Berita Berita Properti

As Built Drawing adalah Salah Satu Syarat Penerbitan SLF dalam Konstruksi Bangunan. Ini Penjelasan Selengkapnya!

3 menit

As built drawing adalah istilah yang wajib diketahui jika kamu ingin mengajukan penerbitan SLF. Yuk, cari tahu lebih lengkapnya di sini!

Dalam proyek pengerjaan konstruksi, kamu akan sering mendengar tentang as built drawing atau gambar rekaman akhir.

Namun, tidak semua mengetahui apa itu gambar rekaman akhir.

Singkatnya, as built drawing adalah gambar teknik hasil laporan hasil pekerjaan dari shop drawing.

Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Apa itu As Built Drawing?

pengertian as built drawing

sumber: cbd.cx

As built drawing adalah gambar teknis bangunan yang sesuai dengan kondisi bangunan di lapangan.

Gambar rekaman akhir ini telah mengadopsi semua perubahan yang selama proses pengerjaan konstruksi.

Artinya, setiap adanya perubahan dari desain aslinya harus memiliki gambar rekaman akhir dan melalui pengecekan oleh penyedia jasa konstruksi atau konsultan.

Tujuan Pembuatan Gambar Rekaman Akhir

Tujuan dari pembuatan gambar rekaman akhir dalam proyek pengerjaan konstruksi adalah sebagai berikut:

  • Merekam setiap perubahan yang dibuat selama proses pembangunan yang berbeda dari desain aslinya.
  • Memudahkan pekerjaan kontraktor pada saat situasi darurat.

Siapa yang Membuat As Built Drawing?

orang yang membuat as built drawing

Gambar rekaman akhir dibuat oleh arsitek atau konsultan yang mempunyai keahlian dan pengetahuan dalam bidang konstruksi.

Namun, pada kondisi tertentu, kontraktor kerap dilibatkan dalam pembuatan gambar rekaman akhir.

Dalam hal ini, kontraktor akan menambah mark-up perubahan pada gambar konstruksi akhir saat berada di lokasi proyek.

Nantinya, gambar tersebut akan digunakan oleh konsultan untuk menyusun gambar rekaman akhir dari proyek sudah selesai.

Gambar yang sudah selesai ini dapat digunakan untuk pengoperasian dan pemeliharaan gedung.

Ketentuan Gambar Rekaman Akhir

Ada beberapa ketentuan umum dalam menyusun konten pada gambar as built drawing.

Berikut adalah ketentuan gambarnya.

  1. Gambar rekaman akhir diperoleh dari shop drawing yang berisi perubahan selama proses pengerjaan konstruksi.
  2. Jika selama proses pengerjaan konstruksi yang dibangun tidak ada perubahan, shop drawing dapat digunakan sebagai gambar rekaman akhir.
  3. Gambar rekaman akhir wajib disusun secara lengkap dan jelas.

Kelengkapan Gambar Rekaman Akhir

gambar konstruksi sebuah bangunan

sumber: designingbuildings.co.uk

Seperti yang disinggung sebelumnya, as built drawing harus jelas dan lengkap.




Untuk itu, gambar rekaman akhir membutuhkan beberapa kelengkapan.

Inilah daftar kelengkapan dari gambarnya.

  1. Gambar nyata denah bangunan
  2. Gambar tampak bangunan dan material finishing-nya
  3. Gambar potongan bangunan
  4. Gambar denah atap, rangka, dan bahan penutup atap
  5. Gambar bukaan
  6. Bahan denah pola lantai, bahan penutup lantai beserta mereknya, ukuran serta kode cat, dan sub kontraktor yang mengerjakan proyek
  7. Gambar denah air bersih
  8. Gambar denah air kotor dan kotoran
  9. Gambar denah listrik yang biasanya dibuat oleh sub kontraktor yang menjelaskan alur distribusi listrik
  10. Gambar struktur bangunan yang didukung garansi produk, manual operation, nama-nama sub kontraktor, dan foto dokumentasi
  11. Gambar detail pendukung yang meliputi:
    • Gambar detail kamar mandi
    • Gambar detail plafond dan type cornice
    • Gambar detail dapur
    • Gambar detail fasad bangunan
    • Gambar detail void, balkon, railing tangga, dan pagar
    • Gambar detail bak kontrol dan septic tank.

As-Built Drawing sebagai Syarat Penerbitan SLF

Saat mengurus proses penerbitan SLF sebuah gedung, as built drawing adalah salah satu dokumen yang wajib dipersiapkan.

Selain gambar rekaman akhir, pemohon harus melampirkan beberapa dokumen pelaksanaan konstruksi lainnya.

Beberapa dokumen tersebut antara lain:

  • Surat Pernyataan Pemeriksaan Kelaikan Fungsi Bangunan Gedung,
  • Sertifikat persetujuan bangunan gedung (PBG),
  • bukti kepemilikan bangunan gedung,
  • dokumen status atas hak tanah, dan
  • permohonan penerbitan SLF yang ditujukan kepada pemerintah terkait.

Pemohon juga wajib mengikuti beberapa ketentuan yang telah ditetapkan.

Berikut ketentuannya:

  1. Bangunan gedung telah selesai pelaksanaan konstruksinya.
  2. Menyertakan lampiran dokumen pelaksanaan konstruksi
  3. Permohonan penerbitan SLF yang ditujukan kepada:
    • Pemerintah daerah; untuk bangunan gedung selain bangunan gedung fungsi khusus
    • Menteri Pekerjaan Umum; untuk bangunan gedung yang berada di wilayah DKI Jakarta
    • Gubernur; untuk bangunan gedung fungsi khusus di provinsi lainnya sebagai pelaksanaan tugas dekonsentrasi dari pemerintah pusat.

Perbedaan Shop Drawing dan As Built Drawing

Meski sama-sama termasuk gambar konstruksi, terdapat beberapa perbedaan antara shop drawing dan gambar rekaman akhir.

Berikut perbedaan keduanya.

Perbedaan Shop drawing As built drawing
Dasar pembuatan Mengacu pada gambar rencana yang dibuat sebelumnya oleh konsultan perencana. Mengacu pada gambar shop drawing yang telah disetujui konsultan pengawas.
Isi gambar Gambar detail dan menyeluruh. Gambar perbaikan dari gambar pelaksanaan yang ada.
Waktu pembuatan Sebelum proyek konstruksi dimulai. Setelah proyek konstruksi selesai.
Fungsi Sebagai pedoman pelaksanaan proyek konstruksi. Sebagai laporan hasil proyek konstruksi.

***

Semoga informasi seputar as built drawing di atas dapat memberikan manfaat untuk Sahabat 99.

Pantau terus artikel properti lainnya hanya di Berita 99.co Indonesia.

Jangan lupa cek 99.co/id dan rumah123.com untuk menemukan hunian idamanmu karena kami selalu #AdaBuatKamu.

Salah satu hunian ideal dengan harga terbaik hadir di Pagedangan, Tangerang, yakni The Zora.




Emier Abdul Fiqih P

Sering berselancar lewat akun @emierfqh di berbagai media sosial yang ada

Related Posts