Berita

Budidaya Lobster Air Tawar | Usaha Mandiri Sukses untuk Pemula

5 Januari 2020
budidaya lobster
4 menit

Bingung memilih usaha mandiri dengan modal kecil namun untung melimpah? Mengapa tidak mencoba budidaya lobster? Simak caranya di bawah ini.

Seperti yang sudah kita tahu, lahan pekerjaan semakin sini semakin sempit.

Kesempatan kita untuk bekerja semakin mengecil.

Itulah mengapa membuka usaha mandiri merupakan pilihan tepat untuk masa depan yang aman dan terjamin.

Salah satu bisnis mandiri yang sedang naik daun belakangan ini adalah budidaya lobster.

Dengan modal yang tidak semahal yang diperkirakan banyak orang, untung yang bisa diraup dari budidaya lobster sangat besar.

Simak cara memulai budidayanya di bawah ini.

Panduan Budidaya Lobster Air Tawar untuk Pemula

Proses Pembibitan Lobster

1. Membedakan Induk Lobster Jantan dan Betina

Ketika memilih bibit lobster, hal pertama yang harus diperhatikan adalah membedakan lobster jantan dan betina.

Hal ini sangat penting karena kebanyakan peternak lobster yang baru memulai usaha mereka sering kali membeli gender lobster yang salah sehingga proses pembibitan tertunda.

Untuk membedakan lobster jantan dan betina bukan lah hal yang mudah mengingat ukuran lobster yang kecil.

Pertama, perhatikan warna capit lobster.

Bila warna merahnya terlihat lebih banyak dan menyala, itu adalah tanda lobster jantan, sementara capit lobster betina berwarna hitam dengan sedikit corak merah.

Selain itu, ukuran badan lobster betina juga lebih besar dibandingkan lobster jantan.

Baca Juga:

4 Cara Budidaya Ikan Mas untuk Pemula. Siap Untung Besar?

Apabila dilihat secara hati-hati, mereka memiliki lubang kecil pada tangkai kaki kedua, sedangkan lubang lobster jantan ada di kaki ke lima.

2. Memilih Induk Lobster Berkualitas

Setelah tahu cara membedakan lobster jantan dan betina, jangan lupa untuk memilih jenis benih berkualitas.

Cara mengetahui induk lobster berkualitas adalah dengan tidak memilih lobster yang sedarah atau inbred.

Peternak juga harus memilih lobster dengan tampilan menawan.

Warna lobster harus terlihat cerah dan segar, dengan usia minimal 6 bulan.

Semakin besar fisiknya, semakin baik fungsinya sebagai indukan budidaya lobster.

Media Lobster Air Tawar

Untuk budidaya lobster air tawar, peternak tidak diwajibkan untuk membangun sebuah media tertentu.

Medianya bisa beragam, mulai dari kolam plastik, fiber, semen, sampai tanah.

budidaya lobster

Agar lebih mudah dan tidak mengeluarkan banyak modal, peternak disarankan untuk memilih kolam tanah.

Sebelum meletakan indukan lobster, kolam tanah wajib dibersihkan dan dikeringkan terlebih dahulu.

Pastikan ukuran media pembenihan minimal 1 x 0,5 x 25 cm.

Proses Kawin Lobster Jantan dan Betina

Langkah berikutnya dalam budidaya lobster air tawar adalah mengawinkan kedua induk.

Caranya dengan menggabungkan indukan betina dan jantan di dalam kolam.

Dalam satu media pembenihan bisa dimasuki sekitar 5 lobster betina dan 3 lobster jantan.

Dalam proses ini, kita harus menyediakan lebih dari 2 induk jantan karena induk betina yang akan memilih pasangannya.

Apabila gagal memilih satu lobster jantan, ia akan berpindah ke lobster lainnya.

Selanjutnya letakan sekitar delapan pipa paralon dengan diameter 2 inci dan panjang 20 cm.

Tunggu proses pembuahan dan pembibitan sampai 2 minggu.

Minggu ke-tiga, lobster betina akan bertelur.

Lobster betina akan mengeluarkan telur dari lubang pangkal kaki ketiga, lalu turun ke ebdomennya.

Saat proses ini terjadi, jangan heran jika lobster betina menghindari lobster jantan karena mereka kan mebutuhkan ruang untuk bergerak dan bertelur.

Proses Pembesaran Lobster Air Tawar

Untuk proses pembesaran lobster air tawar, peternak bisa memilih dua cara, yaitu melalui media akuarium atau kolam terbuka.

Sebelum menyimpan bayi lobster di dalam akuarium atau kolam terbuka, pastikan kedua medianya sudah dibersihkan dan dikeringkan, sehingga tidak terkontaminasi dari zat beracun.

budidaya lobster

Zat beracun yang mengkontaminasi media pembesaran lobster bisa-bisa mengakibatkan cacat atau kematian.

