Berita Properti

Pro Kontra Beli Properti Pre-Launching (Plus Tips Menghindari Tipuan)

3 menit

Saat ini konsumen dihadapkan dengan banyak pilihan di pasar properti. Mulai dari pilihan menyewa atau membeli, baik itu apartemen, rumah, atau mungkin tanah sekalipun. Selain beragam pilihan itu, konsumen kini juga memiliki pilihan untuk membeli properti bahkan sebelum properti tersebut benar-benar jadi alias beli properti pre-launching.

Apa Itu Properti Pre-Launching?

Sebelum membahas lebih dalam mengenai topik ini, tentunya kamu harus mengetahui terlebih dahulu arti pre launching.

Pre launching adalah pemasaran produk oleh pengembang properti sejak masa pembangunan (rumah belum jadi).

Umumnya, pada masa sebelum launching, developer akan menawarkan properti kepada khalayak terbatas, melalui agen yang ditunjuk.

Tujuannya agar ketika properti tersebut ditawarkan kepada masyarakat umum, sebagian unit sudah terjual.

Hal ini tentu dapat mendongkrak citra properti yang ditawarkan, bahwa properti tersebut memang layak diminati sebagai tempat tinggal maupun investasi.

Bahkan, tidak jarang semua unit yang ditawarkan sudah terjual habis ketika masih masa pre-launch. Alhasil, publik belum sempat ikut serta melirik tawaran tersebut.

Properti Pre-Launch Bisa Jadi Langkah Test Market

Di sisi lain, penjualan properti yang belum launching merupakan kesempatan bagi developer untuk menguji respon pasar.

Sementara itu, di tengah ketatnya persaingan antara perusahaan properti, menjual properti sebelum launching dapat memberikan gambaran bagi developer mengenai potensi properti tersebut.

Mengapa banyak konsumen yang berminat membeli properti sebelum benar-benar launching? Simak penjelasan mengenai pro kontra beli properti pre-launching.

Keuntungan Beli Properti Pre-Launching

properti pre-launching

Alasan sebagian masyarakat melirik properti pre-launch ini tentunya adalah harga.

Sudah menjadi rahasia umum kalau properti pre-launch memiliki harga lebih murah dibandingkan properti yang sudah jadi dan telah dipasarkan.

Biasanya, pengembang menawarkan berbagai promo menarik agar konsumen mau membeli properti tersebut, misalnya potongan harga, bunga angsuran rendah dan keuntungan lainnya.

Bagi pembeli yang menjadikan properti pre-launch sebagai investasi, mereka bisa kembali menjual unit properti kepada pemilik yang baru.

Developer umumnya mengizinkan penjualan tersebut karena pembeli sebelumnya telah membantu mereka menyuntikkan dana segar ketika properti masih dalam proses pembangunan.

Baca Juga:

3 Jenis KPR Take Over rumah | Plus Keuntungan dan Kerugian

Kerugian Beli Properti Pre-Launching

properti pre-launching

Meskipun terlihat menguntungkan bagi konsumen, membeli properti sebelum launching juga memiliki kekurangan dan risiko.

Setelah membeli unit properti, jelas kamu belum bisa langsung menempatinya. Kamu harus menunggu hingga pembangunan selesai dilaksanakan.

Namun, proses pembangunan selalu menghadapi risiko penundaan, entah karena disengaja oleh developer yang nakal atau karena terhambat masalah legalitas dan sebagainya.

Bahkan, developer bisa saja membatalkan proyek tersebut dan menggunakan uang yang telah didapat dari pembeli untuk memulai proyek lain yang dianggap lebih menguntungkan.

Tips Membeli Properti Pre-Launching

Mengingat risiko yang cukup besar membayangi pembelian properti pre-launch, ada baiknya kamu memperhatikan tips berikut agar terhindar dari tipu daya developer nakal.

Cari tahu track record pengembang yang membangun properti incaran. Cek proyek-proyek mereka sebelumnya, adakah proyek yang terhenti di tengah jalan dan sebagainya.

Jika kamu tidak yakin dengan catatan si pengembang, sebaiknya lupakan niat membeli properti pre-launch tersebut, meskipun harga yang ditawarkan sangat menggiurkan.

Pastikan prospek lokasi properti yang menjadi incaran. Hal ini bisa diketahui dari berapa banyak rencana pembangunan di kawasan tersebut.

Meskipun saat ini lingkungan sekitar properti masih belum terbentuk, namun jika kamu mengetahui adanya rencana pembangunan fasilitas umum seperti rumah sakit atau pusat perbelanjaan, maka properti tersebut cukup layak untuk dibeli.

Pastikan lokasi dibangunnya properti jauh dari banjir ataupun daerah ‘hitam’ alias kawasan yang dikenal berbahaya karena tingginya tingkat kriminalitas.

Mintalah pengembang untuk membuat kontrak tertulis sehubungan dengan properti tersebut.

Ini termasuk mengenai harga jual, biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan saat membeli properti, tanggal serah terima properti serta denda keterlambatan jika pengembang terlambat dalam menyelesaikan pembangunan.

Pastikan semua dokumen perjanjian jual beli lengkap.

Simpan dengan baik dokumen-dokumen tersebut, termasuk pernyataan tentang fasilitas-fasilitas yang dijanjikan akan dibangun oleh developer.

Jadi, jika terjadi perbedaan antara yang dijanjikan dengan kondisi ketika properti sudah jadi, kamu bisa melakukan klaim.

Jangan membeli properti pre-launch dengan cara tunai keras atau hard cash.

Negosiasikan dengan pengembang bahwa kamu akan melakukan pembayaran bertahap sesuai perkembangan kondisi bangunan.

Baca Juga:

Wajib Tahu! Ini 5 Keuntungan Sewa Rumah Bulanan dan Tahunan

Semoga informasi mengenai properti pre-launching di atas dapat bermanfaat ya, Sahabat 99!

Nantikan informas dan artikel menarik sputar dunia properti lainnya di Blog 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah impian? Cari saja di 99.co/id!

***IQB/TSS

Mukhammad Iqbal

An English Literature graduate. A bibliophile. A midnight gamer. A cinema enthusiast.
Follow Me:

Related Posts