Testimoni

Ahmad Ferry: Terjun di Properti karena Tertarik Pesan Broadcast dari Teman

21 November 2016
3 menit

Sebagian dari Anda tentu pernah mendapatkan pesan broadcast dari teman yang berjualan sesuatu. Uniknya, hal inilah yang membuat Ahmad Ferry Wijaya tertarik untuk terjun di dunia properti. Bahkan kini sudah ada puluhan properti yang berhasil ia jual. Penasaran? Simak kisahnya dalam artikel ini!

Berawal dari Pesan Broadcast Teman

Ahmad Ferry Wijaya yang akrab disapa Ferry mengaku tertarik terjun dalam dunia properti berkat pesan broadcast mengenai penjualan rumah yang selalu ia dapatkan dari temannya. Ia mengaku lama-kelamaan jadi penasaran karena terlihat asyik dan ia memang memiliki dasar ilmu marketing.

Melihat teman sering broadcast jadi saya pikir kenapa tidak coba untuk menjual properti juga secara online. Saya yang punya basic marketing juga penasaran gimana caranya menjual yang nilainya lebih besar,” tuturnya.

Sejak saat itulah, sekitar dua tahun lalu, Ferry pun mulai menekuni profesi barunya sebagai agen properti. Ia pun meninggalkan pekerjaan lamanya yang bergerak dalam penjualan gadget online dan mulai fokus mendalami bidang properti.

“Saya terbiasa fokus terhadap suatu pekerjaan, sehingga dari awal langsung menjadikan profesi ini (agen properti) adi pekerjaan utama,” ujar Ferry dengan sangat mantap.

Lebih Menikmati Jadi Agen Independen

Sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi agen independen, Ferry pun pernah bergabung dengan dua perusahaan properti. Ini pun dilakukannya ketika masih belum memiliki pengetahuan apapun mengenai dunia properti.

Ferry pertama kali bergabung dengan perusahaan properti setelah ia bertanya pada temannya yang sering mengirimkan pesan broadcast. Meskipun demikian, ia hanya bergabung sekitar satu bulan lebih karena perusahaannya ‘goyang’.

“Awalnya saya nikmati gimana caranya mengantar orang yang lihat rumah, tapi saya di situ hanya sekitar satu setengah bulan karena perusahaannya goyang. Bayangkan saja mereka dalam satu tahun baru ada penjualan satu unit,” jelas Ferry.

Menyadari bahwa dirinya belum memiliki banyak ilmu terkait dunia properti, satu bulan kemudian Ferry pun bergabung dengan perusahaan lain yang ada di Jambi. Ternyata ia hanya bertahan sekitar satu bulan lebih dan memutuskan untuk menjadi agen independen sampai saat ini.

“Lebih enak independen karena kita yang atur waktunya sendiri. Kalau bekerja dengan perusahaan, saya merasa terkungkung dan memang karena komisi juga lebih besar independen,” ujarnya.

Situs Khusus Properti? Hanya Pakai UrbanIndo

Agen asal Jambi ini memang memiliki trik sendiri dalam memasarkan properti. Ia pun memaksimalkan promosi melalui media online, khususnya media sosial pribadi miliknya. “Saya mulai ciptakan brand dari Facebook, jadi wall saya diisi dengan berbagai properti yang dijual, bukan posting alay atau curhat,” tutur Ferry.

Bukan hanya itu, Ferry pun menggunakan berbagai situs untuk memasarkan properti. Khusus untuk situs jual beli properti, ia hanya menggunakan UrbanIndo yang diketahuinya dari tim marketing UrbanIndo. Setelah mendapatkan informasinya, ia pun langsung membuka dan mencoba beriklan karena gratis.

“Kalau website properti yang khusus sih memang hanya pakai UrbanIndo. Saya tidak pakai website properti lain karena berbayar. Meskipun berbayar ‘kan belum tentu juga dilihat orang,” ujarnya.

Diakui oleh Ferry bahwa di Jambi belum banyak yang mengenal UrbanIndo. Meskipun demikian, ia selalu memberikan link UrbanIndo miliknya ke para calon pembeli. Ia pun menjelaskan, “Sampai saat ini sih UrbanIndo bagus, hanya saja di Jambi belum banyak yang kenal tapi saya selalu memberikan link UrbanIndo saya ke mereka.” jelasnya

Trik Jual Properti Ala Ferry

Setiap agen properti tentu memiliki trik dalam memasarkan properti atau bersaing dengan agen properti lainnya. Hal ini juga yang dimiliki dan dilakukan oleh Ferry untuk membuat banyak yang percaya pada dirinya.

Langkah awal yang Ferry lakukan adalah dengan membuat brand bahwa kini ia adalah seorang agen properti. “Saya lakukan dengan memperbanyak iklan. Walau kurang bagus dan harganya juga mahal, tapi saya selalu perbanyak iklan untuk menciptakan brand,” ungkapnya.

Terkait cara mengiklankan properti di media online, Ferry selalu memerhatikan penggunaan judul, deksripsi, pemilihan gambar, dan juga harga. Tak jarang ia mencantumkan keterangan bahwa harga properti yang dijual masih bisa nego untuk menarik perhatian pembeli.

Usaha yang dilakukan oleh Ferry tak ada yang sia-sia. Buktinya saja kini ia sudah mulai bisa menguasai pasar. Sudah banyak juga orang, termasuk sesama agen properti yang menitipkaan propertinya untuk dipasarkan oleh Ferry.

Agen independen ini mengaku tidak masalah dengan persaingan agen di Jambi karena menurutnya agen properti di wilayahnya ini sudah mulai berkurang. Ferry pun tidak pernah memasarkan properti yang sudah diiklankan oleh agen lain.

“Saya pribadi kalau sudah ada rumah yang diiklankan walaupun dengan agen manapun, saya tidak akan ambil rumah itu. Kalau saya yang sudah mengiklankan duluan lalu ada agen lain yang mengiklankan, berarti soal rezeki saya serahkan saja pada Allah,” tuturnya.

Ingin menjadi agen properti sukses seperti Ahmad Ferry? Yuk, ambil makna dari kisahnya dan iklankan properti Anda di UrbanIndo!

You Might Also Like