Agar budidaya lobster lancar dengan hasil yang menguntungkan, peternak harus memastikan pH air berada pada 7 sampai 8, dengan kadar oksigen 4 ppm, dan suhu air 26 sampai 30 derajat Celsius.

Berikut proses pembesaran lobster air tawar secara detail.

1. Media Kolam Tanah / Semen dan Terpal

Isi kolam dengan air seminggu sebelum bibit dilepaskan ke dalamnya untuk menetralisir kuman dan kotoran.

Untuk media satu ini, pilihlah bibit yang berukuran 1 sampai 2 inchi.

Bayi-bayi lobster di dalam kolam terpal dapat tumbuh sebesar 10 sampai 12 ekor per kilogram.

Sebagai sumber oksigen, jangan lupa memasang kincir atau aerator gelembung udara.

2. Media Akuarium

Ukuran akuarium yang dibutuhkan sekitar 100 x 50 cm x 30 cm.

Dengan ukuran sebesar ini, akuarium dapat menampung sebanyak 3 lobster indukan.

Jumlah air di dalam akuarium juga perlu diperhatikan.

Isi sekitar 15 sampai 20 cm dari dasar akuarium untuk mendukung pertumbuhan lobster yang maksimal.

Pemberian Pakan Lobster

Ketika lobster ternakan sudah melalui proses pembenihan dan pertumbuhan, saatnya para peternak belajar memberi pakan.

Lobster wajib diberi pakan sebanyak dua kali sehari, tepatnya pada pagi dan sore hari.

Peternak bisa memilih jenis pakan untuk lobster, semuanya dapat dibeli di toko memancing, asalkan penuh nutrisi.

Palet yang diberi dari toko memancing biasanya lebih murah, namun tidak kalah kualitasnya dari pakan yang dibeli di produsen khusus budidaya lobster.

Pakan yang bisa diberikan untuk lobster air tawar adalah jagung basah parut, ketela pohon parut, dan sayuran.

Untuk para peternak yang menggunakan media kolam tanah, nutrisi juga dapat didapatkan dari plankton dan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di dalam kolam.

Memberikan asupan nutrisi secara alami seperti di atas akan memotong modal awal ternak lobster karena peternak tidak harus lagi membeli nutrisi khusus dari pabrik-pabrik tertentu.

Jangan lupa merawat bayi-bayi lobster yang baru menetas dengan membedakan pakan mereka.

Hindari memberi makan sayur-sayuran atau umbi-umbian karena susah dicerna.

Berikan cacing sutera atau cacing beku dalam bentuk kubik.

Dosis pemberian makanan berjumlah 25% ketika pagi dan 75% untuk sore hari.

Presentase porsi makanan juga disesuaikan dengan berat anakan lobster tersebut.

Setidaknya 3% dari berat badan lobster ternak.

Perawatan Lobster Air Tawar

budidaya lobster

Pengendalian Hama

Walaupun lobster diberkati dengan cangkang yang keras, bukan berarti kita tidak harus waspada akan hama berbahaya yang tumbuh di sekitar kolam.

Para peternak harus tetap waspada akan hama, terutama hama tumbuhan air yang biasanya berkembang biak saat musim panen.

Untuk menjauhkan lobster dari hama, pastikan kolam atau akuarium selalu bersih, entah itu dari kotoran atau lumut.

Waktu Panen Lobster

Langkah terakhir dalam ternak lobster adalah musim panen.

Lobster bisa diambil dari kolam atau akuarium setelah usianya minimal 6 sampai 8 bulan.

Pada usia ini, berat lobster akan mencapai 11 sampai 13 ekor per kilogramnya, berat yang cukup untuk dijual dan dikonsumsi langsung oleh para konsumen.

Semakin besar lobster yang dijual, harganya semakin mahal.

Jadi, bijak-bijak dalam memilih lobster mana yang akan dijual, ya.

Cara Merawat Lobster Air Tawar

Setelah panen, peternak juga wajib tahu cara merawat lobster yang sudah siap dijual.

Berikut adalah langkah merawat lobster yang perlu diaplikasikan.

  1. Memberi makan teratur, yaitu 2 kali dalam sehari, setiap pagi dan menjelang sore
  2. Membersihkan saringan / filter kolam dari kotoran, tumbuhan liar, atau sisa makanan lobster yang telah mengendap
  3. Menjaga gelembung udara atau aerator berfungsi dengan baik
  4. Mengganti air kolam dengan tidak menguras seluruh isi kolam (sisakan kira-kira ¼ bagian)

Baca Juga:

Panduan Mudah Budidaya Bawang Merah di Lahan Kering Bagi Pemula

Semoga bermanfaat artikelnya ya, Sahabat 99!

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Blog 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan properti idaman di 99.co/id.

You Might Also Like