Berita, Berita Properti, Rumah, Tips & Trik

8 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan dalam Memulai Bisnis Kost

14 Februari 2019
bisnis kost
2 menit

Bisnis kost kost-an bisa dikatakan salah satu usaha yang cukup menggiurkan. Apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Surabaya atau Malang. Faktor kepadatan penduduk yang tinggi bisa menjadi peluang bagi Anda yang ingin memulai bisnis ini.

Meski kelihatannya mudah, untuk memulai bisnis kost ini diperlukan perencanaan dan eksekusi yang matang.

Jangan sampai bisnis Anda hancur dan bangkrut karena kesalahan sendiri dalam mengelola bisnis.

Untuk itu dalam pembahasan kali ini akan akan dijabarkan mengenai beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pengelola bisnis kost kost-an.

1. Perencanaan yang kurang matang

Meski kelihatannya mudah, memulai dan mengelola bisnis kost kost-an memerlukan perencanaan yang matang, lho.

Beberapa poin penting yang harus diperhatikan contohnya: kebersihan lingkungan sekitar, fasilitas-fasilitas yang akan disediakan, pangsa pasar, tarif sewa, biaya renovasi bila diperlukan sampai perkiraan balik modal.

Perencanaan ini penting karena selayaknya sebuah perusahaan, bisnis

Anda juga perlu dikelola secara professional. Jangan sampai Anda hanya menerima uang masuk tanpa mengetahui proses pengelolaan yang baik dan benar.

2. Pengelolaan yang kurang baik

Mungkin beberapa dari Anda ada yang berpikir bahwa mengelola bisnis kost kost-an ini dapat dilakukan seorang diri.

Hal ini bisa dianggap wajar dengan berbagai pertimbangan.

Namun, dengan memperkerjakan asisten kepercayaan untuk turun langsung mengawasi tempat kost, dapat membantu pengelolaan menjadi lebih mudah dan praktis.

Selain itu, Anda juga bisa menjalankan pekerjaan dan bisnis yang lain tanpa harus takut bisnis Anda tidak terurus.

3. Kurang memperhatikan mangsa pasar

Sebelum menentukan harga sewa, sebaiknya lakukan riset kecil-kecilan terlebih dahulu.

Riset ini bisa berupa letak geografis tempat kost Anda atau pangsa pasar yang hendak disasar.

Sesuaikan tarif sewa tempat kost Anda dengan letak geografis dan mangsa pasar di sekitarnya.

Berikan harga yang lebih bersahabat apabila lingkungan di sekitar tempat kost Anda didominasi oleh mahasiswa yang belum memiliki penghasilan tetap.

Opsi lain, Anda boleh mematok harga yang sedikit lebih tinggi apabila lingkungan di sekitar lebih didominasi oleh pekerja kantoran yang sudah berpenghasilan tetap, namun…

…Tentunya Anda juga tetap harus menyediakan fasilitas yang layak dengan harga yang Anda patok.

4. Tidak beriklan atau berpromosi

Hal ini mungkin terdengar kurang umum, karena…

…Bisnis kost konvensional kebanyakan hanya mengandalkan spanduk-panduk yang dipasang di depan pagar untuk mempromosikan bisnisnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, hal tersebut perlahan mulai bertransformasi.

Di era yang serba digital seperti sekarang ini, segala jenis usaha bisa diiklankan.

Termasuk usaha kost kost-an Anda.

Apalagi dengan semakin menjamurnya portal-portal online yang menawarkan listing properti untuk disewakan atau dijual.

Peluang bisnis Anda untuk diketahui masyarakat akan semakin terbuka lebar.

5. Penerapan aturan kost yang tidak jelas

Penerapan aturan ini diperlukan untuk menjaga perilaku penghuni kost yang bisa dikatakan berasal dari latar belakang yang random.

Selain itu, penerapan aturan juga berguna untuk menjaga aset-aset yang berada di dalam tempat kost Anda.

Sering ditemukan kost-kost-an yang berada dalam kondisi rusak dan aset-aset yang berantakan akibat perilaku penghuninya yang tidak teratur.

Hal ini disebabkan salah satunya karena penerapan aturan yang tidak jelas di dalam tempat kost tersebut.

6. Tidak adanya perjanjian “hitam di atas putih” yang disepakati Bersama

Menyambung soal pemberlakuan aturan di dalam kost-kost-an diatas, setelah membuat aturan-aturan tersebut, seyogyanya peraturan diterapkan secara disiplin.

Bila perlu lakukan perjanjian tertulis “hitam diatas putih” yang disaksikan oleh perangkat desa atau RT/RW setempat.

Hal ini lagi-lagi untuk kebaikan bersama, baik pemilik maupun penyewa kost-kost-an.

7. Tidak bisa membaca peluang bisnis lain yang ada

Pada umumnya, yang orang tau dari bisnis kost kost-an hanyalah bisnis menyewakan kamar.

Padahal dari bisnis kost tersebut Anda dapat membuka peluang bisnis baru yang masih berkaitan dengan kost kost-an.

Sebagai contoh, Anda bisa menyediakan jasa laundry di tempat kost yang anda miliki.

Sehingga para penghuninya tidak perlu repot-repot untuk mencari tempat lundry lain.

Contoh lain, Anda bisa membuka toko atau warung yang menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari bagi para penghuni.

8. Tidak melakukan renovasi pada bangunan kost yang sudah tua

Kebanyakan orang beranggapan bahwa dengan membuka bisnis kost kost-an, Anda hanya tinggal duduk manis dan kemudian menerima passive income dari bisnis tersebut.

Padahal, disadari atau tidak bisnis kost kost-an juga memerlukan pengembangan.

Anda perlu melakukan renovasi pada bangunan kost-kost-an yang sudah tua dan banyak kerusakan di sana-sini.

Hal ini untuk menjaga kenyamanan para penghuni kost itu sendiri.

Bila perlu lakukan pengecekan dan perbaikan secara berkala pada beberapa titik yang Anda anggap rawan kerusakan.

Berangkat dari berbagai permasalahan diatas, apabila Anda merasa repot dan tidak memiliki waktu untuk mengelola bisnis kost Anda secara professional, kini telah hadir terobosan baru untuk mengelola bisnis Anda secara digital.

Solusi tersebut ialah PKM (Professional Kost Management)

Cek infonya di sini untuk mengetahuinya lebih lanjut.

You Might Also Like