KPR

Seluk-beluk Bunga Majemuk, dari Cara Menghitung sampai Penggunaan dalam Investasi | Apa Bedanya dengan Bunga Tunggal?

3 menit

Dalam proses peminjaman dana atau investasi, penyedia dana akan mendapat bunga. Ada dua jenis bunga yang biasa digunakan dalam proses peminjaman dana atau investasi, yaitu bunga tunggal dan bunga majemuk.

Bunga muncul sebagai balas jasa atau kompensasi dari penerima dana kepada penyedia dana yang bersedia memberikan sejumlah uang.

Untuk menghitung besaran bunga, lembaga keuangan harus memperhitungkan faktor waktu dan suku bunga.

Tenggang waktu diberikan sebagai kesempatan pada penerima dana memanfaatkan uangnya.

Faktor waktu menjadi salah satu faktor penting, karena penyedia dana kehilangan nilai masa depan dari pemanfaatan uang yang dipinjamkan.

Baca Juga:

Seluk-beluk Bunga Tunggal, Fungsi, dan Cara Menghitungnya | Apa Bedanya dengan Bunga Majemuk?

Seluk-beluk Bunga Majemuk

Perbedaan dengan Bunga Tunggal

bunga majemuk

Bunga majemuk adalah bunga yang mengakumulasikan besaran bunga dengan periode sebelumnya.

Dengan begitu, besaran bunga akan berbeda setiap bulannya.

Penghitungan bunga jenis ini juga memberi keuntungan lebih bagi penyedia dana, karena dihitung berdasarkan akumulasi modal ditambah bunga pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, bunga tunggal adalah bunga yang dihitung dari pinjaman pokok tanpa diakumulasikan ke bulan-bulan berikutnya.

Perhitungan tersebut menghasilkan besaran bunga yang sama setiap bulannya.

Selain itu, penghitungan bunga tunggal juga diterapkan pada penghitungan deposito nasabah bank.

Cara Menghitung Bunga Majemuk

bunga majemuk

Besaran bunga yang didapat penyedia dana dari bunga majemuk bergantung pada investasi dan waktu.

Jika kamu sebagai penyedia dana semakin lama menyimpan dana di lembaga keuangan semisal bank, keuntungan yang diterima pun semakin besar.

Cara menghitung besaran keuntungan yang didapat penyedia dana adalah sebagai berikut:

Rumus

A = P x (1+r)^n

A: Jumlah total pendapatan

P: Pokok investasi

r: Suku bunga tahunan

n: Jangka waktu investasi

Contoh soal

Coki menginvestasikan pendapatannya ke sebuah rekening bank sebesar Rp1.000.000 per bulan.

Suku bunga di bank tersebut diketahui sebesar Rp 15% per tahun.

Berapa besar pendapatan Coki setelah tiga tahun menginvestasikan uangnya di bank tersebut?

Diketahui

P = Rp1.000.000 per bulan, sehingga dalam satu tahun menjadi Rp 12.000.000
r = 15%
n = 3 tahun

A = 12.000.000 x (1+0,15)^3
A = 12.000.000 x 1,52
A = 18.240.000

Total Bunga: 18.240.000 – 12.000.000 = 6.240.000

Kesimpulannya, setelah tiga tahun, Coki mendapat keuntungan dari investasinya sebesar Rp6.240.000.

Jika ditambahkan dengan modal yang diinvestasikan, Coki mendapat dana sebesar Rp18.240.000.

Penggunaan Bunga dalam Pinjaman dan Investasi

Bunga majemuk tidak baik digunakan jika kamu ingin meminjam dana untuk keperluan kredit kendaraan bermotor.

Hal itu dikarenakan besaran bunga terus bertambah setiap bulan, sehingga semakin lama kredit, jumlah beban bunga yang harus kamu bayar semakin besar.

Jika kamu akan meminjam dana untuk keperluan tersebut, sebaiknya pilih jenis pinjaman yang menggunakan penghitungan bunga tunggal.

Bunga tunggal biasanya digunakan untuk menghitung bunga pinjaman kredit tanpa agunan (KTA) atau kredit kepemilikan rumah (KPR)

Lain hal jika kamu ingin berinvestasi.

Jika kamu berinvestasi, akan lebih menguntungkan dengan penghitungan bunga jenis ini.

Jumlah bunga yang bertambah setiap bulannya akan membuat keuntungan ikut bertambah.

Manfaat Bunga Majemuk

Bunga majemuk memiliki sejumlah manfaat sebagai penghitungan investasi.

Beberapa di antaranya adalah:

  1. Meningkatkan jumlah investasi dalam jangka waktu panjang
  2. Pertumbuhan dalam bunga majemuk mengurangi risiko inflasi dan penurunan daya beli
  3. Menghapus surat utang dan obligas karena terbayar melalui keuntungan dalam investasi

Baca Juga:

Perbedaan Bunga KPR Rumah 1% Itu Besar, lho! Ini Buktinya…

Kekurangan Bunga Majemuk

Meski memiliki sejumlah manfaat, penghitungan bunga jenis ini juga memiliki beberapa kekurangan.

Beberapa di antaranya adalah:

  1. Nilai investasi bisa berubah seiring dengan laju inflasi.
  2. Pendapatan dari investasi bisa semakin kecil karena adanya pajak yang harus dibayarkan.

Itulah seluk-beluk bunga majemuk, dari definisi, rumus, hingga manfaatnya.

Jangan lewatkan informasi menarik lainnya di situs Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu sedang mencari rumah di Bandung dan sekitarnya?

Cari saja di 99.co/id untuk mencari rumah idamanmu!

Theofilus Richard

Penulis konten | Semoga tulisanku berkesan buat kamu

Related Posts