Berita Berita Properti

Memahami Arti IPL Apartemen dan Cara Penghitungannya

3 menit

Sahabat 99, apakah kamu sudah memahami apa arti IPL apartemen dan cara penghitungannya?

Semakin banyak warga Jakarta yang memilih tinggal di hunian vertikal atau apartemen.

Selain lokasinya yang dekat dengan pusat aktivitas, tinggal di apartemen juga dirasa lebih praktis karena tidak membutuhkan perawatan sebanyak rumah konvensional.

Meski begitu, tinggal di apartemen membutuhkan sejumlah biaya bulanan yang harus dikeluarkan penghuni.

Memahami Arti IPL

Selain beban biaya listrik, air dan biaya angsuran (jika apartemen dibeli dengan cara dicicil), kamu juga harus memperhitungkan biaya IPL apartemen.

Nah, apa itu IPL?

IPL singkatan dari Iuran Pengelolaan Apartemen.

Berbeda dengan rumah tapak, gedung apartemen dikelola secara professional oleh badan pengelola.

Badan pengelola ini bertugas mengoperasionalkan seluruh fasilitas dan ketertiban umum di lingkungan apartemen.

Merekalah yang bertugas memelihara fasilitas bersama (misalnya taman) serta peralatan vital (seperti lift dan saluran air).

Biaya perawatan dan gaji para pengelola gedung bisa didapat dari IPL apartemen yang ditarik dari para pemilik maupun penghuni apartemen.

Dasar Hukum Tagihan IPL

Dasar hukum dari penarikan IPL apartemen antara lain tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2011 Tentang Rumah Susun dan Peraturan Pemerintah No. 4 Tahun 1988 Tentang Rumah Susun.

Di sana disebutkan bahwa pembiayaan pengelolaan benda, bagian dan tanah bersama dibebankan kepada pemilik atau penghuni.

Lantas, bagaimana cara menghitung besarnya IPL apartemen yang harus dibayarkan?

Setelah mengetahui arti IPL, mari kita ulas pembahasan yang satu ini.

Cara Menghitung IPL

arti IPL

Secara singkat, IPL pemilik atau penghuni apartemen bisa dihitung dengan rumus tarif dasar IPL dikalikan luas unit apartemen masing-masing.

Besarnya tarif dasar IPL apartemen ini ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun atau P3SRS dengan pemilik atau penghuni apartemen.

Sebelum menentukan besaran tarif IPL, P3SRS terlebih dulu harus tahu pendapatan apa saja yang diperoleh apartemen.

Umumnya, pendapatan apartemen didapat dari sewa ruang milik P3SRS seperti

  • ATM,
  • sewa pancang Base Transceiver Station (BTS), atau
  • pemasangan iklan di area komersial lingkungan apartemen.

Setelah mengetahui pendapatan-pendapatan apartemen, P3SRS kemudian merinci biaya-biaya rutin atau biaya operasional.

Baca Juga:

Apa Benar Tinggal di Apartemen Jauh Lebih Hemat? Ini Jawabannya!

Biaya tersebut meliputi, biaya karyawan, utilitas, listrik, asuransi, perawatan, dan sebagainya.

Semua biaya itu kemudian dikalkulasi.

Lalu, selisih antara pemasukan dan pengeluaran inilah yang nantinya dibebankan dan dibagi rata dengan luas dari unit masing-masing.

Misalnya, jika pemilik atau penghuni menempati unit sederhana, mungkin saja tarif dasar IPL adalah Rp10 ribu per meter persegi.

Namun, untuk unit yang lebih mewah, bisa jadi tarif dasar IPL mencapai Rp80 ribu per meter persegi.

Jika ada pendapatan di luar IPL, maka besarnya pendapatan itu akan mengurangi biaya IPL yang harus dibayarkan pemilik atau penghuni apartemen.

Karakteristik gedung, usia gedung serta jumlah unit juga dapat mempengaruhi besarnya IPL.

Gedung apartemen baru dengan beragam fasilitas tentunya memiliki beban IPL lebih tinggi dibandingkan gedung apartemen sederhana yang berusia belasan tahun.

Sebelum dikelola manajemen gedung, besaran IPL biasanya sudah ditetapkan oleh pengembang yang membangun apartemen.

Besaran tarif IPL yang harus dibayarkan penghuni dicantumkan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), misalnya Rp X per meter persegi.

Itulah dasar awal tarif IPL yang dijadikan acuan P3SRS.

Biaya yang Membesar

arti IPL

Namun, pada kenyataannya, biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar daripada yang sudah diputuskan.

Inflasi yang mengakibatkan naiknya harga material atau barang-barang untuk merawat gedung apartemen memaksa P3SRS melakukan penyesuaian tarif IPL apartemen.

Hal inilah yang kerap menimbulkan perdebatan antara penghuni dengan pengurus P3SRS.

Penetapan IPL apartemen biasanya mengacu pada anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) apartemen yang bersangkutan.

Pengurus P3SRS memiliki kewenangan menetapkan tarif IPL.

Namun, jika tarif IPL dinilai terlalu besar, kamu sebagai penghuni berhak mempertanyakannya kepada forum tertinggi, yaitu Rapat Umum Tahunan (RUTA).

Pada forum itu, kamu bisa mempertanyakan secara rinci perhitungan biaya dan pengelolaannya.

***

Baca Juga:

5 Tips Memaksimalkan Apartemen Studio untuk Tampilan Lebih Keren

Itulah beberapa hal yang harus dipahami mengenai arti IPL serta cara penghitungannya.

Semoga penjelasan di atas bermanfaat, Sahabat 99.

Simak informasi dan tulisan menarik seputar properti lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, temukan segala kebutuhan propertimu hanya di 99.co/id!

***IQB/TSS

Mukhammad Iqbal

An English Literature graduate. A bibliophile. A midnight gamer. A cinema enthusiast.
Follow Me:

Related Posts