Berita Properti

Benarkah Harga Rumah Bisa Turun Saat Jakarta Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara?

7 Agustus 2017
Ibu Kota Negara
2 menit

Kemajuan Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia begitu pesat. Itu mengapa, masyarakat dari penjuru Indonesia mengincar kota ini sebagai tempat mencari peruntungan. Tahun bertambah, pertumbuhan penduduknya pun kian naik. Ujungnya, lahan kian sempit sehingga harga tanah jadi sangat mahal.

Setelah pengumuman wacana pemindahan pusat pemerintahan digaungkan, banyak yang berharap harga rumah di Jakarta bisa semakin murah. Harapan ini mungkin muncul karena Jakarta akan sedikit demi sedikit ditinggalkan pendatang. Lalu, apakah hal tersebut dapat menjadi sebuah realitas?

 

Harga Rumah Turun?

Masih menurut Anton, walau Jakarta tidak akan lagi menjadi pusat segalanya, harga rumah di kota ini akan tetap stabil. Efeknya, harga rumah di penjuru Jakarta pun tidak akan terpengaruh. Hal ini dikarenakan kehadiran pusat-pusat bisnis yang telah memiliki pasar sendiri di sana.

Baca juga: Di Masa Depan, Tinggal di Titik 0 Akan Membuat Masa Depan Anda Cerah

Menurutnya harga properti termasuk hunian, ditetapkan bukan berdasarkan status dari kota tempatnya berdiri, tapi lebih karena faktor persediaan serta permintaanlah yang lebih berpengaruh. Ia mencontohkan Kota Washington DC sebagai pusat pemerintahan AS dan New York sebagai kota bisnis.

“Contoh di Amerika, New York dan DC. Harga propertinya jauh berbeda. Di New York tetap tinggi. Makanya kalau terjadi perpindahan, nilai properti di Jakarta enggak akan banyak pengaruh,” imbuh Anton.

You Might Also Like