Berita Berita Properti

8 Daftar Biaya Tinggal di Apartemen yang Harus Kamu Perhatikan. Catat sebelum Pindah!

4 menit

Kamu sudah tahu belum berapa biaya tinggal di apartemen yang perlu disiapkan dan dibayarkan tiap bulan? Biar kamu enggak kaget dengan biaya-biaya tersebut, cek panduan singkat pembayarannya, yuk!

Tinggal di apartemen sepertinya adalah pilihan tepat bagi kamu yang memiliki mobilitas tinggi.

Pasalnya, apartemen umumnya berada di pusat kota dan dekat dengan berbagai fasilitas umum sehingga memudahkan para penghuninya.

Tentunya, hal tersebut akan lebih menghemat waktu karena kamu dapat menjangkau berbagai tempat dengan tingkat kemacetan minimal.

Akan tetapi, selain dana untuk membeli apartemen atau sewa bulanan, apakah kamu sudah mengetahui secara detail biaya ekstra bagi penghuni apartemen?

Berikut adalah panduan singkat mengenai berbagai biaya-biaya yang harus disiapkan bagi penghuni apartemen.

Biaya Tinggal di Apartemen

1. Perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB)

fasilitas apartemen lengkap

Sebelum membahas apa saja yang biaya bulanan tinggal di apartemen, kamu harus memerhatikan dahulu Hak Guna Bangunan atau HGB.

Berbeda dengan iuran pengelolaan dan iuran perawatan yang umumnya sudah dikenal luas, perpanjangan HGB mungkin kerap luput dari perhatian calon penghuni apartemen.

Umumnya, apartemen di Indonesia memiliki status kepemilikan HGB di mana masa kepemilikan akan kadaluarsa dalam jangka waktu 25-30 tahun.

Penghuni apartemen dapat memberikan kuasa kepada Perhimpunan Penghuni dan Pemilik Rumah Susun (P3SRS) untuk memperpanjang status HGB.

Proses perpanjangan HGB dilakukan dua tahun sebelum masa HGB pertama habis.

Kamu harus mengeluarkan sejumlah biaya untuk proses perpanjangan, yaitu sebesar 5 persen dari luas lahan x Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Jika saat ini NJOP apartemen berada di angka Rp5 juta per meter persegi dan luas apartemen mencapai 36 meter persegi, berarti kamu harus menyiapkan dana sebesar: (5% x 36) x 5 = Rp 9 juta.

2. Biaya Dekorasi

Jika kamu berniat mendekorasi ruangan apartemen seperti kitchen set, itu berarti kamu harus menyiapkan dananya.

Besarnya biaya dekorasi ini tergantung dari ukuran serta desain yang diinginkan.

Selain itu, kamu juga harus melapor terlebih dahulu ke pengelola apartemen sebelum melakukan pemasangan.

Biaya Bulanan Apartemen

3. Biaya Bulanan Pemakaian Listrik

meteran listrik di rumah

Tarif Dasar Listrik (TDL) di apartemen umumnya lebih mahal dibandingkan TDL pada rumah tapak.

Pasalnya, regulasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) memang mengenakan biaya berbeda pada bangunan kategori bisnis, termasuk apartemen.

Apartemen dan rumah susun masuk dalam kategori pelanggan listrik bisnis besar B-3 dengan batas daya di atas 200 kVA (kilo Volt Ampere).

Tarif dasar listrik untuk kategori bisnis B-3 adalah Rp1.115 untuk Biaya Pemakaian Waktu Beban Puncak (WBP) maupun Luar Waktu Beban Puncak (LWBP).

Sementara, tarif dasar listrik untuk kategori rumah tangga berkisar antara Rp1.352 hingga Rp 1.524.

Cara menghitung biaya pemakaian listrik kategori bisnis dan rumah tangga pun berbeda.

Berikut adalah cara menghitung biaya pemakaian listrik untuk rumah tangga:

40 (penetapan jam nyala) x daya tersambung (kVA) x biaya pemakaian

Sementara, penghitungan biaya pemakaian listrik kategori bisnis (apartemen) adalah sebagai berikut:

40 (penetapan jam nyala) x daya tersambung (kVA) x biaya pemakaian WBP dan LWBP.

Jadi, meski sekilas kategori bisnis memiliki tarif dasar listrik lebih murah dari kategori 5 rumah tangga, pada akhirnya biaya pemakaian listrik pengguna kategori bisnis harus mengeluarkan uang lebih banyak.

