Berita Berita Properti

Mengenal Arsitektur Vernakular yang Orisinil. Termasuk Warisan Budaya, lho!

3 menit

Pernah mendengar arsitektur vernakular? Gaya yang seperti apa ya itu? Walaupun mungkin kurang dikenal, sebetulnya bentuk dari arsitektur ini sudah sering kamu lihat, lho. Bisa dibilang, bangunan dengan konsep ini merupakan warisan budaya.

Istilah vernakular memang asing bagi sejumlah kalangan, terutama mereka yang tidak berkecimpung di bidang arsitektur.

Padahal sebenarnya arsitektur ini bisa ditemukan dengan mudah di sekitar kita.

Misalnya saja rumah joglo, rumah gadang, dan rumah tradisional lainnya.

Ya, rumah-rumah tradisional merupakan hasil dari arsitektur vernakular Sahabat 99.

Apa Itu Arsitektur Vernakular?

Istilah vernakular berasal dari kata vernaculus dalam bahasa Latin, yang berarti “domestik, asli, pribumi”.

Serta dari Verna, yang berarti “budak pribumi” atau “budak rumah-lahir”.

Pada kajian arsitektur, istilah ini mengacu pada jenis arsitektur yang asli pada waktu atau tempat tertentu.

Maksudnya, arsitektur ini tidak diimpor atau didesain dari tempat lain.

Sebab gaya ini merepresentasikan arsitektur primitif atau asli, arsitektur adat, arsitektur leluhur, atau tradisonal.

arsitektur vernakular

Arsitektur vernakular paling sering digunakan untuk bangunan tempat tinggal.

Masyarakat setempat merancang hunian berdasarkan kebutuhan, ketersediaan bahan bangunan, dan mencerminkan tradisi mereka.

Secara lebih luas, vernakular dipahami sebagai teori arsitektur yang mempelajari struktur yang dibuat oleh masyarakat lokal tanpa intervensi dari arsitek profesional.

Oleh sebab itu, bangunan yang dibuat oleh arsitek profesional dengan meniru konsep tradisional tidak dihitung sebagai arsitektur vernakular.

Baca Juga:

7 Desain Masjid Terindah dengan Arsitektur Sangat Unik | Indonesia Juga Punya!

Latar Belakang Arsitektur Vernakular

Teori mengenai arsitektur vernakular telah ada sejak tahun 1800-an.

Ini menandakan, konsep vernakular bukanlah sebuah konsep baru, tetapi sudah ada sejak zaman dahulu.

Ide mengenai vernakularisme pada bangunan telah muncul dalam Bahasa Inggris sejak tahun 1600-an.

Sedangkan istilah arsitektur vernakular telah secara eksplisit digunakan sejak tahun 1818.

Konsep ini sangat terbuka dan komprehensif, sebab pengaplikasiannya dipengaruhi oleh berbagai hal.

Satu hal yang harus kamu ingat, arsitektur ini tidak dapat disamakan dengan arsitektur tradisional, meskipun ada hubungan di antara keduanya.

Frank Lloyd Wright menggambarkan arsitektur vernakular sebagai “bangunan masyarakat yang muncul untuk menanggapi kebutuhan yang ada, sesuai dengan lingkungan, dan dibangun oleh orang-orang yang mengetahui secara jelas kebutuhan yang diinginkan”.

Hal-Hal yang Membentuk Karakter Arsitektur Vernakular

Arsitektur vernakular dipengaruhi oleh berbagai aspek berbeda.

Mulai dari perilaku manusia hingga kondisi lingkungan, yang membuat bentuk bangunan menjadi berbeda-beda tergantung fungsinya.

Berikut beberapa hal yang membentuk karakter arsitektur ini:

1. Arsitektur yang Dipengaruhi oleh Iklim

Salah satu pengaruh paling besar adalah ikim dari daerah tempat bangunan tersebut dibuat.

Bangunan di iklim dingin biasanya lebih tertutup dengan jendela yang berukuran kecil atau sama sekali tidak ada.

Misalnya saja igloo, rumah milik orang eskimo yang tidak memiliki jendela.

Sebaliknya bangunan di iklim hangat cenderung dibangun dengan material yang ringan dan ukuran ventilasi yang besar.

Struktur bangunan pun bisa menjadi sangat kompleks akibat pengaruh iklim di suatu wilayah.

Struktur bangunan vernakular di wilayah Timur Tengah contohnya.

Sering kali bangunan di sana memiliki halaman di bagian tengah rumah dengan air mancur atau kolam untuk mendinginkan udara.

Hal-hal seperti ini tidak didesain khusus oleh seseorang apalagi arsitek, tetapi muncul akibat trial and error yang telah dirasakan oleh berbagai generasi.

Jauh sebelum adanya teori yang dapat menjelaskan bagaimana cara membuat bangunan.

2. Gaya Hidup dan Budaya Masyarakat

Selain iklim, gaya hidup masyarakat setempat juga akan memengaruhi bentuk bangunan.

Banyaknya anggota keluarga, cara membuat makanan, cara berinteraksi, dan kebiasaan lainnya akan sangat memengaruhi tata letak serta ukuran tempat tinggal.

Di Afrika Timur yang memiliki masyarakat poligami, terdapat tempat tinggal terpisah untuk istri yang berbeda.

Atau tempat tinggal terpisah untuk anak laki-laki yang sudah dewasa agar tidak satu rumah dengan anak perempuan.

Struktur pemisah ini mengatur interaksi sosial dan juga privasi dari tiap anggota keluarga.

Sebaliknya di Eropa Barat.

Struktur pemisah seperti ini dilakukan di dalam satu rumah, dengan membagi bangunan menjadi beberapa kamar terpisah.

Budaya juga memberikan pengaruh besar pada tampilan bangunan vernakular.

Penghuni atau masyarakat setempat biasanya sering menghiasi bangunan sesuai dengan adat dan kepercayaan lokal.

3. Material Bangunan dan Lingkungan Sekitar

arsitektur vernakular

Bangunan vernakular biasanya menggunakan material bangunan dari bahan-bahan yang bisa didapatkan dari lingkungan sekitarnya.

Daerah dengan banyak pohon biasanya menggunakan kayu sebagai material utamanya.

Sementara itu, daerah tanpa kayu akan menggunakan lumpur atau batu sebagai material bangunannya.

Di Jepang misalnya, mereka menggunakan bambu untuk membuat bangunan karena di sana bambu sangat berlimpah.

Contoh lain, rumah igloo masyarakat eskimo, yang dibangun dari balok-balok es.

Hal ini menunjukkan bahwa gaya vernakular sangat ramah lingkungan.

Baca Juga:

Melihat Isi Igloo, Rumah Orang Eskimo yang Mampu Menyimpan Panas

Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99.

Simak artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari properti untuk investasi masa depan?

Ingin tahu daftar rumah dijual di bandung dengan lokasi yang strategis?

Tunggu apalagi, segera kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts