Rumah Tips & Trik

Panduan Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal untuk Pemula. Siap-Siap Cuan Besar! (Disertai Rincian Modal & Potensi Keuntungan)

4 menit

Budidaya ikan patin di kolam terpal menjadi salah satu alternatif untuk memanfaatkan halaman rumah. Selain berpotensi menghadirkan cuan yang besar, menggunakan kolam terpal sebagai mediumnya relatif lebih murah, lo.

Ikan patin sangat layak untuk dikonsumsi sehari-hari karena dapat memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.

Tekstur dagingnya yang lembut dan rasanya yang gurih menjadi alasan bagi masyarakat menggandrungi ikan berbentuk sejenis lele ini.

Bahkan, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Susi Pudjiastuti, menyarankan supaya warga sering mengonsumsi ikan patin, lo.

Dalam 100 gram ikan patin, terkandung gizi yang melimpah, di antanyara;

  • Vitamin B1 0,20 mg
  • Karbohidrat 1,10 gram
  • Vitamin B2 0,03 mg
  • Lemak 6,60 gram
  • Vitamin B3 1,70 gram
  • Protein 17 gram
  • Kalsium 31 gram
  • Natrium 77 mg
  • Fosfor 173 gram.

Dengan menongsumsi ikan patin yang cukup, kamu akan terhindar dari penyakit kardiovaskular, serta mampu menurunkan kolesterol, menyehatkan otot, menjaga kesehatan jantung, dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, budidaya ikan patin di kolam terpal layak untuk kamu coba.

Kendati modal yang dipersiapkan terbilang kecil, untung atau cuan yang bisa kamu peroleh sangat besar.

Berikut langkah atau cara yang mesti dilakukan untuk memulainya.

Cara Budidaya Ikan Patin di Kolam Terpal

1. Pemilihan Benih

budidaya ikan patin di kolam terpal

sumber: agronet.co.id

Dalam menentukan benih, disarankan untuk teliti dan memilih benih yang benar-benar berkualitas.

Beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam proses pemilihan benih ini adalah;

  • Lokasi pembelian benih usahakan tidak terlalu jauh guna menghindari kematian dalam perjalanan
  • Belilah benih ikan patin ketika kolam siap untuk diisi
  • Pilih benih dengan ukuran yang seragam, cerah, dan mengilap
  • Pastikan tidak ada cacat atau luka pada tubuh benih ikan patin
  • Benih yang dipilih ketika membeli usahakan terlihat aktif atau lincah
  • Angkut benih dengan hati-hati apabila menggunakan kantong plastik.

2. Pembuatan Kolam Terpal

pembuatan kolam terpal

sumber: bulelengkab.go.id

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, membuat kolam terpal untuk kebutuhan budidaya ikan patin mempunyai berbagai kelebihan.

Dalam pembuatannya, tahapan yang mesti dilalui adalah;

  • Gunakan terpal dengan kualitas terbaik atau tingkat ketebalan A5/A6 agar lebih awet
  • Biasanya panjang terpal untuk kebutuhan kolam terpal berukuran panjang 8-12 meter dan lebar 6-8 meter
  • Jika memilih ukuran terpal seperti anjuran di atas, maka kolam yang akan kamu miliki yakni panjang 8-10 meter, lebar 6-8 meter, dan tinggi 1 meter
  • Ratakan lahan yang hendak ditempati oleh kolam terpal
  • Apabila dirasa perlu, buat saluran air pada bagian tengah kolam yang nantinya bakal digunakan ketika masa panen tiba
  • Tebarkan pasir halus dengan ketebalan sekira 10 sentimeter pada luas daerah yang hendak dibuat kolam
  • Gunakan penyangga pada kolam terpal agar lebih kuat, bisa menggunakan anyaman bambu
  • Pasang terpal pada penyangga dengan bentuk persegi panjang.

3. Penebaran Benih

penebaran benih ikan patin

sumber: youtube suksespedia

Setelah kolam terpal jadi dan siap dipakai, langkah selanjutnya adalah penebaran benih.

Akan tetapi, sebelum penebaran dilakukan, pastikan terlebih dahulu bahwa kolam sudah ditumbuhi plankton sebagai pakan alami.




Kemudian, kamu mesti memertahankan kedalaman air kurang lebih sekitar 50 sentimeter.

Apabila proses tersebut telah terlaksana, baru selanjutnya kamu bisa menebar benih ikan patin.

Hal yang harus dperhatikan ketika penebaran benih agar budidaya ikan patin di kolam terpal bisa menghasilkan untung seperti yang diharapkan yakni;

  • Ketika benih ikan patin yang berada pada wadah plastik datang, simpan terlebih dahulu di kolam terpal yang telah terisi air guna penyesuaian suhu
  • Seperti pada ternak lele atau budidaya ikan lainnya, waktu terbaik dalam penebaran benih adalah pagi atau sore hari lantaran suhu pada waktu tersebut cukup baik
  • Apabila suhu dirasa telah sesuai, selanjutnya miringkan kantong plastik benih dan membuka ikatannya, kemudian biarkan benih ikan patin bergerak keluar dengan sendirinya
  • Usahakan dalam proses penebaran benih ini, banyaknya ikan disesuaikan dengan ukuran kolam.

4. Memberi Pakan

Melansir ilmubudidaya.com, pemberian pakan dalam budidaya ikan patin di kolam terpal idealnya diberikan ¾ dari bobot tubuh ikan.

Namun, ketika ikan masih berukuran kecil, pemberiaan pakan mesti lebih banyak, misalnya 4 sampai 5 kali.

Nah, ketika ikan patin mulai mendekati masa panen, intensitas pemberian pakan sedikit dikurangi, yakni 3 kali dalam sehari.

Pemberian pakan ini dilakukan dengan menaburkannya secara merata pada permukaan kolam dan dilakukan bertahap.

5. Pemeliharaan Rutin

Guna menghasilkan cuan yang besar, proses pemeliharaan sangatlah penting.

Lakukanlah penggantian air secara rutin, idealnya 2 sampai 3 minggu sekali.

Pergantian air ini bertujuan untuk membuang sisa-sisa kotoran makanan atau kotoran ikan patin di kolam.

Akan tetapi, pergantian air ini pun mesti dilakukan secara bertahap dengan membuang 1/3 isi air terlebih dahulu.

Selanjutnya baru tambahkan air bersih secara perlahan.

Saat musim kemarau, kamu mesti lebih sering cek volume air karena berpotensi lebih cepat menyurut lantaran air kolam pada musim kemarau lebih cepat menguap.

6. Memasuki Masa Panen

budidaya ikan patin di kolam terpal

sumber: youtube suksespedia

Setelah proses budidaya ikan patin di kolam terpal menyentuh umur 5 sampai 6 bulan, maka langkah selanjutnya adalah masa panen.

Beberapa hal yang mesti diperhatikan ketika masa panen ini di antaranya;

  • Keringkan air di dalam kolam, misalnya dengan menyisakan volume air sebanyak 1/3 bagian
  • Gunakan jaring untuk menangkap ikan patin yang telah besar dan siap dijual
  • Lakukan proses tersebut dengan hati-hati supaya kualitas ikan terjaga
  • Masukkan ikan-ikan itu ke dalam air segar, usahakan suhu air sekitar 20 derajat celcius.

Analisa Modal dan Keuntungan

Budidaya ikan patin di kolam terpal berpotensi menghadirkan keuntungan yang cukup menggiurkan.

Berikut ini adalah analisa modal dan keuntungan yang bisa kamu peroleh.

Namun, perhitungan ini tidaklah mutlak karena bisa dipengaruhi berbagai faktor.

Dengan asumsi harga bibit patin (ukuran 1 sentimeter), katakanlah Rp200/ekor, maka biaya yang dibutuhkan untuk 6.000 ekor adalah sebagai berikut:

1. Biaya Operasional

  • Benih ikan patin: Rp200x6000 = Rp1.200.000
  • Pakan apung pf.1000 (3 sak atau 30 kg): Rp145.000 x 3 = Rp435.000
  • Pakan apung 781-2 (2 sak atau 60 kg): Rp290.000 x 2 = Rp580.000
  • Biaya lainnya : Rp500.000
  • Total biaya: Rp1.200.000 + Rp435.000 + Rp580.000 + Rp500.000 = Rp2.715.000

2. Pendapatan

  • Harga ikan patin Rp16.000/kg
  • Misalnya 1 kg berisi 3 ekor, maka hasil panen dari 6000 ekor adalah 2000 kg
  • Hasil penjualan Rp16.000 x 2000 = Rp32.000.000

3. Keuntungan

  • Rp32.000.000 – Rp2.715.000 = Rp29.285.000

Untuk diketahui, contoh perhitungan dan keuntungan tersebut belum termasuk biaya pembuatan kolam terpal.

Kamu bisa menyesuaikan atau membuat kolam terpal sesuai kebutuhan, tergantung luasnya halaman rumah.

***

Semoga ulasannya bermanfaat, Sahabat 99.

Ikuti terus informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah dijual di Depok?

Cek ragam pilihan lainnya di www.99.co/id. dan rumah123.com, karena kami selalu #AdaBuatKamu.




Hendi Abdurahman

Selain menulis, juga menikmati jalan-jalan dari satu gang sempit ke gang sempit lainnya.

Related Posts