KPR

Seluk-beluk Bunga KPR dan Cara Menghitungnya | Penting Dipahami Calon Peminjam!

3 menit

Kamu sedang berencana membeli rumah dengan sistem KPR? Tahan, jangan terburu-buru Sahabat 99. Sebelum mengajukan KPR pada bank, baiknya kamu memahami seluk-beluk bunga KPR dan cara menghitungnya terlebih dahulu.

Memahami bunga KPR sangatlah penting, karena elemen ini akan menentukan besarn cicilan yang harus dibayar setiap bulannya.

Jika kamu memahami seluk-beluk dan cara perhitungannya, tentu ini akan lebih memudahkan dalam mengukur tingkat kemampuan finansial.

Sehingga dapat meminimalisir kemungkinan kredit macet kedepannya.

Bunga KPR

KPR  merupakan sebuah produk bank dalam bentuk pinjaman bagi pembeli rumah.

Program ini memungkinkan dirimu untuk membeli rumah dengan sistem kredit.

Namun seperti sistem kredit pada umumnya, ada yang dinamakan bunga dalam perhitungan cicilan.

Bunga KPR cenderung naik setiap tahunnya, sehingga kamu harus cermat dalam memilih suku bunga yang tepat.

Berikut penjelasan lengkap mengenai dua jenis bunga KPR yang ditawarkan oleh setiap produk:

1. Suku Bunga Floating

bunga KPR floating

Suku  bunga floating adalah tingkat suku bunga yang memiliki sifat tidak tetap.

Hal ini karena suku bunga bergantung pada suku bunga dasar yang berlaku di Bank Indonesia.

Ini menyebabkan pembayaran cicilan KPR bisa berbeda-beda jika nilai rupiah sedang tidak stabil.

Keuntungan memilih jenis bunga ini adalah saat suku bunga BI turun maka bunga cicilan juga turun dan sebaliknya.

Baca Juga:

Mau KPR Ruko? Perhatikan Dulu Persyaratan, Dokumen dan 3 Tips Pentingnya!

Kenaikan suku bunga BI biasanya berdasar pada kondisi ekonomi negara atau adanya defisit anggaran negara.

Namun tenang, evaluasi suku bunga BI dievaluasi setiap beberapa periode tertentu dan tidak dilakukan setiap bulan.

2. Suku Bunga Flat

bunga KPR flat

Sementara untuk suku bunga flat, tingkat suku bunganya ditentukan oleh  pokok utang di awal.

Suku bunga ini memungkinkan jumlah cicilan untuk selalu tetap selama masa pinjaman.

Sehingga kamu tidak perlu memikirkan jumlah cicilan yang naik turun setiap bulan.

Jenis suku bunga datar sangat cocok untuk kamu yang tidak ingin mengambil risiko dan punya penghasilan tetap.

Cara Perhitungan Bunga KPR

Setelah memahami suku bunga KPR, maka waktunya kamu mencoba menghitung bunga KPR.

Melakukan perhitungan bunga KPR bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu metode efektif dan metode flat.

Berikut penjelasan lengkap mengenai kedua metode perhitungan tersebut:

1. Metode Efektif

Penghitungan bunga dilakukan atas dasar saldo pokok pinjaman pada bulan sebelumnya.

Caranya, tingkat suku bunga akan dikalikan dengan sisa pokok pinjaman.

Pada metode efektif, debitur akan membayar jumlah bunga yang terus menurun setiap bulan.

Hal ini karena sisa pokok pinjaman akan berkurang setiap bulannya, seiring dengan pembayaran cicilan.

Inilah yang menyebabkan metode perhitungan ini disebut sebagai metode efektif.

bunga KPR floating

Kamu pada dasarnya membayar bunga hanya atas sisa pinjaman yang masih dimiliki dan bukan membayar bunga atas dasar plafond pinjaman.

Porsi pembayaran bunga yang menurun akan dikompensasikan dengan porsi pembayaran pokok yang meningkat.

Perhitungan tersebut didapat dari modifikasi metode efektif dengan metode anuitas.

Biasanya Bank memiliki aplikasi software yang secara otomatis menghitung bunga anuitas agar perhitungan lebih mudah.

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh perhitungan dengan kasus debitur mengambil pinjaman KPR senilai Rp24 juta selama satu tahun dengan bunga efektif 10% per tahun.

Bulan Saldo Bunga Anuitas Angsuran Pokok Total Angsuran
0 24,000,000 0 0 0
1 22,090,019 200,000 1,909,981 2,109,981
2 20,164,121 184,083 1,925,898 2,109,981

Terlihat dari tabel di atas bahwa angsuran bulan pertama dan kedua tidak jauh berbeda.

Namun perhitungan bunga anuitasnya berbeda dan semakin menurun.

2. Metode Flat

bunga KPR

Bunga dihitung berdasarkan pinjaman pokok di awal, bukan berdasarkan sisa pinjaman.

Debitur akan membayar pinjaman setiap bulan dengan jumlah yang tetap sama hingga akhir kredit habis.

Jumlah total pembayaran dari pokok dan bunga setiap bulannya pun akan sama besar.

Ini berbeda dengan metode efektif dimana jumlah bunga menurun setiap bulan sejalan berkurangnya saldo pinjaman.

Berikut contoh perhitungan dengan kasus debitur mengambil pinjaman KPR senilai Rp24 juta selama satu tahun dengan bunga flat 5,4991% per tahun.

Bulan Saldo Bunga Angsuran Pokok Total Angsuran
0 24,000,000 0 0 0
1 22,000,000 109,982 2,000,000 2,109,982
2 20,000,000 109,982 2,000,000 2,109,982

Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa bunga dan angsuran pokok debitur persis sama setiap bulannya.

Jika dibandingkan, kamu bisa mengambil jangka waktu kredit dua tahun dengan perhitungan metode efektif bunga 10%.

Untuk menghasilkan angsuran yang sama dengan metode suku bunga flat 5,4991% per tahun.

Baca Juga:

Cicilan KPR Ditunda Sampai Desember 2020 karena Wabah Corona?

Bagaimana, sudah menemukan suku bunga dan metode perhitungan KPR yang tepat untukmu?

Semoga informasinya bermanfaat Sahabat 99..

Jangan lupa kunjungi situs Berita Properti 99 Indonesia untuk melihat artikel menarik lainnya.

Temukan hunian impianmu di 99.co/id!

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts