Berita

Deretan Fakta Banjir Terparah di Jakarta dari Tahun ke Tahun

4 Januari 2020
banjir terparah di jakarta
3 menit

Sepertinya Kota Jakarta dan beberapa daerah di sekitarnya tak pernah lepas dari kepungan banjir dalam sejarah. Inilah deretan cerita banjir terparah di Jakarta dari tahun ke tahun.

Pada Rabu (1/1/2020), hujan deras terus mengguyur kawasan Bogor, Bekasi, Tangerang, dan beberapa daerah lainnya.

Kondisi ini pun memicu banjir di sejumlah wilayah Jakarta.

Nyatanya, dari tahun ke tahun masalah banjir belum juga terselesaikan oleh pemerintah.

Berikut beberapa peristiwa banjir terparah di Jakarta yang dirangkum oleh tim 99.co.

5 Fakta Banjir Terparah di Jakarta

1. Tahun 2002

banjir terparah di jakarta

Pada tanggal 27 Januari – 1 Februari 2002 banjir terbesar di Jakarta merusak ribuan rumah warga.

Banjir membuat 42 kecamatan terendam dengan luas genangan 16.041 hektare atau 24,25 persen kota Jakarta.

Menurut data BPPD DKI, ada sejumlah tanggul air yang jebol.

Hal ini pun bahkan menimbulkan peristiwa kelaparan.

Pasalnya lumbung pangan berkapasitas 2,5 ton terus terus berkurang.

2. Tahun 2007

banjir terparah di jakarta

sumber: kompas.com/lasti kurnia

Pada 2-4 Februari 2007 banjir menggenangi kota Jakarta.

Banjir terparah di Jakarta ini menggenangi sekitar 60 persen wilayah.

Akibatnya 150.000 jiwa mengungsi, 1379 gardu induk terganggu, dan 420.00 pelanggan listrik terganggu.

Selain sistem drainase yang buruk, banjir pada 2007 ini timbul akibat hujan lebat yang berlangsung sejak sore 1 Februari hingga keesokan harinya tanggal 2 Februari.

3. Tahun 2013

banjir terparah di jakarta

Selanjutnya, banjir di tahun 2013 seakan menjadi ‘hadiah’ sekaligus ujian untuk pasangan Gubernur DKI Jakarta masa Jokowi dan Basuki Tjahaya Purnama.

Penyebab utama banjir terparah di Jakarta ini adalah tingkat curah hujan tinggi serta jebolnya beberapa tanggul.

Di antaranya, Kanal Banjir Barat di Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ada 16.167 warga mengungsi.

Sementara itu ada 41 orang tewas akibat tersengat listrik, hanyut, dan sakit.

Kerugian akibat banjir ini mencapai Rp20 triliun.

Hal yang menjadi pusat perhatian, kawasan Bundaran Hotel Indonesia yang tahun-tahun sebelumnya aman pun terkena banjir.

Tidak kalah hebohnya, kompleks Istana Presiden pun kebanjiran setinggi lutut orang dewasa.

Baca Juga:

7 Cara Tepat Menangani & Membersihkan Rumah Kebanjiran

4. Tahun 2015

banjir terparah di jakarta

Foto: Abdullah Azzam/JIBI/Bisnis

Sebanyak 52 titik di lima wilayah Jakarta terendam banjir di tahun 2015.

Salah satu peristiwa banjir terparah di Jakarta ini menggenangi kawasan Kampung Melayu, Bidara Cina, Kelapa Gading, Mangga Dua, dan Grogol.

Selain itu, alat transportasi umum seperti KA Commuter Jabodetabek terhambar karena genangan air melanda Stasiun Jakarta Kota, Sudirman, dan Kampung Bandan.

Kerugian ekonomi pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp15 juta triliun.

5. Tahun 2020

Abdullah-AzzamJIBIBisnis.jpg

Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/wsj

Selepas malam pergantian tahun 2020, DKI Jakarta dan sekitarnya langsung dirundung bencana.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG di Landasan Udara TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma (Jakarta Timur), curah hujan Rabu (1/1/2020) mencapai 377 milimeter hingga paling besar 335 milimeter.

Angka ini merupakan curah hujan tertinggi yang menerpa Jakarta.

Akibatnya, banjir melumpuhkan permukiman penduduk hingga ruas jalan yang terendam banjir mulai dari ketinggian 30 cm hingga ratusan sentimeter.

Banjir terparah di Jakarta ini juga menutupi jalan-jalan protokol Jakarta.

Beberapa di antaranya ialah Simpang Cempaka Mas, Jakarta Pusat, Jalan S. Parman, Jalan Rasuna Said, Jalan Gatoto Subroto, Jakarta Selata, Jalan Pemuda Rawamangun, dan Jakarta Timur.

Tak hanya itu, banjir juga turut menggenangi wilayah Jabodetabek lainnya, seperti Summarecon Bekasi dan sekitarnya hingga ke ruas jalan tol menuju Bekasi.

Sejumlah transportasi umum mulai dari Transjakarta, KRL, hingga penerbangan di bandara Halim Perdanakusuma juga terpaksa dibatalkan akibat rendaman banjir.

Parahnya, penduduk yang terkena banjir maupun yang tidak terkena pemadaman listrik yang dimatikan oleh pihak PLN demi faktor keselamatan warga.

Berdasarkan rilis media yang diedarkan PLN mereka memadamkan listrik di 724 wilayah Jakarta yang mengalami banjir.

Wilayah tersebut meliputi Karet Pasar Baru Barat dan sekitarnya, Kedoya Utara, Tanjung Duren, Pancoran, Pejaten Timur, Jati Petamburan, Perum Billy Moon Pondok Kelapa, Jalan Kebon Jeruk Raya, dan Kompleks Jatibening.

Baca Juga:

7 Langkah Ampuh Mencegah Penyakit Akibat Banjir yang Mengintai

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Baca terus informasi-informasi menarik seputar properti dan hunian di Blog 99.co Indonesia.

Tertarik mulai investasi masa depan? Cari saja lewat 99.co/id.

You Might Also Like