Berita Properti

Bagaimana Cara Mengecek Lisensi Agen Properti yang Benar?

13 Oktober 2015
lisensi agen properti
2 menit

Menjual rumah terkadang bukanlah hal yang mudah, sehingga banyak penjual rumah bahkan calon pembeli yang memanfaatkan bantuan jasa agen properti atau yang seringkali disebut broker properti di Indonesia. Kenali agen Anda sebelum melakukan kerja sama, sehingga tidak tertipu dengan cara mengecek lisensi agen properti tersebut!

Untuk dapat mengetahui kredibilitas seorang agen properti (broker), tentunya kita harus memahami terlebih dahulu mengenai apa itu agen properti, bagaimana cara bekerjanya, dan tipe agen properti yang dapat dipercaya untuk membantu para pemilik rumah memasarkan propertinya ke pembeli yang tepat. Selengkapnya, simak tipsnya berikut ini!

Agen Properti Tradisional vs Agen Properti Profesional

Cara membedakan antara agen properti tradisional dan profesional dapat dilihat melalui 2 aspek, yaitu tanggung jawab dan pengetahuannya. Agen properti tradisional umumnya tidak memiliki kantor dan lisensi agen properti sehingga sulit untuk dimintai pertanggungjawaban bila terjadi permasalahan hukum di kemudian hari.

Dari segi pengetahuan, agen properti tradisional tidak dapat diukur atau dipastikan karena tidak memiliki suatu standar pengetahuan hukum yang telah teruji. Hal ini berbeda dengan agen properti profesional yang biasanya memiliki kantor dan telah melewati proses serifikasi profesi agen properti.

Agen properti profesional biasanya memiliki sebuah lisensi yang untuk mendapatkannya harus melalui pelatihan-pelatihan mengenai pengetahuan dasar seluk beluk penjualan dan pembelian properti, termasuk aspek pengetahuan dasar-dasar hukum properti yang telah terstandarisasi oleh asosiasi properti yang menaungi segala aturan, sertifikasi, dan industri properti di suatu negara.

Khusus untuk agen properti profesional di Indonesia yang ingin mendapatkan sertifikasi profesional di bidang properti, dapat mengikuti program SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) yang diselenggarakan oleh AREBI atau Asosiasi Real Estate Broker Indonesia.

Sertifikasi Agen Properti Profesional

SKKNI merupakan sebuah kurikulum uji yang akan menjadi dasar pembuatan materi uji kompetensi yang dipakai oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dalam menguji profesionalitas para agen properti di Indonesia.

Kemudian, AREBI menunjuk sebuah LSP, sebuah lembaga di bawah BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) yang berlaku sebagai pihak yang mengeluarkan sertifikasi atau lisensi kelulusan bagi agen properti profesional.

Perlu diperhatikan, bahwa kewajiban sertifikasi ini tidak hanya berlaku untuk para agen properti profesional yang tergabung dalam sebuah perusahaan agen properti.

Agen properti perorangan pun wajib memiliki sertifikasi atau lisensi ini sebagai bukti komitmen dan kapasitas dalam menangani jual-beli ataupun sewa properti.

Ketentuan sertifikasi ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 33/M-DAG/PER/8/2008 tentang Perantara Perdagangan Properti.

Memang, peraturan ini baru ditetapkan tahun 2008, dan di lapangan masih banyak agen properti yang belum memiliki sertifikasi dalam operasionalnya, namun dengan adanya sertifikasi tentu uji profesionalitas dan etika sudah disesuaikan dengan ketentuan profesional SKKNI yang akan membantu agen properti lebih agar lebih terpercaya.

Dasar Hukum Sertifikasi Agen Properti

Ditilik secara hukum, pengertian agen properti atau disebut juga dengan perantara perdagangan properti berdasarkan Pasal 1 (3) Peraturan Menteri Perdagangan RI No. 33/M-DAG/PER/8/2008 Tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (“Permendag No. 33/2008”).

Disebutkan bahwa agen properti adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus di bidang properti yang dibuktikan dengan sertifikat yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi yang terakreditasi.

Broker properti di dalam melakukan pekerjaannya dapat bekerja sendiri atau dibawah naungan perusahaan perantara perdagangan properti.

Jadi, perlu digarisbawahi bahwa broker yang kita pilih wajib membuktikan dirinya sebagai broker yang qualified dengan menunjukan sertifikatnya.

Hal ini juga sejalan dengan SK Kementerian Perdagangan pada akhir tahun 2014 lalu, yang isinya mewajibkan bisnis broker properti yang memiliki standar nasional yang benar-benar bagus untuk melayani masyarakat.

Namun, di lapangan, karena peraturan ini masih baru, terkadang kita juga dapat menemui agen yang tidak punya sertifikat namun sudah memiliki pengalaman penjualan yang mumpuni.

Ke depannya, bukan tidak mungkin, semua agen wajib memiliki sertifikasi ini sebagai syarat kegiatan operasionalnya.

Semoga ulasan mengecek lisensi agen properti di atas dapat bermanfaat!

You Might Also Like