Hukum

Wajib Tahu! Begini Aturan Pengibaran Bendera Merah Putih di Rumah saat Hari Kemerdekaan

3 menit

Sebagai warga negara, pasti kita ingin memasang bendera di rumah saat hari kemerdekaan. Namun sebelum memasangnya, perhatikan dahulu aturan pengibaran bendera merah putih, yuk!

Setiap tanggal 17 Agustus, warga negara Indonesia melakukan pengibaran bendera merah putih.

Tidak hanya di sekolah atau di kantor, banyak juga bendera yang dipasang di rumah.

Pemasangan dan pengibaran bendera merah putih pun tidak boleh asal, lo!

Pasalnya, ada aturan yang harus diterapkan.

Simak penjelasan aturan pengibaran bendera berikut ini, ya!

Aturan Pengibaran Bendera Merah Putih

bendera merah putih

1. Aturan Pengibaran Bendera Merah Putih di Indonesia

Bendera merah putih wajib dikibarkan pada hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pengibaran tersebut dilakukan untuk mengenang dan memberikan rasa hormat pada para pahlawan yang gugur memperjuangkan kemerdekaan.

Hal ini senada dengan hal yang tercantum dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan.

Lebih jelasnya, mari kita lihat Pasal 7 Ayat (3) berikut ini:

“Bendera Negara wajib dikibarkan pada setiap peringatan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia tanggal 17 Agustus oleh warga negara yang menguasai hak penggunaan rumah, gedung atau kantor, satuan pendidikan, transportasi umum, dan transportasi pribadi di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.”

Baca Juga:

5 Upacara 17 Agustus di Indonesia dengan Pilihan Lokasi yang Unik

2. Aturan Pengibaran Bendera Merah Putih bagi yang Tidak Mampu

Dapat dilihat dari Pasal 7 Ayat (3) bahwa semua warga negara yang memiliki rumah wajib untuk mengibarkan bendera pada peringatan hari Kemerdekaan yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus.

Lalu, bagaimana jika tidak memiliki bendera dan tidak bisa membelinya?

Masih dalam UU dan pasal yang sama, pada Ayat (4) dijelaskan bahwa:

“Dalam rangka pengibaran Bendera Negara di rumah sebagaimana dimaksud pada ayat (3), pemerintah daerah memberikan Bendera Negara kepada warga negara Indonesia yang tidak mampu.”

Sanksi Pidana Terkait Pengibaran Bendera

aturan pengibaran bendera merah putih

1. Sanksi Pidana Mengibarkan Bendera yang Rusak

Ada banyak aturan terkait pengibaran bendera merah putih yang benar dan tentunya tidak boleh sembarangan mengibarkan.

Dari sekian banyak aturan yang ada, terdapat beberapa aturan yang harus kamu perhatikan ketika akan mengibarkan bendera di rumah.

Jangan sampai kamu dengan sengaja mengibarkan bendera merah putih yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam!

Dalam Pasal 67, dijelaskan bahwa jika kondisi bendera yang dikibarkan seperti itu, maka akan dikenakan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp100.000.000 (seratus juta rupiah).

2. Sanksi Pidana bagi yang Merusak Bendera

Sanksi yang lebih tegas pun dibahas pada Pasal 66.

Tak tanggung-tanggung, hukumannya pun berupa pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000 (lima ratus juta rupiah).

Sanksi tersebut akan diberikan bagi setiap orang yang

  • merusak;
  • merobek;
  • menginjak-injak;
  • membakar; atau
  • melakukan perbuatan lain dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan bendera negara.

Berdasarkan sanksi-sanksi tersebut, dapat disimpulkan bahwa kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakan bendera merah putih.

Jangan sampai menyepelekan penggunaannya dan jangan sampai terjerat masalah hukum karena kesalahan dalam penggunaannya.

Waktu Pengibaran Bendera Merah Putih

Apakah bendera merah putih hanya dikibarkan saat hari Kemerdekaan?

Ternyata jawabannya tidak!

Selain dilakukan pada Hari Kemerdekaan Indonesia, sebenarnya mengibarkan bendera juga bisa dilakukan di waktu-waktu tertentu.

Pada Pasal 7 Ayat (5) secara jelas disebutkan:

“Selain pengibaran pada setiap tanggal 17 Agustus, Bendera Negara dikibarkan pada waktu peringatan hari-hari besar nasional atau peristiwa lain.”

Lebih jelasnya, mari kita lihat Penjelasan UU Nomor 24 Tahun 2009, khususnya Pasal 7 Ayat (5).

Dalam penjelasan ini, hari-hari besar nasional yang dimaksud terdiri dari:

  • Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei
  • Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei
  • Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober
  • Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober
  • Hari Pahlawan, 10 November

Selanjutnya adalah peristiwa lain yang memerlukan pengibaran bendera.

Periwistiwa lain yang dimaksud adalah peristiwa besar atau kejadian luar biasa yang dialami oleh bangsa Indonesia.

Misalnya adalah kunjungan Presiden atau Wakil Presiden ke daerah dan pada perayaan dirgahayu daerah.

Baca Juga:

Selamat Hari Konsumen Nasional. Cari Tahu Apa Saja Hak Konsumen Properti, yuk!

***

Jangan lupa mengibarkan bendera merah putih dan memerhatikan aturannya, ya!

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Sahabat 99!

Jangan lupa baca artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari perumahan di Jakarta Selatan, Bandung, Bali dan lokasi lainnya?

Pastikan hanya mencarinya di 99.co/id.

Nita Hidayati

Gagal jadi penyiar, perempuan banting setir jadi penulis konten
Follow Me:

Related Posts