Berita

Wow! Budidaya Alpukat Raksasa Ini Bisa Bikin Pemilik Naik Haji

3 menit

Untung melimpah, budidaya alpukat raksasa ini bisa bikin pemilik naik haji dan membeli mobil Honda Jazz. Tergiur? Simak penjelasannya di bawah ini.

Kisah sukses seorang pria asal Desa Pojok, Kecamatan Garum, Blitar ini menginspirasi banyak pebisnis, terutama di bidang agrikultur.

Muhammad Iskandar terjun ke dunia pertanian dengan mengandalkan alpukat raksasanya.

Alpukat tersebut kabarnya bisa tumbuh seberat 2,2 kilogram, sepadan dengan ukuran kepala bayi.

Langka di pasaran, alpukat sebesar bola kaki ini membawa untung bagi Iskandar.

Pria asal Blitar tersebut sampai bisa naik haji dan membeli mobil Honda Jazz dari hasil panen alpukat.

Penasaran dengan proses budidaya alpukat Iskandar?

Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Budidaya Alpukat: si Buah Raksasa Asal Blitar Pembawa Untung

Muhammad Iskandar Menciptakan Metode Budidaya Alpukat Sendiri

Dilansir dari kompas.com, Iskandar menciptakan alpukat raksasa tersebut karena rasa keingintahuan sendiri.

Tidak pernah ada sebelumnya, alpukat tersebut dinamakan Markus Aligator oleh Iskandar.

Ketika ditanya tentang asal usul nama, Iskandar mengaku tidak ada arti yang spesial dari proses pemilihannya.

Satu-satunya alasan yang ia lontarkan adalah bibit unggul yang ia dapatkan dari Thailand, kemudian distek langsung dengan alpukat dari Blitar.

budidaya alpukat

“Bibitnya pemberian teman ayah, yang pulang dari Thailand. Kemudian saya stek sendiri dengan alpukat lokal. Hasilnya, mengejutkan seperti ini,” jelas Iskandar pada wartawan Kompas, Rabu (11/3/2020).

Mengejutkan seperti apa?

Ya, alpukat hasil tanam Iskandar tumbuh sampai sebesar kepala bayi, atau bola sepak.

Beratnya mencapai 2,2 kilogram, yang mana hampir 3 kali lipat dari alpukat biasa.

Karena ukuran alpukat Iskandar yang besar, para pembeli dan warga sekitar Blitar menyebutnya alpukat raksasa.

Baca Juga:

Cara Menanam Alpukat Bermodalkan Tusuk Gigi dan Pot

Terkenal Sebagai Petani Alpukat Sukses

Berkat budidaya alpukat ini, Iskandar dikenal sebagai pebisnis sukses di Blitar.

Bagaimana tidak?

Pada awalnya kumlah pohon di rumahnya mencapai 60 buah, semuanya rindang, sudah berbuah berkali-kali, dan semuanya laku berat di pasaran luas.

Kini, sudah ada sekitar lima ribu pohon berumur lebih dari 2 tahun yang diperkirakan akan berbuah tahun depan.

Nah, kebayang tidak untungnya berapa?

Kesuksesan Iskandar mengantar banyak tamu datang ke rumahnya…

…Mulai dari orang-orang yang penasaran dengan hasil karya pria Blitar tersebut sampai para pebisnis agrikultur lainnya yang berniat membeli bibit.

Walaupun usianya masih muda, ternyata ini bukan pertama kalinya Iskandar mencoba budidaya alpukat.

Iskandar sudah mulai tertarik dengan dunia pertanian semenjak usia 9 tahun.

Ia belajar dari sang ayah yang juga pandai di ranah pertanian.

Panen Pertama Budidaya Alpukat Untung Sudah Melimpah

Panen pertama terjadi di tahun 2019.

Dari hasil panen ini, Iskandar bisa membeli lahan untuk memperluas lahan kebun alpukatnya.

Enggak cuma itu, Sahabat 99.

Hasil panen Iskandar juga mengantarkannya langsung ke Mekah bersama istri, serta rezeki yang cukup untuk membeli satu buah mobil Honda Jazz.

Untung dari budidaya alpukat Iskandar dikarenakan pohonnya yang menghasilkan banyak buah dari banyaknya batang yang tumbuh.

Batang-batang tersebutlah yang kemudian distek terus menerus sehingga buah pun tumbuh semakin banyak.

“Dari cabang-cabang itu, kami terus menyeteknya, dan terus mempertahankan kualitasnya, terutama buahnya agar tetap besar,” ungkap Iskandar.

budidaya alpukat

Namun, Iskandar juga harus berhati-hati ketika panen.

Buah yang tumbuh dimana-mana tidak berarti dapat dipanen semua.

Terkadang, ia harus mengurangi beberapa buah yang tumbuh karena dapat memberatkan tangkai sehingga akhirnya alpukat pun tidak akan membesar.

Dikutip dari Kompas, Iskandar menjelaskan, “Kami harus rutin menghitungnya di saat buah itu masih kental. Jika tak dikurangi, ya nggak kuat batangnya, karena satu batang saja bisa berbuah 8 sampai 10.”

“Menunggu sedikit lebih lama, namun hasilnya memuaskan. Sebab, buah yang paling kecil saja beratnya 1,8 kg dan yang terbesar berkisar 2,2 kg atau sebesar kepala bayi. Jadi, mau makan kita itu cukup makan satu buah saja, bisa tak habis,” lanjutnya.

Harga alpukat Markus Aligator dijual Rp30 ribu per 1 kilogram.

Dengan harga segitu, maka setiap pohonnya bisa menghasilkan uang Rp6 juta.

Selain dari panen, Iskandar juga meraup untung dari penjualan bibit.

Keunggulan Alpukat Markus Aligator

Lalu, apa sih yang membuat alpukat Markus Aligator lebih unggul dibandingkan jenis lainnya?

Berikut keterangannya menurut Iskandar:

  • Lebih besar
  • Tumbuh lebih banyak di pohon
  • Tidak cepat busuk, tahan selama 3 pekan
  • Rasanya pulen dan legit
  • Bekulit tipis dan berdaging tebal

Baca Juga:

Jangan Dibuang! Kenali 7 Mandaat Biji Alpukat Untuk Kesehatanmu

Semoga bermanfaat, Sahabat 99…

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan pilihan properti idaman di 99.co/id

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts