Berita Ragam

Jika Benar, Berikut Ini 5 Alasan Kematian Naruto Layak Ditangisi Oleh Para Penggemar

3 menit

Kabar kematian Naruto Uzumaki di media sosial menjadi bahan perbincangan hebat seusai rilisnya komik Boruto chapter 51. Bahkan di twitter,  pembahasan mengenai kematian salah satu karakter paling populer di anime tersebut mencapai puluhan ribu tweet.

Spekulasi kematian Naruto merebak tak lama setelah komik atau manga Boruto chapter 51 rilis ke publik.

Manga Boruto sendiri adalah kelanjutan serial Naruto yang mengisahkan Boruto, putra pertama Naruto, menjadi seorang ninja.

Di dalam manga Boruto chapter 51 itu, ada satu adegan di mana Kurama—siluman ekor 9 yang berada di tubuh Naruto—melemparkan pertanyaan: “Apakah ia (Naruto) benar-benar berniat ingin mati?”

Adegan tersebut merujuk pada sebuah kekuatan rahasia yang jika dipakai, akan membunuh sang Hokega, Naruto Uzumaki.

Naruto terpaksa menggunakan jurus itu karena sudah terdesak dan demi menyelamatkan anaknya, Boruto serta Desa Konoha.

Tanpa ragu Naruto menjawab pertanyaan Kurama: “Aku sudah siap, bahkan semenjak aku memutuskan menjadi Hokage.”

Sejurus kemudian dalam salah satu adegan manga tersebut, Naruto sudah berubah bentuk dalam wujud jurus rahasianya.

Hal inilah yang membuat spekulasi kamatian Naruto mendengung hebat di media sosial.

Banyak warganet yang merasa sedih jika benar pada chapter Boruto selanjutnya Naruto akan mati.

Walau terkesan berlebihan dan kurang masuk akal menangisi kematian Naruto yang notebene adalah sosok tak nyata…

Akan tetapi, bagi penggemar serial manga dan  anime ‘Naruto’, sosok Naruto merupakan seorang yang layak ditangisi jika memang benar ia harus mati dan tak ada lagi di komik Boruto.

Lalu, apa saja alasan mengapa kematian Naruto layak ditangisi?

Berikut ulasannya!

5 Alasan Kematian Naruto Layak Ditangisi

1. Naruto adalah Teman Masa Kecil

naruto kecil

sumber: loop.co.id

Sejak dirilis sebagai serial manga pada tahun 1999 dan diadaptasi menjadi anime dua tahun selanjutnya di Jepang, Naruto sudah mencuri perhatian karena ceritanya yang menarik.

Tak berbeda jauh, di Indonesia, anime Naruto yang tayang perdana di TV pada tahun 2007 juga banyak dikagumi.

Naruto yang awal kemunculannya masih berusia anak-anak menjelma sebagai idola baru dan setiap hari nyaris menemani layar kaca Indonesia.

Tak heran, serial Naruto menjadi tontonan wajib anak-anak pada masa itu.

Seiring tahun, Naruto pun beranjak dewasa dan para penontonya juga demikian.

Karakter yang diciptakan oleh Masashi Kishimoto ini bagaikan teman masa kecil yang menemani tumbuh kembang penggemarnya.

Makanya, ketika mendengar kematian Naruto, banyak penggemar yang sudah berusia cukup dewasa merasa sedih dan terpukul

Hal ini lantaran Naruto sudah menjadi bagian dari masa kecil mereka.

2. Sosok Tak Kenal Menyerah

jurus naruto

sumber: idntimes.com

Naruto adalah karakter anime yang diceritakan sebagai anak yatim piatu.

Kehadiranya pun tak diingikan oleh sebagian penduduk desa Konoha karena di dalam tubuhnya bersemayam sosok rubah ekor 9 yang berbahaya.

Walau begitu, Naruto mempunyai ambisi besar, yakni ingin menjadi seorang Hokage.

Cita-citanya itu kerap ia lantangkan dalam berbagai kesempatan.

Keterbatasan yang dimiliki oleh Naruto tak membuatnya dia lemah serta menyerah.

Hal itulah yang membuat para penontonya begitu kagum karena perjuangan Naruto digambarkan begitu gigih.

Perjuangan Naruto tak sia-sia karena dalam akhir cerita serial ‘Naruto’, ia berhasil mewujudkan cita-citanya sebagai Hokage.

3. Sosok Setia Kawan dan Baik Hati

naruto sasuke sakura

sumber: ign.com

Alasan selanjutnya mengapa penggemar layak menangisi kematian Naruto karena ia adalah gambaran karakter yang setia kawan dan baik hati.

Naruto yang dijauhi dan kehadiarannya tak diinginkan dari awal tak punya teman.

Namun, di akademi ninja ia begitu peduli dan sangat setia kawan pada teman seperjuangannya.

Lambat laun banyak teman sebanyanya yange berbalik respect dengan kehadiran Naruto.

Pasalnya ia sangat loyal dan selalu mengedepankan persahabatan.

Bahkan ada quotes yang begitu melegenda dalam serial ini tentang makna persahabatan, begini kutipannya:

“Shinobi yang melanggar aturan memang disebut sampah, tetapi shinobi yang meninggalkan sahabatnya lebih rendah dari sampah.”

Terlebih dalam cerita, Naruto menjelma menjadi seorang ninja paling hebat dan sosok pahlawan pada perang ninja, sehingga ia kini sangat dihormati oleh semua orang.

4. Bermental Baja

naruto mati

sumber: totabuan.news

Walau banyak dijauhi dan di cap sebagia pembawa sial, Naruto tak menyerah begitu saja.

Ia sangat bersemangat, fokus dengan cita-cita dan terus melatih kemampuan ninjannya.

Hal inilah yang membikin sosok Naruto bermental baja dan layak dicontoh oleh para penggemar.

5. Dapat Mencapai Impian

naruto hokage

sumber: naruto.fandom.com

Banyak orang yang meragukan kemampuan Naruto karena saat kecil ia tak terlalu menonjol dan kalah saing dengan teman sebayanya, seperti Uciha Sasuke.

Namun, sosok Naruto digambarkan begitu percaya diri dan ambisius.

Berkat kerja keras dan ambisi besarnya itu, ia pun berhasil mewujudkan mimpinya tersebut.

Lima alasan inilah yang membuat para penggemar menangisi kematian Naruto.

Ia adalah sosok teman masa kecil yang menjadi panutan karena pekerja keras, setia kawan, dan mengajarkan arti penting cita-cita.

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Simak informasi menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Miliki rumah impian di kawasan Kota Bogor

Hanya di www.99.co/id!

Insan Fazrul

Junior Content Writer di 99.co Indonesia.
Follow Me:

Related Posts