Berita

Jangan Biasakan Pakai Baju Kotor. Bisa-Bisa Kanker Kulit!

15 Juni 2019
bahaya baju kotor
3 menit

Baju kotor dipakai sekali dua kali masih tak apa, tapi bagaimana kalau terus-terusan dipakai karena alasan “masih terlihat bersih”? Ternyata faktanya mengerikan!

Okay, enggak usah bohong lagi, deh, kalau kita semua pasti sesekali sering memakai satu baju dalam dua atau tiga hari karena masih terlihat bersih, atau..

…entah itu karena alasan malas mencuci atau hemat pakaian.

Secara garis besar, sebenarnya tidak ada salahnya menghemat pakaian selagi masih terlihat bersih.

Akan tetapi, apabila dilihat dari segi kesehatan, hal ini ternyata sangat tidak dianjurkan karena berbagai macam bakteria yang hidup di baju kotor.

Bakteri seperti impetigo yang menggerayangi tempat dan barang-barang kotor dapat menyebabkan gatal-gatal dan ruam pada kulit.

Tidak hanya gatal-gatal saja, baju kotor juga ternyata dapat menjadi sumber penyakit lain.

Apa saja?

Yuk, kita teliti satu-satu!

Bahaya Baju Kotor: Risiko Penyakit

1. Infeksi Jamur

bahaya baju kotor

Mendengar kaya infeksi jamur pada kulit saja rasanya sudah gatal, ya?

Infeksi berbahaya ini adalah salah satu akibat dari penggunaan celana atau baju kotor secara terus menerus.

Bakteri-bakteri ganas seperti impetigo senang sekali hidup di tempat-tempat lembap.

Pakaian kotormu adalah sasaran yang tepat bagi mereka untuk berkembang biak.

Apabila tidak langsung di obati, tidak hanya rasa gatal pada kulit, namun luka garukan yang terpapar sinar matahari dalam jangka yang cukup lama dapat menyebabkan kanker kulit.

Rasa gatal pada kulit pun dapat menular ke orang lain apabila kita tidak hati-hati saat menggaruk satu area luka berjamur, lalu lanjut menyentuh teman atau keluargamu.

Jamur yang menempel pada kulit juga akan menyebabkan bau badan.

2. Infeksi Saluran Kencing

Selain gangguan jamur, tubuh manusia yang dihinggapi bakteri akibat baju kotor juga bisa terjangkit infeksi saluran kencing.

Salah satu kebiasaan buruk banyak orang adalah menumpuk baju kotor di satu sudut ruangan atau kursi dengan pakaian lainnya…

…sehingga bakteri pada baju pun dapat berpindah ke pakaian lainnya seperti celana.

Kalau sudah begini, tentu saja bakteri yang ada pada baju kotor akan menempel di celana yang kamu pakai sehari-hari.

Bakteri tersebut sedikit demi sedikit akan berpindah ke bagian tubuh kita yang memang lebih lembap, yaitu area kelamin.

Bakteri impetigo akan dengan mudah masuk ke dalam kemaluan dan mengakibatkan munculnya gejala-gejala infeksi saluran kencing seperti:

  • Gatal-gatal
  • Kemerahan
  • Rasa sakit atau perih yang tidak tertahankan.

Baca Juga:

13 Tips Mencuci Praktis. Baju Bersih dan Wangi, Mesin Cuci Juga Awet!

3. Kulit Berjerawat

bahaya baju kotor

Jerawat itu tidak cuma muncul pada wajah, lho, Sahabat 99!

Jerawat juga bisa tumbuh pada punggung, dada, bahkan lengan sekalipun!

Banyak hal yang dapat memicu pertumbuhan jerawat pada tubuh manusia, salah satu faktor utamanya adalah kotoran dan minyak yang menempel terlalu lama.

Minyak dan kotoran-kotoran ini akan meresap masuk ke dalam pori-pori kulit sehingga akhirnya akan menyebabkan jerawat.

Nah, apabila beberapa di antara kamu berpikir, “ah, cuma jerawat, seminggu juga hilang, kali!”

Kamu salah besar!

Memakai baju kotor terus menerus, bahkan setelah jerawat tumbuh di wajah atau badan, hanya akan memperparah kondisi kulitmu!

Jerawat yang muncul di kulit akan digerayangi dan ditumpuk oleh bakteri baru sehingga berubah menjadi ruam dengan rasa gatal dan panas yang tidak bisa diabaikan!

Masih mau pake baju kotor?

Cara Mencuci Baju Kotor Sampai Bebas Kuman dan Bakteri

Mencuci menggunakan deterjen saja tidak cukup untuk membunuh kuman dan bakteri pada baju kotor.

bahaya baju kotor

Berikut adalah cara-cara menghilangkan kuman di baju yang efektif.

1. Gunakan air panas

Sebelum dicuci, rendam dulu di dalam ember berisi air panas mendidih.

Biarkan selama beberapa menit, lalu langsung cuci.

Jangan tunggu air sampai dingin.

2. Tambah cairan antiseptik

Selain deterjen, tambahkan beberapa tetes cairan antiseptik ke dalam mesin cuci.

Apabila kamu mencuci baju menggunakan tangan, sediakan satu wadah khusus untuk campuran air dan antiseptik.

Celupkan baju ke dalam campuran tersebut sebelum digosok menggunakan deterjen.

3. Pisahkan baju dan celana kotor ketika mencuci

Celana, terutama yang berbahan jeans, membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicuci dibandingkan dengan baju biasa.

4. Jemur di bawah terik sinar matahari

Pakar kesehatan Philip Tierno dari New York University School of Medicine menyarankan semua orang untuk tidak menggunakan mesin pengering baju karena resiko kuman yang tinggi.

Menjemur baju dan celana di bawah terik sinar matahari akan membunuh kuman dan bakteri yang masih tertinggal dari proses mencuci.

Baca Juga:

4 Hal yang Harus Kamu Ketahui Soal Membersihkan Mesin Cuci

Semoga bermanfaat artikelnya ya, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan properti idaman di www.99.co/id

You Might Also Like