Eksklusif

Beli Rumah Sistem Co-Housing, Bisa Dapat Hunian Murah Plus Tetangga Ramah

13 Oktober 2017
Co-Housing

Mendapatkan rumah dengan harga yang murah, siapa yang tidak mau! Sayangnya, seiring waktu harga sebuah hunian terus merangkak naik. Di tengah-tengah situasi seperti ini, ternyata ada alternatif hunian yang relatif terjangkau yaitu rumah dengan sistem co-housing alias community housing.

Salah satu studio arsitektur yang mengembangkan konsep ini di Indonesia adalah DFORM. Sang Managing Director & Founder, Mande Austriono mengatakan, ide ini awalnya muncul karena ia ingin memberikan alternatif hunian yang cocok bagi masyarakat, baik dari segi budget, letak, hingga desainnya.

“Kebetulan dulu saya pernah kerja di developer jadi tahulah bagaimana dapurnya. Lumayan ngenes juga karena margin dari harga penjualan dengan produksinya lumayan besar. Kebetulan waktu itu saya juga mau bikin rumah, karena dananya terbatas jadi tercetus untuk mengembangkan konsep ini,” ujar Mande ketika dihubungi UrbanIndo beberapa waktu lalu.

Saat ini sendiri, proyek hunian co-housing garapan DFORM yang bernama DFhousing sendiri sudah ada yang terbangun, tepatnya di Jalan Masjid Baiturrahim, Bintaro, Tangerang Selatan. Di kompleks ini terdapat sembilan unit rumah dengan luas lahan, desain, serta harga yang beragam.

Baca Juga :  Onie: Anak Band yang Juga Berprofesi Sebagai Agen Properti Independen

Mande mengatakan, mereka yang ingin ikut serta dalam proyek ini bukan hanya perlu bermodal uang, namun juga keseriusan. Menurutnya, kelebihan perumahan dengan konsep ini ialah, masyarakat dapat membuat rumah yang sesuai dengan budget dan juga keinginan.

Ia pun menambahkan, agar bisa mewujudkan hal tersebut, mereka harus mengeluarkan effort yang lebih dibanding dengan membeli rumah secara konvensional. Hal itu dimulai dari menyurvei tanah untuk dijadikan perumahan, menghitung dan menyesuaikan budget, mengeset luas lahan dan bangunan berdasarkan budget yang dimiliki, serta lainnya.

“Itu ‘kan bukan hal yang simpel. Mau tak mau masing-masing calon penghuni harus banyak mikir. Misalnya nih, kalau mereka merasa bahwa merencanakan budgeting adalah sesuatu hal yang ribet, sebenarnya ‘kan solusi yang lain adalah datang ke pameran dan mencari harga yang sesuai dengan kantong masing-masing,” tukasnya.

Menentukan Desain dan Lahan Sendiri

Mande menjabarkan, biaya yang harus dikeluarkan calon penghuni sebenarnya tidak hanya tergantung pada luas lahan yang diinginkan, namun juga bergantung pada desain rumah yang nantinya akan dibuat dibuat. Hal ini karena calon penghuni dapat menentukan luas lahan dan juga desain rumah yang akan ditempati sendiri atau sesuai dengan persetujuan.

Baca Juga :  Ikuti Kontes Foto #UntukBumiku dan Dapatkan Ratusan Ribu Rupiah!

Kesembilan rumah yang sudah terbangun di Bintaro sendiri range harganya berbeda-beda. Ia menuturkan, paling murah sendiri adalah Rp600 juta-an dan yang paling mahal ialah Rp800 juta. Masing-masing dibuat dengan kekhas-annya sesuai dengan keinginan sang pemilik.

Rumah-rumah DFhousing yang dikembangkan DFORM sendiri tidak melulu harus berbentuk rumah tapak. Mande menyebutkan, ada pula konsep hunian vertikal seperti layaknya sebuah apartemen. “Jadi nantinya yang dimiliki pemilik adalah unit per lantainya,” tambahnya.

Punya Tetangga Ramah Sebelum Menempati Rumah

Selain bisa punya rumah yang sesuai dengan budget dan keinginan, pemilik hunian berkonsep co-housing ini bisa mendapatkan poin lebih. Hal tersebut yaitu memiliki tetangga yang pengertian, jauh sebelum hunian tersebut ditempati.

Betapa tidak, dalam proses perencanaannya, para calon pemilik rumah harus berkomunikasi dengan intens. Mereka semua berdiskusi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan calon perumahan hunian tersebut. Salah satu yang dijadikan pokok pembicaraan menurut Mande ialah .

Sistem Pembelian Rumah Co-Housing

Agar dapat memiliki rumah dengan konsep ini, calon penghuni perlu mendaftar terlebih dulu melalui situs DFhousing. Setelah mengisi formulir, mereka diminta untuk mengikut beberapa langkah, salah satunya pemilihan lahan. Bila lahan tersebut sudah memenuhi kuota peminat, calon pembeli dapat memberikan sejumlah uang sebagai tanda keseriusan mereka.

Baca Juga :  UrbanIndo Peduli 2018: Kehangatan Buka Puasa Bersama Panti Asuhan

Rumah dengan model pembiayaan secara swadaya ini sendiri dapat dibeli dengan menggunakan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Urbanites. Mande menyebutkan, DFhousing sendiri menyediakan konsultan bagi para peminat untuk mendiskusikan hal-hal seputar keuangan untuk membeli hunian tersebut.

Wah Urbanites, menarik juga ya konsep co-housing seperti ini. Kamu bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai hunian ini melalui situs DFHousing.net. Semoga ulasan di atas bermanfaat untukmu ya!

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

You Might Also Like