Finansial Keuangan

Budidaya Ikan Sidat | Bisnis Mandiri Pemula dengan Untung Menjanjikan

4 menit

Pelajari cara budidaya ikan sidat di rumah. Modalnya yang kecil dan prosesnya yang mudah cocok untuk para pebisnis pemula.

Ikan sidat adalah jenis ikan yang banyak di temukan di laut utara Jepang.

Bentuknya panjang, hampir sama dengan belut, hanya saja sidat merupakan golongan ikan Anguillidae dan memiliki sirip di sampingnya.

Ikan sidat digemari banyak orang dan merupakan bahan dasar dari beragam hidangan makanan.

Namun, dikarenakan krisis nuklir yang mencemarkan laut utara Jepang dengan limbah radioaktif, impor ikan sidat semakin berkurang.

Hasilnya, permintaan ikan sidat yang melonjak tidak tertangani.

Ini merupakan kesempatan bisnis mandiri yang sempurna bagi para pemula mengingat peluangnya yang besar, prosesnya yang mudah, dan modalnya yang tidak terlalu mahal.

Biar lebih jelasnya lagi, mari kita bahas peluang untung budidaya ikan sidat dan prosesnya di bawah ini!

Potensi dan Keuntungan Budidaya Sidat di Indonesia

budidaya ikan sidat

Sebelum kita belajar cara ternak ikan sidat, mari kita diskusikan keuntungan dan peluangnya di pasar Indonesia.

Sampai sekarang, Vietnam dan China merupakan negara produsen ikan sidat terbanyak.

Hasil ikan sidat yang dipanen kedua negara tersebut diimpor ke Jepang dan Korea Selatan sebanyak hampir 500 ribu ton per tahunnya.

Jumlah besar ini ternyata masih belum cukup untuk memenuhi permintaan ikan sidat yang semakin bertambah di pasaran.

Di sisi lain, limbah yang semakin mengotori lautan Vietnam dan China pun semakin bertambah seiring perkembangan industri.

Alhasil, produksi ikan sidat pun semakin berkurang, membuka kesempatan bagi kita untuk memasok sidat ke negara-negara yang membutuhkan.

Kita pun tentunya akan lebih untung.

Berbicara tentang keuntungan bisnis mandiri ikan sidat, berikut adalah kalkulasinya.

Menurut garudacitizen.com, tingkat petani sidat jenis elver bisa menjual sebanyak Rp250 ribu per kilogram.

Untuk ikan sidat berukuran 15 sampai 20 gram, harganya mencapai Rp20 sampai 40 ribu.

Jika kamu memilih jenis Anguilla Bicolor, untungnya lebih besar.

Anguilla Bicolor yang dijual seharga Rp75 ribu per kilogram, sementara Anguilla Marmorata ditetapkan seharga Rp125 sampai Rp180 ribu per kilogram.

Cara Budidaya Ikan Sidat

Selain permintaan pasar yang semakin tinggi, keuntungan budidaya ikan sidat lainnya adalah prosesnya yang mudah dijalani.

Kamu bisa melakukan budidaya sidat pada kolam terpal di rumah, sama seperti ikan-ikan lainnya.

Baca Juga:

4 Cara Budidaya Ikan Mas untuk Pemula. Siap Untung Besar?

Selain itu, ikan sidat juga mudah dirawat.

Jenisnya tidak membutuhkan perawatan spesial seperti ikan nila atau gurame yang tergolong jenis ikan sensitif.

Berikut adalah langkah-langkah cara budidaya ikan sidat di rumah.

1. Mempersiapkan Kolam untuk Budidaya Ikan Sidat

budidaya ikan sidat

Ikan sidat bisa tumbuh besar di dalam kolam tanah, terpal, atau beton, semuanya tergantung modal yang kamu punya.

Apapun jenis kolamnya, hal yang harus kamu perhatikan adalah sirkulasi air dan aerasi yang harus terus menerus berjalan.

Kebanyakan petani ikan sidat menggunakan kolam beton karena sifatnya yang lebih mudah dikontrol.

Kolam terpal dapat menyesuaikan suhu di sekitarnya dan membuat kolam menjadi habitat nyaman untuk sidat.

2. Menjaga Suhu Kolam Budidaya Ikan Sidat

Agar ikan tumbuh sehat dan segar, suhu kolam harus dijaga.

Suhu kolam ikan sidat yang optimal berada pada 28 sampai 32 derajat Celsius.

Suhu ini pun nanti disesuaikan dengan jenis ikan sidat yang akan kamu ternak.

Untuk jenis glass eel, suhu kolam disarankan ada pada 28 sampai 31 derajat Celsius.

Jenis pendederan elver harus ada pada 29 sampai 32 derajat Celsius, sementara pembesaran semua jenis memerlukan suhu optimal 28 sampai 32 derajat Celsius.

