Keuangan, Tips & Trik

6 Strategi Jitu Memilih KPR yang Tepat

4 Desember 2016
1 menit

Cara pembelian rumah atau apartemen dengan sistim KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) adalah cara yang paling lazim dilakukan dewasa ini. Apalagi, kalau kita menilik konsumen properti, segmen menengah adalah pasar yang paling besar. Ini berarti, mereka harus membagi pengeluaran mereka antara membeli properti dengan kebutuhan lainnya seperti kesehatan, sekolah anak dll. Untuk itulah sistim KPR adalah solusi yang tepat.

Namun, ternyata memilih KPR yang tepat itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tentunya semua bank mengklaim bahwa suku bunganya termurah. Agar tak salah pilih, berikut 6 strategi jitu memilih KPR.

1. Menyelidiki Bunga KPR

Besarnya bunga KPR akan mempengaruhi jumlah angsuran kamu setiap bulannya. Sebaiknya, pilih bank yang mematok bunga rendah (biasanya besarannya sekitar 3% di atas BI rate).

Namun jangan langsung tergoda ketika kamu tahu bunganya rendah. Pastikan kamu mengetahui cara perhitungan bunganya. Mintalah tabel cicilan bulanan kamu dan sistim suku bunga yang dipakai.

Umumnya, bank menetapkan bunga tetap (fixed state) selama beberapa tahun pertama dan setelah itu baru bunga mengambang (floating rate). Nah, kenaikan cicilan ini yang harus kamu ketahui.

2. Cermati Waktu Pengajuan KPR

Semua bank memiliki proses persetujuan KPR yang berbeda-beda. Ada yang waktunya lama dan ketat, ada pula yang cepat tapi longgar. Jika kamu tidak ingin kehilangan momen membeli properti idaman, jangan lupa perhatikan hal ini.

3.Berapa Jangka Waktu Kreditnya

Lazimnya, bank menawarkan tenor pinjaman KPR hingga 15 tahun bahkan ada yang 20 tahun. Tentu ini harus disesuaikan dengan kondisi finansial kamu. Semakin lama jangka waktu cicilan KPR, tentu semakin ringan uang yang harus kamu setorkan ke bank. Pun sebaliknya.

4. Cari Tahu Besarnya Plafon Kredit

Hal ini penting bagi kamu yang memiliki dana terbatas untuk down payment (DP). Setelan menemukan properti idaman, tanyakan berapa plafon yang diberikan oleh bank. Tentunya, saat ini, banyak bank yang menawarkan plafon yang berbeda-beda. Ada yang 80% atau mungkin ada yang lebih.

5. Menyiapkan Anggaran Pengajuan

Saat mengajukan KPR, banyak orang yang lupa bahwa ternyata mereka harus membayar biaya tambahan. Ada biaya pengecekan sertifikat, ada biaya notaris, ada bea balik nama dan biaya asuransi jiwa dan kerugian kredit. Agar tidak kaget, kamu harus anggarkan untuk baiya tersebut.

6. Jangan Lewatkan Momen Promosi

Jika kamu seorang investor, dan kamu memang sedang berburu properti yang bagus, sabarlah dan jangan terburu-buru. Kamu bisa menunggu akhir tahun, di mana banyak bank jor-joran dalam memberi promo cicilan dengan bunga yang menarik dan cicilan yang lebih ringan.

You Might Also Like