Berita

Begini Nasib Wisma Atlet Asian Games Pasca Para Atlet Pulang ke Negara Asal

2 September 2018
Wisma Atlet Asian Games
2 menit

Helatan Asian Games Jakarta Palembang 2018 berakhir 2 September 2018. Para atlet dan official yang turut serta pun pulang ke negara masing-masing. Wisma atlet tempat mereka tinggal selama bertanding pun akan kosong kembali. Lantas, akan jadi apa bangunan tersebut setelah selesainya gelaran ini?

Asian Games yang telah berlangsung sejak 17 Agustus 2018 dilaksanakan di Jakarta, Palembang, dan beberapa daerah di Jawa Barat.

Para atlet pun dipusatkan di dua tempat yaitu Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta serta Wisma Atlet Jakabaring di Palembang.

Setelah Asian Games, Wisma Atlet Akan Berubah Jadi…

Nasib Wisma Atlet Jakabaring di Palembang selepas Asian Games 2018 ternyata sudah ditentukan jauh-jauh hari, tepatnya sejak 2016.

Sebanyak 6 tower yang dilengkapi fasilitas sekelas hotel bintang 3 di area Jakabaring tersebut kabarnya bakal dirubah jadi rusunami.

Ada dua pilihan tipe pilihan hunia yaitu 25 dan 36.

Sementara itu, Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta pun akan difungsikan sebagai rusunawa.

Dilanisr 99.co dari properti.kompas.com, penetapan wisma di Kemayoran sebagai rusunawa telah dituangkan dalam Inpres Nomor 2 Tahun 2016 tentang Dukungan Penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018.

Di kawasan Wisma Atlet Kemayoran ini terdapat 10 tower hunian.

Tiap unit didesain dengan tipe 36 dan dilengkapi fasilitas kamar mandi, dua ruang tidur, area ruang tamu, dapur, serta area mencuci dan menjemur.

Sebelum dilepas ke masyarakat untuk disewakan pasca Asian Games, bangunan tersebut akan dimanfaatkan sebagai wisma atlet Paragames 2018 terlebih dulu.

Strategis, Wisma Atlet Kemayoran Dapat Dijadikan Hunian TOD

Wisma Atlet Asian Games

Wisma Atlet Kemayoran yang digunakan untuk Asian Games 2018 terletak di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Seperti yang dikutip dari properti.kompas.com, Direktur Riset Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan bahwa wisma ini terletak di tengah kota dan punya lokasi yang strategis.

Ia menilai, wisma tersebut pun punya potensi untuk ditingkatkan fungsinya menjadi hunian TOD.

Anton Sitorus juga mengatakan, bila wisma di Kemayoran akan dilepas ke masyarakat, harganya dapat mencapai Rp20 juta hingga Rp25 juta per meter persegi.

Sementara itu Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengatakan bila ingin melakukan ahlifungsi sebagai rusunami, maka harus ada perubahan terhadap yang telah ditetapkan.

Di sisi lain ia mengatakan bahwa keputusan final akan dilakukan oleh Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) Kemayoran di bawah Kementerian Sekretariat Negara.

Semoga informasi di atas berguna untuk Anda, Urbanites!

 

You Might Also Like