Hukum

Bolehkah PPAT atau Notaris Membuatkan Akta untuk Keluarga?

17 Agustus 2016
2 menit

Apakah Anda tahu jawaban dari judul artikel ini? Kalau Anda belum tahu atau masih ragu, sebaiknya baca artikel ini sampai selesai. Di dalamnya, ada jawaban pasti mengenai hukum pembuatan akta yang dilakukan oleh notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Yuk, temukan jawabannya!

Larangan Bagi Notaris

Ternyata, seorang notaris tidak boleh membuatkan akta untuk anggota keluarganya. Misalnya, ada seorang bapak yang butuh dibuatkan akta dan istrinya adalah seorang notaris, maka sang istri tidak diperbolehkan membuat akta untuk suaminya tersebut.

Aturan tersebut dijelaskan dalam Pasal 52 ayat 1 Undang-Undang No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Berikut isi pasal yang membahas mengenai larangan bagi notaris yang membuat akta untuk pihak keluarganya:

Notaris tidak diperkenankan membuat akta untuk diri sendiri, istri/suami, atau orang lain yang mempunyai hubungan kekeluargaan dengan Notaris baik karena perkawinan maupun hubungan darah dalam garis keturunan lurus ke bawah dan/atau ke atas tanpa pembatasan derajat, serta dalam garis ke samping sampai dengan derajat ketiga, serta menjadi pihak untuk diri sendiri, maupun dalam suatu kedudukan ataupun dengan perantaraan kuasa.”

Berdasarkan isi pasal di atas sangat jelas bahwa notaris tidak diperbolehkan membuat akta untuk pihak keluarga, maupun memiliki hubungan darah yang cukup jauh. Apabila notaris membuatkan akta bagi keluarganya, maka akta tersebut hanya memiliki kekuatan sebagai akta di bawah tangan.

Larangan Bagi PPAT

Setelah mengetahui aturan mengenai notaris, kini saatnya kita bahas aturan bagi seorang PPAT. Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa PPAT memiliki wewenang untuk membuat akta terkait hak atas tanah maupun hak milik satuan rumah susun (Sarusun).

Selanjutnya, PPAT dilarang membuatkan akta jual beli tanah kaveling apabila di dalamnya terdapat salah satu anggota keluarga. Hal tersebut tercantum dalam Pasal 23 ayat 1 PP No. 37 tahun 1998 yang isinya sebagai berikut:

“PPAT dilarang membuat akta, apabila PPAT sendiri, suami atau istrinya, keluarganya sedarah atau semenda, dalam garis lurus tanpa pembatasan derajat dan dalam garis ke samping sampai derajat kedua, menjadi pihak dalam perbuatan hukum yang bersangkutan, baik dengan cara bertindak sendiri maupun melalui kuasa, atau menjadi kuasa dari pihak lain.”

Nah, sekarang sudah tahu ‘kan kalau seorang notaris atau PPAT tidak diperbolehkan membuat akta untuk pihak keluarga? Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan Anda.

Ayo, sebarkan informasi ini melalui media sosial Anda!

You Might Also Like