Hukum

Berniat Renovasi Rumah? Jangan Lupa Perbarui IMB!

21 September 2016
2 menit

Renovasi rumah akan dilakukan ketika terjadi kerusakan atau memperluas bangunan. Anda pernah atau berniat merenovasi rumah? Nah, ternyata Anda juga harus memperbarui Izin Membangun Bangunan (IMB). Lho, memangnya kenapa?

Sanksi IMB

Ketika ada sebuah aturan, tentu ada sanksi yang menyertai apabila aturan tersebut dilanggar. Semua hal terkait pelanggaran akan IMB tercantum dalam Pasal 14-17 Permendagri No.32 Tahun 2010.

Pada pasal 14, tercantum bahwa pemilik bangunan yang melanggar ketentuan akan dikenakan sanksi berupa peringatan tertulis. Peringatan ini akan diberikan oleh bupati/walikota sebanyak tiga kali berturut-turut dengan selang waktu tujuh hari.

Apabila pemilik bangunan tidak memedulikan peringatan yang ada, maka akan dikenakan sanksi berupa pembatasan kegiatan pembangunan yang akan dilakukan paling lama empat belas hari terhitung sejak peringatan tertulis ketiga diterima.

Selanjutnya, pada Pasal 16 tercantum bahwa pemilik bangunan yang dikenakan sanksi pembatasan kegiatan pembangunan wajib melakukan perbaikan atas pelanggaran. Jika sanksi tersebut tidak dipedulikan, maka akan dikenakan sanksi berupa penghentian sementara pembangunan dan pembekuan IMB.

Bahkan, sanksi yang akan diterima oleh pemilik dapat berupa pembongkaran bangunan. Hal ini tercantum dalam Pasal 17 yang isinya:

“Pemilik bangunan yang tidak mengindahkan sanksi penghentian sementara pembangunan dan pembekuan IMB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2) dikenakan sanksi berupa penghentian tetap pembangunan, pencabutan IMB, dan surat perintah pembongkaran bangunan.”

Nah, dapat disimpulkan bahwa IMB adalah berkas yang penting, ya. Tidak hanya mendirikan bangunan baru, Anda juga harus memperbarui IMB apabila merenovasi bangunan yang ada. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan Anda.

Jangan hanya dibaca, sebarkan juga artikel ini di media sosial Anda agar semua orang tahu!

You Might Also Like