Berita

Dikira Bongkahan Emas, Pria Ini Temukan Benda Berharga dari Angkasa

4 Januari 2020
benda berharga
2 menit

Dengan membawa detektor logam David Hole menemukan batuan besar yang dianggapnya emas raksasa. Namun, siapa sangka ternyata itu benda berharga dari angkasa!

David Hole melakukan proyek eksplorasinya pada 2015 silam di wilayah Maryborough Regional Park dekat Melbourne, Australia.

Maryborough sendiri terletak di wilayah Goldfields yang merupakan pusat penghasil emas sejak demam emas di Australia pada abad ke-19.

Bongkahan batuan besar yang disangkanya sebagai bongkahan emas tersebut kemudian ia bawa pulang ke rumahnya.

Setelah itu, David Hole pun lantas mencoba berbagai cara untuk memotong dan memecahkan batuan tersebut.

Berbagai alat sudah dicobanya, mulai dari gergaji batu, penggiling sudut, bor, palu godam hingga merendamnya dalam cairan asam.

Namun sayang, semuanya gagal.

Baru bertahun-tahun kemudian David Hole baru tahu bahwa yang ditemukannya bukanlah bongkahan emas.

Bukan Bongkahan Emas, Namun Benda Berharga dari Angkasa

Dengan dorongan rasa penasaran, David Hole pun membawa batuan yang ditemukannya ke Museum Melbourne untuk diperiksa.

Setelah diteliti oleh ahli geologi museum Dermot Henry, baru diketahui bahwa batuan tersebut sebenarnya adalah meteorit langka!

“Ini memiliki penampilan yang terpahat, berlesung pipit,” ujar Dermot Henry kepada The Sydney Morning Herald sebagaimana dikutip Liputan 6.

Dermot Henry sendiri mengaku selama 37 tahun pekerjaannya ia telah memeriksa ribuan batu yang dikira warga sebagai meteorit.

Namun, hanya dua yang merupakan meteorit sungguhan dan salah satunya ialah benda berharga temuan David Hole.

Baca Juga:

10 Penemuan yang Mengubah Dunia Ciptaan Dinasti Han Cina

Meteorit Berusia Sekitar 4,6 Miliar Tahun

benda berharga

Seorang ahli geologi Museum Melbourne lainnya bernama Bill Birch menyebut jika itu batuan bumi seharusnya tak seberat itu.

Ukuran benda berharga dari angkasa yang ditemukan David Hole memiliki berat 17 kilogram (37,5 pon).

Untuk membelahnya, para peneliti harus menggunakan gergaji berlian agar dapat membuat sebuah irisan kecil dari meteorit tersebut.

Di dalamnya, Anda bisa melihat tetesan kecil mineral kristal yang disebut chondrules.

Akhirnya, meteorit temuan David Hole ini diteliti oleh para ilmuwan untuk kemudian dipelajari.

Hasilnya, tim peneliti memublikasikan makalah ilmiah yang menerangkan meteorit tersebut berusia 4,6 miliar tahun dan disebut meteorit Maryborough.

Meteorit ini adalah satu dari 17 meteorit yang pernah tercatat di negara bagian Victoria, Australia.

Selain itu, meteorit ini juga merupakan massa chondritic terbesar kedua setelah spesimen berukuran 55 kilogram yang diidentifikasi tahun 2003.

Menurut para peneliti, kehadiran meteorit Maryborough sebetulnya jauh lebih jarang daripada emas.

Dengan demikian, penemuan meteorit ini juga jadi penemuan penting dalam penelitian angkasa raya.

Baca Juga:

19 Penemuan Benda Aneh Mengerikan di Balik Konstruksi Bangunan

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Yuk, bookmark Blog 99.co Indonesia agar tak ketinggalan artikel menarik lainnya.

Tertarik mulai investasi masa depan? Cari saja lewat 99.co/id.

You Might Also Like