Hukum

Mengenal Lebih Jauh Soal Rumah Khusus, Pernah Dengar?

28 Maret 2018
Apa-itu-Rumah-Khusus

Ada banyak jenis rumah yang ada di Indonesia dan salah satunya adalah rumah khusus.

Pernah mendengarnya?

Sebagian orang mungkin masih bertanya-tanya mengenai apa itu rumah khusus.

Anda juga belum tahu?

Nah, kali ini UrbanIndo akan membahasnya untuk Anda!

Apa Itu Rumah Khusus?

Sebelum membahas lebih jauh, tentu kita harus tahu apa yang dimaksud dengan rumah khusus.

Terkait hal ini, kita akan membahas berdasarkan:

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (UU No. 1 Tahun 2011).

Pada Pasal 1 Angka 11 dijelaskan bahwa:

“Rumah khusus adalah rumah yang diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan khusus.”

Masih dalam UU yang sama, dijelaskan juga bahwa rumah khusus disediakan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah.

Pembiayaannya berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara dan/atau anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Sayangnya, di dalam UU tersebut tak dijelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan kebutuhan khusus.

Penyediaan Rumah Khusus

Penasaran seperti apa rumah khusus?

Nah, untuk mendapatkan penjelasannya, kita beralih ke:

Baca Juga :  Tak Hanya IMB, Sertifikat Laik Fungsi Juga Wajib Dimiliki

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 20/PRT/M/2017 tentang Penyediaan Rumah Khusus (Permen PUPR No. 20 Tahun 2017).

Di dalam Pasal 1 Angka 2 dijelaskan bahwa:

“Penyediaan Rumah Khusus adalah pembangunan rumah khusus yang berbentuk rumah tunggal dan rumah deret dengan tipologi berupa rumah tapak atau rumah panggung serta prasarana, sarana, dan utilitas umum.”

Jika dilihat dari isi pasalnya, dapat diketahui bahwa rumah khusus sama seperti rumah lainnya yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lengkap.

Selanjutnya, dalam Pasal 5 pun dijelaskan bahwa luas lantai bangunan rumah khusus paling rendah 28 m² dan paling tinggi 45 m².

Penerima Rumah Khusus

Lalu, siapa saja yang berhak menerima rumah khusus?

Terkait hal ini, dijelaskan juga dalam Permen PUPR No. 20 Tahun 2017, tepatnya di dalam Pasal 9.

Di dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa ada beberapa kriteria masyarakat penerima rumah khusus.

Beberapa di antaranya adalah masyarakat yang:

  • Tinggal di perbatasan negara;
  • Tinggal di pesisir pantai dan berprofesi sebagai nelayan;
  • Korban bencana;
  • Tinggal di kawasan terpencil;
  • Terkena dampak pembangunan Pemerintah Pusat;
  • Pekerja industri, termasuk buruh;
  • Pekerja pariwisata yang ada di destinasi wisata;
  • Pindah melalui program transmigrasi;
  • Lansia, masyarakat miskin, penyandang disabilitas, yatim piatu, dan anak terlantar;
  • Pemuka adat atau agama, tinggal dalam kawasan cagar budaya, hingga petugas medis yang bekerja di wilayah pengolahan sumber daya alam.
Baca Juga :  AWAS! Denda Miliaran Rupiah Akibat Mencuri Listrik

Nah, itu dia penjelasan mengenai rumah khusus berdasarkan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Ingin tahu soal aturan hukum properti lainnya?

Anda bisa temukan beragam bahasannya di Blog UrbanIndo!

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

You Might Also Like