Hukum

Mau Buat Bisnis Sarang Walet? Perhatikan Dulu Aturan Ini

20 Februari 2019
Bisnis Sarang Walet
2 menit

Ternak sarang walet disebut-sebut sangat menguntungkan. Membuat rumah walet pun kian mudah dilakukan. Makin banyak saja orang yang terjun dalam bisnis ini.

Khasiat Sarang Burung Walet

Kehadiran burung walet banyak ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, termasuk pula Indonesia.

Mengapa demikian?

Sebab burung walet hanya bisa tinggal di daerah dengan iklam tropis yang hangat.

Umumnya burung pemakan serangga ini bersarang di gua-gua atau tempat yang gelap dan lembap.

Sarang walet tersebut diketahui memiliki khasiat yang manjur untuk kesehatan tubuh, seperti:

  • Obat batuk
  • Mengobati kerusakan pada pembuluh darah
  • Mengobati sakit pada paru-paru
  • Menjadi sumber antioksidan yang tinggi
  • Suplemen mineral dan kekebalan tubuh
  • Bermanfaat untuk kulit dan kecantikan.

Harga Sarang Burung Walet

Sarang walet dengan khasiatnya tersebut dijual di pasaran dengan harga puluhan juta Rupiah per kilogramnya.

Wajar bila banyak orang yang ingin terjun menekuni bisnis sarang walet bukan?

Agar dapat beternak walet di kota, banyak orang membangun rumah walet atau gedung walet.

Rumah Walet

Bangunan yang dijadikan tempat ternak burung walet biasanya dibuat tinggi.

Tidak ada jendela besar, yang ada hanyalah lubang-lubang sebesar pipa paralon yang berjajar.

Di dalam rumah tersebut, terdapat struktur yang dibuat sedimikian rupa sehingga walet dapat bersarang.

Kehadiran burung walet yang diternak di perkotaan bisa jadi mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Maka dari itu, saat Anda akan memulai bisnis sarang walet, pahami dulu aturannya.

Tentunya ini dilakukan agar tidak terjadi protes warga dan membuat bisnis gulung tikar.

Aturan Mengenai Ternak & Bisnis Sarang Walet

Melansir situs hukumonline.com, hal-hal mengenai usaha peternakan diatur dalam Undang Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor  18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (UU 41/2014).

Definisi usaha peternakan sendiri diterangkan dalam Pasal 1 angka 16 UU 41/2014 yang berbunyi:

Usaha di bidang peternakan adalah kegiatan yang menghasilkan produk dan jasa yang menunjang usaha budi daya ternak.

Maka itu bisnis sarang walet pun dikategorikan sebagai usaha di bidang peternakan.

Sementara itu, berdasarkan Lampiran Keputusan Menteri Pertanian Nomor 404/Kpts/OT.210/6/2002 tentang Pedoman Perizinan dan Pendaftaran Usaha Peternakan Bagian I disebutkan bahwa, jenis usaha peternakan dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. perusahaan peternakanyang berskala besar
  2. peternakan rakyat yang berskala lebih kecil.

Baik membuat perusahaan peternakan maupun peternakan rakyat, keduanya harus mengantongi izin terlebih dulu. Hal ini diatur telah ditetapkan dalam Lampiran Kepmentan 404/2002, Bagian II angka 2 huruf a.

Bila tergolong sebagai perusahaan peternakan, berdasarkan lampiran Kepmentan 404/2002 maka wajib memiliki:

  • Persetujuan prinsip: mencakup IMB, Izin Tempat Usaha, hingga upaya pemantauan lingkungan
  • Izin usaha: disetujui bupati/walikota atau pejabat berwenang
  • Izin perluasan usaha peternakan

Jika tergolong peternakan rakyat, perlu mengurus Tanda Pendaftaran Peternakan Rakyat

-Lampiran Kepmentan 404/2002, Bagian V huruf b dan d

Bisnis Sarang Walet

Lampiran Kepmentan 404/2002 selengkapnya bisa Anda baca di sini.

***

Semoga ulasa mengenai perizinan bisnis sarang walet di atas dapat bermanfaat untuk Anda!

Jangan lupa untuk membaca ulasan lainnya seputar properti, rumah, investasi, hingga bisnis hanya di blog 99.co Indonesia.

You Might Also Like