Berita Berita Properti

Proyek Bandara Dhoho di Kediri Ditargetkan Selesai Desember 2021. Intip Fasilitasnya, yuk!

2 menit

Pembangunan Bandara Dhoho di Kediri ditargetkan akan selesai tahun depan, tepatnya pada Desember 2021. Mau tahu seberapa besar kapasitas dan apa saja fasilitasnya? Intip di artikel ini!

Sebagai mitra pembangunan Bandara Dhoho, PT Angkasa Pura I (AP I) bersama PT Gudang Garam Tbk (GGRM) telah melakukan penandatanganan nota kesepakatan (MoU).

MoU itu terkait rencana kerja sama pengelolaan bandara di Kediri tersebut.

Tiga Direksi AP I pun telah melakukan kunjungan ke proyek pembangunan Bandara Dhoho Kediri pada Kamis (10/10/2020).

Adapun tiga Direksi Angkasa Pura Airports tersebut yaitu Direktur Utama Faik Fahmi, Direktur Teknik Lukman F. Laisa, dan Direktur Pengembangan Usaha Dendi T. Danianto.

“Kami sengaja berkunjung dan melihat secara langsung pembangunan proyek Bandara Dhoho Kediri  sebagai bentuk dukungan Angkasa Pura Airports sebagai mitra operator Bandara Dhoho,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi yang dilansir dari laman ap1.co.id.

Proyek Bandara Dhoho di Kediri

Bagian dari Multi-Airport System

Kunjungan proyek

Kunjungan proyek | Sumber: ap1.co.id

AP I mendukung pembangunan bandara baru ini sebagai bagian dari sistem multi-bandara ( multi-airport system) di wilayah Jawa Timur untuk melayani pertumbuhan lalu lintas penumpang (passenger traffic).

Nantinya, AP I akan bertindak sebagai mitra operator bandara yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) itu.

Bandara Dhoho juga dapat dikembangkan menjadi pusat kargo udara di wilayah Jawa Timur.

Bandara Kediri direncanakan menjadi gerbang alternatif menuju Jawa Timur selain Bandara Juanda, Surabaya.

Pada tahun 2019, AP I mencatat Bandara Juanda melayani lebih dari 16,6 juta penumpang dengan lalu lintas pesawat mencapai 129.000 pergerakan pesawat dan kargo mencapai 88,4 juta kilogram.

Kapasitas & Fasilitas Bandara Dhoho

Pada tahap awal, bandara di Kediri ini direncanakan akan dibangun seluas 13.558 meter persegi dari luas total lahan bandara 321 hektare.

Bandara ini memiliki kapasitas 1,5-2,5 juta penumpang per tahun, dengan dimensi runway 3.300 meter x 45 meter.

Bandara ini dapat menampung 8 pergerakan pesawat pada pada jam sibuk dan dapat menjadi alternatif ketika terdapat obstacles di bandara-bandara di Jawa Timur.

Faik menambahkan, pembangunan bandara di Kediri ini sangat potensial karena dapat menjadi alternatif penerbangan setelah Bandara Juanda di Jawa Timur.

“Maka seiring dengan perkembangan dan potensi tersebut, bandara di Kediri ini dapat menjadi alternatif bandara yang akan dapat menjadi gerbang kedua di wilayah Jawa Timur, terutama dapat membuka area ke wilayah Tulung Agung, Blitar, Ponorogo, Trenggalek, Madiun, Magetan, dan lain lain,” jelasnya.

Untuk membangun bandara di Kediri ini, PT Gudang Garam Tbk sebagai mitra pembangunan harus menggelontorkan dana hingga Rp9 triliun.

Pendanaan pembangunan tersebut berasal dari internal kas perusahaan.

***

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Sahabat 99!

Baca juga artikel menarik dan terbaru lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Ingin miliki rumah masa depan seperti di Galuh Mas Karawang?

Pastikan hanya mencari di 99.co/id, ya!

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves Scandinavian design
Follow Me:

Related Posts