3. Tingkat pH Air Harus Normal

budidaya ikan sidat

Tingkat keasaman (pH) kolam budidaya sidat harus beriksar sekitar 7 sampai 8, karena sidat lebih suka habitat air yang mendekati pH normal.

Tingkat pH kurang dari 7 tidak akan cocok untuk ikan sidat dan membuat mereka mudah stres.

Untuk menaikkan tingkat pH kolam air, akan diperlukan proses oksidasi yang dapat mengurangi kandungan oksigen dalam air.

Kandungan oksigen kolam ikan sidat juga perlu diperhatikan.

Kandungan oksigen terlarut yang terbaik untuk pertumbuhan ikan sidat berada pada >5 mg/L.

Kandungan ini sesuai dengan kebutuhan oksigen pada kolam ikan yang berada di daerah-daerah tropis seperti Indonesia.

4. Pemilihan Bibit Ikan Sidat

Proses budidaya ikan sidat ini mungkin adalah langkah yang tersulit.

Mencari bibit tunggal ikan sidat tidaklah mudah mengingat produsennya yang semakin berkurang.

Bibit ikan sidat yang terbaik adalah bibit yang didapatkan langsung dari alam dan belum ada yang memijahnya.

Ukuran bibit sidat tergolong kecil dan kondisi tubuhnya transparan.

Dewasa ini, kamu bisa menemukan bibit sidat lewat jual beli ikan online.

5. Pakan Ikan Sidat

Pakan sidat merupakan faktor penting dalam cara ternak ikan sidat.

Pakan yang dipilih bisa berupa pakan alami atau pakan buatan.

Pakan alami yang dimaksud adalah cacing sutra atau plankton, sementara pakan buatan dibuat dari pelet yang disesuaikan dengan umur sidat.

Pakan sidat tergolong padat dan akan menyebar ketika ditebar ke dalam kolam.

Hal ini berpotensi membuat kolam terlihat lebih keruh dari biasanya.

Maka dari itu, penting hukumnya bagi kamu untuk menambahkan suplemen organik cair GDM perikanan sebanyak 6 ml/m3 setiap seminggu sekali.

Suplemen ini akan memaksimalkan pertumbuhan plankton dan membuat air lebih jernih.

Suplemen lainnya yang bisa kamu tambahkan ke dalam kolam adalah SOC GDM.

Teteskan bersama dengan 10 m/kg pakan.

Secara umum, pemberian pakan ikan sidat adalah 2 sampai 5 persen dari biomassa bobot sidat setiap harinya.

Pakan ini diberikan 2 kali sehari yaitu saat pagi hari (40%) dan malam hari (60%).

6. Tahap Pendederan Ikan Sidat

Dalam ilmu budidaya ikan sidat, terdapat 2 tahap pendederan, yaitu untuk glass eel dan elver.

Pendederan untuk glass eel dilakukan di kolam fiber (berbentuk bulat lebih baik) berkapasitas setidaknya 500 liter.

Dengan masa pemeliharaan 45 sampai 50 hari, padat tebar sejumlah 20 ekor/liter sampai ikannya mencapai 500 ekor/kilogram.

Dalam masa ini, kamu harus mengganti air dengan sistem resirkulasi 75% setiap hari.

Jangan lupa lengkapi kolam dengan bak filter, sinar UV, dan aerasi.

Pendederan kedua dilakukan ketika ikan sidat sudah terlihat memiliki pigmen unik.

Tahap ini biasanya dilakukan ketika umur ikan 3 bulan, atau bobotnya mencapai 50 ekor per kilogram.

Penggantian air pendederan kedua dilakukan dengan sistem resirkulasi air 30% setiap hari.

7. Proses Panen Ikan Sidat

Akhirnya, kita sampai pada tahap terakhir budidaya ikan sidat.

Ikan sidat sudah boleh dipanen ketika ukurannya mencapai 180 sampai 230 gram per ekor.

Kamu bisa melakukan panen ikan sidat secara serentak atau secara bertahap, satu demi satu.

Apabila kamu memilih cara bertahap, kamu bisa memanen ikat sadat dengan cara dipancing menggunakan pakan palet.

Hal ini lebih mudah dibandingkan dengan masuk ke dalam kolam dan mencoba menangkapnya dengan tangan kosong.

Sementara itu, bagi kamu yang memilih panen serentak, sebelum dipanen, kolam harus dikurangi airnya sampai badan ikan sidat terlihat.

Giring ikan ke bak penampungan dan pisahkan berdasarkan ukuran untuk dijual kelak.

Baca Juga:

Belajar Budikdamber, yuk! Teknik Budidaya Ikan & Tanaman yang Viral namun Bermanfaat

Semoga informasi cukup mengedukasi ya, Sahabat 99…

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu juga bisa menemukan hunian idaman seperti Metland Cibitung langsung di 99.co/id!

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts