Berita

Budidaya Jamur di Rumah, Bisa Jadi Peluang Usaha!

7 Juni 2019
budidaya jamur
3 menit

Ingin memulai bisnis di rumah tapi kok wacana terus, ya? Nah, coba deh kamu memulai dengan budidaya jamur tiram. Jenis jamur ini paling sering dicari orang.

Zaman sekarang, uang dari penghasilan utama saja tidak terlalu cukup untuk kehidupan sehari-hari.

Kalau kamu menginginkan adanya uang sisa dari penghasilan utama, sepertinya mencari bisnis tambahan sangat diperlukan untukmu.

Siapa tahu ini bisa jadi sumber penghasilam utama kamu kalau sudah berkembang nanti.

Seperti berbisnis budidaya jamur.

Budidaya jamur sangat cocok untuk daerah yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia.

Jamur yang bisa kamu gunakan antara lain, jamur tiram yang dikenal dengan nama latin Pleurotus Ostreatus.

Keberadaan jamur tiram ini tinggi peminatnya, lho.

Jamur tiram banyak disukai masyarakat karena rasanya yang enak dan bisa digunakan untuk variasi masakan.

Seperti apa cara budidaya jamur tiram?

Berikut ini step by stepnya ya, Sahabat 99!

Cara Budidaya Jamur Tiram Sederhana

1. Memilih Bibit Jamur Tiram yang Baik

budidaya jamur

Padanan istilah bibit, bebet, bobot itu bukanlah cuma omongan belaka, Sahabat 99!

Kalau kita mau sukses dalam bisnis ini, pilihlah bibit jamur tiram terbaik.

Banyak orang gagal di bisnis ini karena tidak memperhatikan bibit jamur tiramnya.

Ada baiknya, kita membeli bibit terbaik ini dari petani jamur tiram yang sudah berpengalaman bertahun-tahun membudidayakannya.

2. Menyiapkan Kumbung

Kumbung atau rumah jamur terbuat dari bambu atau kayu yang berguna sebagai tempat perawatan baglog dan menumbuhkan jamur.

Dinding kumbungnya bisa dibuat dari gedek atau papan serta atapnya beramterial genteng atau sirap.

Kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat untuk menyusun baglog.

Rangka rak bisa dibuat dari bambu atau kayu dan diletakkan berjajar antara rak satu dengan yang lain.

Hanya saja dipisahkan oleh lorong untuk perawatan.

Ukuran ketinggian ruang antar rak sebaiknya tidak kurang dari 40 cm, rak bisa dibuat 2-3 tingkat.

Lebar rak 40 cm dan panjang setiap ruas rak 1 meter.

Setiap ruas rak sebesar ini bisa memuat 70-80 baglog.

Keperluan rak disesuaikan dengan jumlah baglog yang akan dibudidayakan.

Baca Juga:

19 Tanaman Herbal Di Pekarangan Rumah Ini Ternyata Bisa Jadi Obat!

3. Perhatikan Media Tanamnya

Setelah kumbung siap, waktunya untuk membuat media tanam budidaya jamur tiram.

Tantangan tersulit dari budidaya jamur tiram memang saat membuat media tanamnya, baglog.

Baglog ini terbuat dari bekatul, grajen (serbuk gergaji) dan kapur.

Campuran tiga bahan inilah yang nantinya bisa mengeluarkan jamur tiram.

Semua bahan ini harus diaduk rata dan ditambahkan air sekitar 60% dari berat media tersebut.

Lalu, jangan lupa tutup dengan terpal atau plastik.

4. Perhatikan Proses Fermentasinya

budidaya jamur

Setelah mencampur tiga bahan tadi, diamkan media itu tumbuh 5-10 hari agar proses pelapukan atau pengomposan pada material itu sempurna.

Pada proses ini, kita harus memastikan kalau udara di sekitar media tanam meningkat sampai 70 derajat celcius.

Kita juga harus melakukan proses pemerataan material tanah dengan cara membolak-balikkannya.

Kalau baglog sudah berwarna cokelat kehitaman, artinya media tanam sudah siap.

5. Sterilisasi Baglog Jamur Tiram

Langkah selanjutnya adalah sterilisasi.

Kita membutuhkan beberapa drum untuk proses ini.

Drum pertama kita isi dengan air sekitar 30-50 cm dari dasar drum.

Lalu panaskan air dalam drum sampai mengeluarkan uap.

Kemudian tutup.

Drum juga harus dilubangi dan disambungkan dengan selang besar untuk dihubungkan dengan drum kedua.

Nantinya aliran uap akan masuk ke drum ke-dua dari bawah.

Kemudian bagian atas ditutup dengan pengencang dari besi yang diberi lubang untuk dihubungkan dengan drum ketiga.

Terus lalukan tersebut pada drum ketiga dan selanjutnya, ya.

Nantinya di drum terakhir harus ada plastik yang diikat dengan tali tambang.

Jangan memakai besi karena berpengaruh besar pada tekanan.

Baca Juga:

Tak Bisa Mati, 7 Tanaman Indoor Ini Cocok Menghiasi Isi Rumah

6. Inokulasi Baglog Jamur Tiram

Tahapan selanjutnya kita pindahkan baglog tersebut ke tempat inokulasi.

Biarkan selama 24 jam agar kembali ke suhu normal.

Pastikan sirkulasi udara di tempat tersebut berjalan dengan baik buat mencegah baglog tercemar bakteri.

Kita harus menyiapkan botol bibit F3, lalu semprot menggunakan alkohol.

Selanjutnya kita semprot botol dengan api spiritus sampai sebagian kapas terbakar, lalu matikan api tersebut.

Lalu kita buka kapas penyumbat botolnya, dan aduk dengan benda yang sudah disterilkan di atas api.

Tahapan terakhir inokulasi, kita pindahkan bibit dari botol ke dalam baglog hingga sebatas leher, dan tutup kembali dengan kapas.

7. Inkubasi Jamur Tiram

budidaya jamur

Pada tahap inkubasi, jamur tiram harus disimpan pada ruangan dengan suhu 22-28 derajat celcius.

Tingkat kelembapan yang dibutuhkan yaitu 60-70%.

Masa inkubasi ini berlangsung selama beberapa minggu sampai tumbuh dengan sempurna

8. Saatnya Memanen!

Step terakhir, adalah panen jamur tiramnya!

Biasanya dalam waktu satu bulan jamur ini akan siap dipanen.

Jangan memanen jamur dengan tangan kosong karena bisa menyebabkan luka dan terjadi pembusukan pada jamur tersebut.

Lakukan proses panen hanya dengan pisau tajam.

Caranya, kita potong bagian pangkal batang, setelah itu langsung diletakkan ke dalam keranjang.

Kita juga enggak boleh membersihkan jamur di dalam ruangan pengembangbiakan.

Untuk pengemasan, masukkan jamur tiram tersebut ke dalam plastik transparan.

Jangan terlalu banyak udara yang dibuat pada plastik karena bisa menimbulkan gas di dalam plastitk.

Pastikan pintu kumbung tertutup rapat dan jangan biarkan cahaya masuk agar tempat jamur tumbuh tidak terganggu.

Mudah bukan?

Semoga artikel di atas bermanfaat bagi Sahabat 99!

Kunjungi pula Blog 99.co Indonesia agar lebih paham informasi seputar properti.

Tak lupa, pantengin terus 99.co/id  untuk mendapatkan rumah terbaik dengan harga terjangkau!

You Might Also Like