Berita

5 Wilayah Paling Berkembang Pada Tahun 2016

4 Februari 2017
2 menit

Tidak dapat dipungkiri bahwa sektor properti di Indonesia selalu mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Selama tahun 2016 pun ada beberapa wilayah yang mengalami perkembangan properti sangat pesat. Wilayah apa saja?

Berdasarkan fitur Analisis Wilayah UrbanIndo, lima wilayah yang mengalami kenaikan properti paling tinggi, yaitu Jember 24,45%, Jakarta Timur 22,81%, Tangerang 19,47%, Bantul 17,02%, dan Batam 16,34%. Kenaikan tersebut tentunya sangat berkaitan dengan kenaikan dari masing-masing subsektor properti.

Dari kelima wilayah yang mengalami kenaikan tersebut, ada empat wilayah yang mengalami kenaikan signifikan pada subsektor tanah dan ada satu wilayah yang mengalami kenaikan signifikan pada subsektor rumah.

Keempat wilayah yang mengalami kenaikan pada sektor tanah terdiri dari Batam 79,08%, Tangerang 61,42%, Jember 56,23%, dan Bantul 16,10%. Selanjutnya, Jakarta Timur mengalami kenaikan pada subsektor rumah sebesar 28,90%.

Jember yang selalu dikenal dengan hasil pertanian dan perkebunan, kini semakin berkembang dan menarik perhatian para investor. Berdasarkan data yang dihimpun UrbanIndo, ada sebanyak 84,11% pencari properti lebih banyak yang mencari rumah. Selanjutnya, disusul oleh para pencari tanah, ruko, kost, vila, dan komersial.

Selanjutnya di posisi kedua ada Jakarta Timur yang telah disebutkan mengalami kenaikan pada subsektor rumah sebesar 22,81%. Subsektor lain pun mengalami kenaikan, yaitu apartemen 8,16% dan tanah 7,62%.

Di posisi ketiga ada Tangerang yang tidak diragukan lagi perkembangannya sebagai kota mandiri. Bukan hanya subsektor tanah, subsektor rumah juga mengalami kenaikan sebesar 12,52%. Meskipun demikian, ternyata apartemen mengalami penurunan sekitar 2,55%.

Selama tahun 2016, terdapat beberapa daerah di Tangerang yang menjadi incaran para pencari properti. Urutan daerah tersebut terdiri dari Kelapa Dua, Pagedangan, Cipondoh, Cikupa, Karawaci, Pinang, dan Cisauk.

Anda pasti setuju kalau potensi wisata mampu menjadi daya tarik Yogyakarta, termasuk Bantul yang merupakan salah satu daerah yang ada di dalamnya. Banyaknya tanah dan rumah di Bantul membuat subsektor ini menjadi faktor penunjang kenaikan yang utama.

Kisaran harga properti yang diminati ada pada angka Rp222 – 409 juta. Tipe properti yang dicari pun didominasi oleh rumah yang mencapai angka 78,01%. Selanjutnya, disusul oleh subsektor tanah, kost, ruko, komersial, vila, dan apartemen.

Lalu, siapa yang tidak tahu Batam? Salah satu tujuan wisata di Indonesia yang terletak di Kepulauan Riau ini ternyata terus mengalami perkembangan properti. Wilayah Batam yang berada di kepulauan membuat subsektor tanah mengalami kenaikan yang sangat tinggi.

Tidak perlu takut jika ingin berinvestasi properti di Batam. Berdasarkan data yang ada, masih banyak properti yang harganya berkisar Rp334 – 639 juta. Perkembangan properti yang cukup tinggi pun tentunya akan menguntungkan ketika memutuskan berinvestasi di kawasan wisata ini.

Tertarik berinvestasi properti pada tahun ini? Mungkin Anda bisa mencoba berinvestasi di lima wilayah tersebut. Mash ragu? Coba lihat riwayat perkembangan properti di wilayah lain melalui fitur Analisis Wilayah UrbanIndo!

You Might Also Like