Berita Ragam

Ini Alasan Kenapa Pendeta Kaya Kaya, Dapat Banyak dari Persembahan?

2 menit

Banyak orang menganggap profesi pendeta itu menguntungkan. Inilah beberapa alasan kenapa pendeta kaya kaya!

Pendeta adalah sebutan bagi pemimpin gereja dalam agama Kristen Protestan, di samping itu sebutan pastor digunakan pada agama Katolik.

Selain disebut pendeta, profesi ini juga sering disebut gembala.

Di tengah-tengah masyarakat, tak sedikit orang yang menganggap orang-orang yang menjalani profesi ini kaya raya.

Lantas, apakah benar pendeta kaya-kaya dan dari mana sumber kekayaan mereka?

Melansir dari kanal YouTube Kristen Toleran, berikut ini beberapa alasan kenapa pendeta kaya kaya… 

Alasan Kenapa Pendeta Kaya Kaya

pendeta gereja

sumber: gkiswjateng.com

1. Mendapatkan Gaji

Pendeta yang diangkat oleh majelis biasanya mendapatkan gaji bulanan atas pelayananya.

“Sebagai contoh misalnya ada satu GKJ di daerah Sragen, ia melayani tiga gereja itu gajinya Rp3 jutaan,” kata Setyawan Mth.

Meski demikian, gaji pendeta ini sebenarnya tergantung dari skala gerejanya.

Melansir dari berbagai sumber, pendeta yang melayani gereja besar mendapatkan gaji di kisaran Rp5,5 juta, gereja sedang Rp3-Rp4 juta, dan gereja kecil tidak sampai Rp3 juta.

2. Terlahir Sebagai Orang Kaya

Salah satu alasan kuat kenapa pendeta bisa kaya-raya adalah karena memang terlahir sebagai orang kaya.

“Meskipun gajinya sedikit, bisa juga mereka ada yang kaya karena sudah punya warisan dari orangtuanya,” ungkap Setyawan Mth.

3. Pengusaha

Selain memang terlahir dari keluarga yang kaya, seorang pendeta juga bisa kaya-raya karena mereka berprofesi sebagai pengusaha.




“Dia adalah seorang pengusaha, punya usaha banyak sekali, yang kemudian dia menerima pewahyuan dan memberikan waktu di hidupnya untuk melayani Tuhan,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa di gereja-gereja karismatik banyak pengusaha yang menjadi pendeta.

“Itulah sebabnya mereka kaya, bukan karena uang dari gereja, tetapi memang dia sudah punya uang sebelumnya.”

4. Persembahan

Pendeta juga bisa kaya ketika mereka melayani dari nol, merintis suatu gereja mulai dari jemaat yang sedikit.

“Kemudian karena pelayananya baik sekali, penyampaian firman Tuhannya jelas sekali, banyak orang semakin terberkati dan banyak umat Tuhan datang ke gerejanya. Gerejanya semakin besar, persembahan semakin banyak, dan dia kemudian mendapat penghasilan yang semakin besar. Ini juga terjadi.”

Di dalam tata gereja dari sinode masing-masing, mereka mengatur terkait keuangannya.

Pendeta tidak semena-mena mengatur uang semaunya, tapi ada persentasenya.

“Ketika jemaatnya sekian, persembahan sekian. Persentase sekian untuk gembala, sekian untuk pembangunan gereja … itu ada persentasenya.”

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kunjungi www.99.co/id dan rumah123.com untuk menemukan hunian impianmu dari sekarang.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Kunjungi dari sekarang dan temukan hunian favoritmu, salah satunya Griya Reja Residence!




Alya Zulfikar

Alya Zulfikar is a content writer at 99.co Indonesia. Since earning his degree in English Litertarute and Language from the Indonesia University of Education, Alya has spent years writing on various topics.

Related Posts