4. Tagihan Bulanan Air

biaya tinggal di apartemen

Seperti halnya TDL, Tarif Dasar Air (TDA) di apartemen juga lebih mahal daripada yang dibayarkan penghuni rumah tapak atau rumah konvensional.

Pasalnya, apartemen menerapkan tarif untuk rumah khusus.

Untuk kategori rumah khusus, pemakaian air bersih hingga 10 ribu liter adalah Rp3,70 per liter dan pemakaian lebih dari 10 ribu liter mencapai Rp7,15 per liter.

Bandingkan dengan kategori rumah tangga yang tarif dasarnya mulai dari Rp1,00 hingga Rp6,20 per liter.

5. Iuran Pengelolaan

Biaya atau iuran pengelolaan (IPL)  digunakan untuk kepentingan operasionalisasi gedung, misalnya listrik, air dan kebersihan.

IPL ditentukan oleh P3SRS, di mana besarnya dihitung dari tarif dasar yang sudah ditentukan dikalikan dengan luas unit apartemen penghuni.

Jadi, makin luas unit apartemen yang dimiliki, iuran pengelolaan tentu makin besar.

Besarnya IPL biasanya mengikuti tingkat inflasi, sehingga bisa meningkat setiap tahunnya.

Beberapa apartemen menarik IPL setiap bulan dari penghuni, tetapi ada juga yang menarik per tiga bulan ataupun per tahun.

6. Sinking Fund (Iuran Perawatan)

sinking fund

sumber: choicecomfort.com

Pada dasarnya, sinking fund adalah “tabungan” pengelola gedung.

Tabungan ini nantinya digunakan untuk biaya penggantian atau perawatan komponen-komponen gedung, termasuk instalasi listrik dan saluran air.

Iuran perawatan digunakan untuk merawat gedung dan biasanya dilakukan secara tahunan atau tergantung pada kondisi gedung.

Iuran ini bisa diangsur setiap bulan di muka, sebelum masa satu tahun berakhir, atau bisa juga dibayarkan sekaligus per tahun.

Besarnya sinking fund biasanya adalah 10–15 persen dari IPL.

7. Biaya Parkir

Meskipun sekilas terlihat sepele, biaya ekstra bagi penghuni apartemen yang satu ini sangat penting.

Apalagi jika kamu memiliki kendaraan bermotor, kamu harus mengalkulasi biaya parkir dalam pos pengeluaran setiap bulan.

Meski telah membayar biaya parkir langganan setiap bulan, masih ada kemungkinan kamu tidak mendapat parkir.

Hal ini terutama berlaku pada apartemen bersubsidi yang memiliki lahan parkir terbatas.

Pasalnya, apartemen seperti ini sebenarnya dirancang untuk warga yang tidak menggunakan kendaraan pribadi.

Meskipun menambah biaya ekstra setiap bulan, langganan parkir di gedung apartemen tentu menjadi solusi aman untuk kendaraan.

Jika kamu memilih parkir di luar kawasan apartemen, keamanannya belum tentu terjamin.

Selain itu, kamu bahkan bisa dibebankan tarif parkir lebih tinggi, karena umumnya biaya parkir dihitung per jam.

8. Biaya Laundry

Jika unit apartemenmu tidak terlalu luas untuk menampung mesin cuci, mencuci ke laundry adalah salah satu pilihan.

Biasanya di dalam kompleks apartemen sudah tersedia kios-kios kecil yang menyediakan berbagai kebutuhan, seperti jasa mencuci atau laundry.

Perhitungkan biaya per kilogramnya dan kalkukasikan selama satu bulan.

Biasanya biaya laundry sendiri sekitar Rp6 ribu hingga Rp10 ribu per kilogramnya.

***

Demikian ulasan mengenai biaya ekstra bagi penghuni apartemen.

Sebelum terburu-buru memutuskan tinggal di apartemen, kalkulasikan kembali biaya-biaya di atas, ya.

Jika penghasilan ternyata cukup “mepet”, mungkin ada baiknya berpikir ulang tentang pilihan tinggal di apartemen.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Sahabat 99!

Jangan lupa membaca artikel menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Sedang mencari apartemen yang nyaman seperti di Hquarters Bandung?

Kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu!

***NIT/IQB

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves Scandinavian design
Follow Me:

Related Posts