Gaya Hidup Kesehatan

Mengenal Penyakit Parkinson, dari Penyebab, Stadium hingga Pencegahan

3 menit

Jenis-jenis penyakit saraf sangatlah beragam, salah satunya penyakit parkinson. Penyakit ini memengaruhi bagian otak yang berfungsi mengoordinasikan gerakan tubuh. Perlu untuk kamu ketahui ciri dan apa penyebabnya.

Penyakit parkinson menyebabkan penderita kesulitan mengatur gerakan tubuhnya, termasuk saat berbicara, berjalan, dan menulis.

Dikutip berbagai sumber, ada faktor risiko yang memengaruhi penyakit ini, di antaranya:

– Usia dan Jenis Kelamin

Penyakit ini rentan menjangkit usia 60 tahun ke atas atau usia lanjut.

Jenis kelamin pria paling berisiko mengidap penyakit ini.

– Turunan

Memiliki kerabat dekat dengan penyakit ini akan meningkatkan risiko.

Namun, risiko ini terbilang kecil.

Kecuali pengidap memiliki banyak kerabat dalam keluarga dengan riwayat penyakit tersebut.

– Paparan Racun

Paparan herbisida dan pestisida juga diduga bisa    meningkatkan risiko penyakit parkinson.

Penjelasan Penyakit Parkinson

1. Penyebab Penyakit

Sebagian besar gejala yang berhubungan dengan penyakit ini disebabkan oleh kurangnya dopamin.

Ini karena hilangnya sel-sel penghasil dopamin di bagian substantia nigra.

Zat dopamin bertindak sebagai pembawa pesan antara dua area otak, yaitu substantia nigra dan corpus striatum, untuk menghasilkan gerakan yang halus dan terkendali.

Ketika jumlah dopamin terlalu rendah, komunikasi antara substantia nigra dancorpus striatum menjadi tidak efektif.

Akibatnya, gerakan tubuh pun menjadi terganggu.

Semakin besar tubuh kehilangan dopamin, maka semakin buruk gejala yang berhubungan dengan gerakan.

Secara umum, para ilmuwan menduga bahwa kehilangan dopamin disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan.

2. Gejala Penyakit

gejala orang terkena parkinson

Pada dasarnya, penyakit memiliki gejala-gejala primer, sepertii

  • Tremor pada saat istirahat (resting tremor)
  • Kekakuan atau rigiditas
  • Lamban dalam melakukan gerakan (bradikinesia)
  • Keseimbangan terganggu
  • Koordinasi tubuh yang terganggu

Selain itu, beberapa gejala sekunder di antaranya:

  • Kegelisahan
  • Depresi
  • Demensia

Baca Juga:

7 Bahaya Obesitas bagi Kesehatan | Mengancam lewat Banyak Penyakit Mematikan!

3. Stadium

Penyakit ini bisa memburuk secara bertahap seiring berjalannya waktu.

Ada 5 tingkatan atau stadium yang menyertai penyakit ini, yaitu:

  • Stadium 1

Pada stadium ini, gejala penyakit tergolong ringan dan tidak mengganggu aktivitas penderita.

  • Stadium 2

Jangka waktu perkembangan penyakit ini dari stadium 1 ke stadium 2 berbeda pada tiap penderita.

Ini dapat berlangsung dalam hitungan bulan atau tahun.

Pada tahap ini, gejala mulai terlihat.

  • Stadium 3

sakit parkinson

Penyakit  dengan stadium 3 ditandai dengan gejala yang makin jelas terlihat.

Gerak tubuh mulai melambat, dan mulai mengganggu aktivitas penderita.

  • Stadium 4

Pada tahap ini, penderita mulai kesulitan berdiri atau berjalan.

Gerak tubuh penderita akan semakin melambat, sehingga membutuhkan bantuan orang lain untuk menunjang aktivitasnya.

  • Stadium 5

Jika mencapai stadium 5, dapat membuat penderita sulit atau bahkan tidak bisa berdiri sama sekali.

Penderita juga dapat mengalami waham atau delusi dan halusinasi.

4. Metode Pengobatan

pengobatan penyakit parkinson

Ada beberapa metode penanganan penyakit parkinson.

Metode penanganan yang dilakukan bertujuan untuk meredakan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Metode pengobatan yang dapat dilakukan berupa terapi suportif, seperti fisioterapi.

Kemudian, penggunaan obat-obatan seperti antikolinergik dan levodopa.

Terakhir, prosedur bedah.

5. Pencegahan

Penyakit ini sebetulnya bisa dicegah.

Rajin berolahraga dan rutin mengonsumsi makanan kaya antioksidan dipercaya dapat mengurangi risiko penyakit ini.

Metode pencegahan penyakit ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan aerobik teratur dapat mengurangi risiko penyakit.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kafein yang ditemukan dalam kopi dan teh memiliki risiko lebih rendah untuk terserang penyakit ini.

Meskipun begitu, saat ini tidak ada bukti yang cukup untuk menyarankan konsumsi kafein untuk menurunkan risiko penyakit tersebut.

Selain itu, konsumsi teh hijau juga disinyalir mampu menurunkan risiko penyakit ini.

Baca Juga:

Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganan Penyakit Epilepsi di Rumah. Bahaya Jika Tidak Dirawat!

Sahabat 99, demikianlah penjelasan tentang penyakit parkinson yang perlu kamu ketahui.

Jangan lupa, ikuti terus artikel lainnya hanya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Kalau kamu seedang cari rumah murah, cek saja hanya di www.99.co/id

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts