Berita, Berita Properti

Bercocok Tanam di Atap Rumah? Lakukan Hanya di Sini!

30 Oktober 2017
1 menit

Ada perumahan menarik di Provinsi Sichuan, China yang didesain untuk pascabencana dengan menampilkan bangunan unik.

Jika atap sebuah rumah bisanya adalah atap pelana, tidak dengan perumahan bernama Jintai Village ini.

Di sini, semua atapnya dibiarkan terbuka. Di atas atap tersebut, di pasang plot-plot yang diisi tanah yang ditanami tumbuh-tumbuhan.

Hunian yang dirancang oleh Urban Framework ini memang diperuntukkan untuk orang-orang yang terkena dampak bencana alam.

Daerah ini pada tahun 2008 lalu adalah salah satu daerah yang terkena dampak paling parah saat terjadi gempa Wenchuan.

Pada 2011, daerah ini juga mengalami banjir dan longsor sehingga banyak menghancurkan rumah penduduk.

Dengan dukungan dari pemerintah daerah dan LSM, Urban Framework mengembangkan arsitektural yang memberi solusi untuk akomodasi  para korban yang kehilangan tempat tinggalnya, setelah kejadian-kejadian itu meluluh lantakan segalanya.

Ide ini berasal dari sebuah penelitian non profit dari The University of Hong Kong yang dipimpin oleh John Lin dan Joshua Bolchover.

Hasil penelitian menghasilkan sebuah proposal sosial dan lingkungan yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan unik dari para penghuni.

.”Konsepnya adalah membangun empat jenis rumah dengan berbeda ukuran dan fungsi serta atapnya,” kata si arsitek seperti yang disarikan dari dezeen.com. Lebih lanjut, si arsitek mengatakan bahwa rumah ini didesain dengan bahan lokal, atap hijau, teknologi biogas dan tentunya akomodasi untuk peternakan.

Menengok Proyek Rumah Bercocok Tanam di Atap

Proyek ini sendiri terdiri dari 22 rumah dengan pusat komunitas dan taman atapnya sendiri. Rumah-rumah ini dikemas untuk memaksimalkan ruang dan menciptakan suasana lingkungan asri di dalam kita.

Tak cuma itu, desain pun secara dihitung juga memerhatikan air hujan, cahaya alami dan ventilasi yang baik.

Mendorong swasembada menjadi perhatian utama arsitek, salah satu contohnya dengan membuat ruang keluarga di lantai tanah terbuka dan mencakup ruang untuk menanam makanan di atas atap.

“Dengan menghubungkan berbagai program desa ke siklus ekologis, responsivitas lingkungan semakin meningkat sehingga mengubah desa menjadi model untuk area terdekat,” saran studio tersebut.”

Bangunan-bangunan itu disusun di sepanjang jalan-jalan sempit, dengan lantai atas yang berada di teras yang terlindung.

Setiap rumah memiliki kerangka beton yang terbuka dengan lapisan bawah bata yang kontras. Kusen jendela beton yang menonjol melalui batu bata memungkinkan cahaya mencapai interior.

Bagaimana? Tertarik mendesain dengan ide brilian ini?

You Might Also Like