Berita Ragam

Warga Geram Bantuan PKH Diberikan Pada Rumah Mewah. Salah Siapa?

2 menit

Sebuah berita tentang pemberian bantuan PKH tidak tepat sasaran viral di media sosial dan membuat banyak warga serta netizen geram.

Beberapa waktu lalu, sebuah foto rumah mewah di Jawa Tengah beredar di dunia maya karena dikabarkan mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Rumah yang diketahui berlokasi di Desa Ciputih, Kecamatan Salem, Brebes tersebut dibangun dua tingkat dengan eksterior yang terlihat mahal dan mewah.

sumber: batam.tribunnews.com

Program Keluarga Harapan sendiri adalah program bantuan pemerintah dalam bentuk non tunai yang dikhususkan untuk Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM).

Adapun, penerima PKH menurut peraturan Kemensos adalah anak sekolah, ibu hamil, anak usia dini, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.

Lalu, apa alasan dibalik pembagian bantuan PKH untuk rumah mewah tersebut?

Simak berita selengkapnya di bawah ini.

Bantuan PKH Diberikan Pada Rumah Mewah, Pemilik Mengundurkan Diri

bantuan pkh

Berita yang beredar di media sosial tentang rumah mewah yang mendapatkan bantuan PKH bukanlah hoaks belaka.

Kabar ini telah dikonfirmasi oleh Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Salem, Abdul Latif.

Menurut Abdul, rumah tersebut memang benar mendapatkan PKH karena dicap “keluarga miskin”.

Baca Juga:

Penjualan Rumah Subsidi Turun Drastis, Pengembang Harapkan Bantuan Tambahan dari Pemerintah

Pada awalnya, pemilik rumah menerima bantuan dengan sukarela, tetapi setelah beritanya viral di media, ia langsung mengundurkan diri.

“Setelah viral mungkin mereka merasa malu. Kemudian enggak jadi dan mengundurkan diri,” ungkap Abdul Latif kepada tribunjateng.com, Minggu (3/5/2020).

Setelah dicibir banyak orang, pemilik rumah akhirnya angkat bicara.

Kabarnya, rumah yang ia tinggali dibangun menggunakan uang iuran dengan anggota keluarga lainnya.

Abdul Latif pun membenarkan kabar keadaan rumah mewah yang lebih kecil dan sedikit kumuh dua tahun lalu.

Jangankan dua tahun lalu, sekarang pun keadaan dalam rumah masih dalam perbaikan.

Lantai masih diplester dan banyak sudut dinding yang masih terlihat retak.

Data Penerima Manfaat PKH Desa Salem Belum Diperbaharui

Dilansir dari Pantura Post, pemilik rumah mengaku tidak tahu menahu tentang pembagian bantuan PKH sama sekali.

“Saya enggak tahu didata atau tidak karena saya diperantauan. Mungkin awalnya sebelum rumah begini ya mungkin sudah didata. Kalau rumah ini kan baru 2-3 tahun yang lalu,” katanya.

Ia bahkan tidak tahu tentang pengecapan label “keluarga miskin” pada rumahnya karena tidak pernah ada pemberitahuan sama sekali.

Tidak hanya itu, Kepala Desa Salem, Slamet Becco, juga mengaku data manfaat PKH di desanya sudah bertahun-tahun tidak diperbaharui.

Pemutakhiran data penerima PKH dilakukan pada tahun 2010 oleh petugas Kecamatan Salem.

Setelah itu, belum ada lagi pembaharuan data, bahkan setelah status ekonomi beberapa warga yang meningkat seperti pemilik rumah mewah yang dimaksud.

Slamet melanjutkan di desanya terdapat sebanyak 30 kepala keluarga yang mengundurkan diri.

“Dari total 300 keluarga penerima, ada 30 orang yang mundur. Itu semua atas kesadaran dan sukarela,” jelasnya.

Baca Juga:

Dampak Karantina Wilayah yang Bisa Terjadi, Bila Dijalankan Pemerintah

Semoga bermanfaat ulasannya ya Sahabat 99…

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Untuk kamu yang sedang mencari perumahan mewah seperti Nava Park Serpong, langsung saja kunjungi 99.co/id

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts