Hukum

Awas! Punya Sawah Tidak Boleh Berlebihan

18 Mei 2016
2 menit

Urbanites punya sawah? Atau keluarga serta kerabat Anda ada yang punya sawah? Jika jawabannya ya, baca dan sebarkan artikel ini. Kenapa? Ternyata memiliki sawah atau tanah pertanian tidak boleh berlebihan, lho. Yuk, simak penjelasannya dalam artikel ini!

Pembatasan kepemilikan jumlah sawah dilakukan demi adanya keadilan. Hal ini tentunya terkait dengan fenomena banyaknya petani Indonesia yang merupakan buruh tani dan tidak memiliki sawah sendiri.

Luas Maksimum Kepemilikan Tanah

Terdapat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 56 Tahun 1960 tentang Penetapan Luas Tanah Pertanian. Di dalam pasal 1 dijelaskan bahwa luas maksimum kepemilikan tanah ditetapkan berdasarkan jumlah penduduk, luas daerah, dan faktor-faktor lainnya. Berikut rinciannya:Walaupun sudah ada peraturannya, ketentuan luas maksimum tidak berlaku pada beberapa kondisi. Apa saja? Pertama, pada tanah yang hak guna usaha atau hak lainnya didapatkan dari pemerintah dan sifatnya terbatas. Kedua, tanah yang dikuasai oleh badan hukum.

Apabila ada pihak perorangan yang memiliki tanah pertanian lebih dari luas yang telah ditentukan, maka wajib melapor kepada Kepala Agraria Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Hal ini pun dijelaskan pada pasal 3 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 56 Tahun 1960.

You Might Also Like