Berita Ragam

Kenali Ciri-Ciri Buku Nikah Palsu. Awas, Pembuat & Pengguna Bisa Kena Sanksi Pidana!

3 menit

Saat ini buku nikah palsu banyak beredar dan cukup meresahkan warga karena rawan disalahgunakan. Untuk mengetahuinya, kenali ciri-ciri dan cara mengeceknya di sini!

Buku nikah adalah buku yang diterbitkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Republik Indonesia kepada pasangan pengantin di hari pernikahan.

Salah satu fungsi dari buku nikah adalah sebagai bukti bahwa pernikahan tersebut sah, baik secara agama maupun hukum.

Namun, kini banyak beredar dokumen dan buku nikah palsu yang digunakan untuk kepentingan tertentu.

Tentu saja hal ini merupakan bentuk penipuan dan pelakunya pun dapat terkena sanksi.

Untuk mengetahui apakah suatu buku nikah asli atau bukan sebenarnya tidak sulit.

Berikut ini adalah ciri-ciri buku nikah palsu yang perlu kamu ketahui.

Ciri-Ciri Buku Nikah Palsu

buku nikah

1. Hologram

Langkah pertama untuk mengetahui keaslian buku nikah adalah mengecek hologramnya.

Buku nikah yang palsu tidak memiliki hologram dari Kementerian Agama RI.

2. Ukuran Buku

Ukuran bukunya pun sebenarnya memiliki perbedaan.

Bentuk buku nikah yang palsu biasanya berukuran lebih besar jika dibandingkan dengan buku nikah yang asli.

3. Warna Buku

Warna dari buku nikah yang palsu umumnya berwarna lebih gelap jika dibandingkan dengan buku nikah yang asli.

4. Ukuran Tulisan

Ukuran tulisan ‘Akta Nikah’ tampak terlihat jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan yang ada dalam buku nikah asli.

5. Konten Buku

Hal lainnya yang berbeda adalah konten di dalam buku.

Pada beberapa buku nikah yang palsu, tidak terdapat halaman nasihat.

6. Jenis Kertas

Kertas yang digunakan pun adalah kertas HVS biasa, tidak seperti kertas di buku nikah asli.

7. Lambang Garuda

Lambang garuda di halaman terdepan umumnya berwarna emas dan cenderung lebih gelap jika dibandingkan dengan buku nikah yang asli.

8. Nomor Registrasi

Perhatikan juga nomor registrasi pada buku nikah.

Pada buku nikah yang palsu, tidak terdapat nomor registrasi atau sebenarnya ada tetapi lubangnya kurang rapi.

Cara Mengecek Buku Nikah secara Online

simkah

Sumber: simkah.kemenag.go.id

Saat ini, kita dapat melakukan pengecekan buku nikah yang dicurigai secara online.

Kementrian Agama melalui Ditjen Bimas Islam memberikan kemudahan melalui aplikasi pencatatan nikah mutakhir yang diberi nama Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH).

SIMKAH merupakan aplikasi berbasis web yang sudah terintegrasi nasional dengan aplikasi

  • Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK),
  • Ditjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri, dan
  • Sistem Informasi PNBP Online (Simponi) Kementerian Keuangan.

Kini kamu dapat mengakses SIMKAH melalui ponsel pintar untuk melakukan pengecekan status pernikahan seseorang.

Ketentuan Buku Nikah

buku nikah palsu

Dalam mengurus buku nikah sendiri, terdapat beberapa ketentuan yang perlu diikuti oleh calon pengantin.

Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut:

1. Ketentuan Pas Foto Nikah

Ukuran pasfoto pada buku nikah yaitu 2×3 dan diserahkan pada penyerahan dokumen menikah ke KUA.

Sementara itu, latar fotonya berwarna biru.

Hal tersebut sesuai dengan ketentuan Dirjen Bimas Islam nomor DJ.II/1142/2013.

2. Warna Buku Nikah

Terdapat dua buku nikah yang diberikan oleh KUA, yaitu berwarna merah dan hijau.

Buku berwarna merah dipegang oleh suami, sedangkan warna hijau dipegang oleh istri.

Dalam buku nikah, terdapat data-data penting suami dan istri, seperti

  • data suami dan istri;
  • wali nikah;
  • pas foto;
  • tempat dan tanggal pernikahan;
  • mahar atau mas kawin; serta
  • janji antara suami dan istri secara Islam yang ditandatangani oleh suami.

Sanksi Hukum bagi Pembuat & Pengguna Buku Nikah Palsu

palu juri hukum

Membuat buku nikah merupakan tindakan kriminal.

Para pelaku pembuat buku nikah palsu juga akan mendapat sanksi hukum.

Adapun sanksi yang akan diterima adalah pidana penjara paling lama enam tahun, hal tersebut tercantum dalam Pasal 263 KUHP:

“Barang siapa membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang, atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, diancam jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian, karena pemalsuan surat, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.”

Selain pembuat, bagi mereka yang menggunakannya juga akan mendapatkan sanksi yang sama.

“Diancam dengan pidana yang sama, barang siapa dengan sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian.”

***

Demikian ciri-ciri, cara mengecek dan sanksi bagi pembuat dan pengguna buku nikah palsu.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Sahabat 99!

Jangan lupa baca artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari hunian masa kini yang nyaman di BSD?

Kunjungi 99.co/id dan temukan beragam hunian modern seperti di BLV BSD City.

***NIT/IQB

Nita Hidayati

An enthusiastic content writer who loves Scandinavian design
Follow Me:

Related Posts