa yang baik yang mau bekerjasama namun ada juga konsumen atau penyewa yang buruk yang bisa menghambat atau bahkan meruntuhkan bisnis Anda. Maka dari itu seleksi penyewa merupakan hal yang mutlak dilakukan oleh semua pemilik sewaan terutama para landlord baru.

Jangan hanya melihat konsumen yang membawa uang kemudian lantas Anda memberikan begitu saja properti Anda untuk disewakan. Bagaimana jika nanti ternyata rumah yang Anda sewakan tersebut digunakan untuk hal-hal yang negatif seperti pembuatan narkoba atau tempat penimbunan barang yang dilarang negara?

Tentu hal itu akan merugikan Anda sebagai pemilik sewaan kan.

Tidak Berhasil Meyakinkan Penyewa Dalam Mengambil Asuransi Barang

Berikutnya, kesalahan umum yang juga seringkali dilakukan oleh para pemilik sewaan baru adalah kegagalan untuk meyakinkan penyewa mengambil asuransi barang. Asuransi barang memang tidak bersifat wajib, namun jenis asuransi ini akan sangat membantu penyewa untuk melindungi barang-barangnya dari resiko rusak atau hilang. Asuransi ini juga memang harus dibeli oleh penyewa karena asuransi rumah milik landlord tidak termasuk dan meliputi perlindungan barang di dalam rumah. Maka seharusnya Anda sebagai pemilik sewaan menganjurkan dan bisa meyakinkan pada pemilik sewaan agar mereka mau mengambil asuransi agar semua kerjasama sewa-menyewa ini berjalan dengan nyaman dan aman.

Membiarkan dan Meninggalkan Rumah Tanpa Pemantauan

Terakhir, kesalahan yang seringkali dilakukan oleh pemilik sewaan baru adalah membiarkan dan meninggalkan properti sewa tanpa adanya pemantauan.

Pemantauan terhadap properti sewa memang sangat penting untuk memastikan bahwa semuanya berjalan dengan baik-baik saja.

Hal-hal seperti penggunaan properti yang tidak Anda kehendaki memang butuh pemantauan secara teratur. Dengan adanya pemantauan yang rutin ini, Anda bisa meminimalisir hal-hal yang merugikan Anda.

Namun yang perlu Anda ingat bahwa dalam proses pematauan ini Anda tak bisa melakukannya terlalu sering atau berlebihan.

Kenapa? Karena hal ini bisa menganggu kenyamanan penyewa hingga akhirnya membuat mereka kecewa. Maka dari itu ambillah waktu pemantauan antara 2-3 minggu untuk tahap awal sewa dan 4-6 minggu pada masa-masa sewa selanjutnya.  

Sekarang Anda sudah mengetahui kesalahan umum pemilik sewaan baru yang sering terjadi, semoga Anda tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang sudah kami bahas dan menyesal ya! Semoga sukses!

You Might Also Like