Tips & Trik

Jangan Sampai Telat! Begini Cara Bayar Fidyah yang Benar

15 Januari 2020
cara membayar fidyah
3 menit

Bagi setiap umat muslim, di bulan Ramadan merupakan ibadah yang wajib dilakukan. Kecuali bagi mereka yang tidak mampu. Namun, nantinya mereka harus mengganti (qadha) di hari lain atau membayar fidyah. Ketahui tata cara bayar fidyah di sini.

Bagi mereka yang tidak berpuasa Islam mengatur ketentuan penggantinya.

Jika masih kuat secara fisik maka orang tersebut harus menggantinya dengan qadha.

Tetapi bagaimana dengan orang yang sudah berumur, ibu hamil, wanita menyusui, orang sakit, pekerja berat atau sedang bepergian jauh?

Mereka tetap harus mengganti puasanya.

Namun, dengan cara fidyah.

Ketentuan Cara Bayar Fidyah

Banyak orang yang mengatakan boleh membayar fidyah sesuai harga nominal makan untuk satu porsi dikalikan jumlah puasa yang harus digantikan.

Namun, banyak pula yang menyarankan dengan memberi makan orang miskin sebanyak 1 mud (1,25 kilogram seperti, gandum, beras dan lainnya).

Takaran Membayar Fidyah dengan Beras

cara bayar fidyah

Melansi dari situs Liputan 6, menurut Imam Malik, Imam As-Syafi’I Fidyah cara bayar fidyah dengan beras adalah sebesar 1 mud.

Kira-kira 6 ons= 675 gram / 0,75 kilogram.

Atau seukuran telapak tangan yang ditengadahkan saat berdia.

Sedangkan menurut Ulama Hanafiyah, cara bayar fidyah menggunakan beras harus sebanyak 2 mud atau setara ½ sha beras.

Jika 1 sha’ setara 4 mud= sekitar 3 kilogram, maka ½ sha’ berarti sekitar 1,5 kilogram.

Waktu Membayar Fidyah

Seseorang membayar fidyah di waktu yang tepat yaitu, pada hari ketika dia tidak melaksanakan puasa atau diakhirkan sampai hari terakhir bulan Ramadhan.

Cara bayar fidyah yang tepat bisa ditetapkan berdasarkan jumlah hari yang ditinggalkan untuk berpuasa.

Setiap 1 hari seseorang meninggalkan puasa, maka dia wajib membayar fidyah kepada 1 orang fakir miskin.

Sedangkan teknis pelaksanaannya bisa dilaksanakan perhari atau mau sekaligus satu bulan penuh.

Bila seseorang nyaman memberikan fidyah setiap hari, silakan dilakukan.

Baca Juga:

Enggak Pake Lama! 7 Negara Ini Memiliki Durasi Puasa Terpendek

Cara Membayar Fidyah dengan Uang

cara bayar fidyah

Melansir dari detikNews, cara bayar fidyah juga bisa dengan uang.

Menurut Deputi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Arifin Purwakananta, ia menjelaskan bahwa cara membayar fidyah dengan uang satu harinya sebesar Rp50 ribu.

Secara fikih, ia menyebutkan bahwa cara bayar fidyah bisa memberi makan kepada orang miskin selama satu hari.

Namun, tak dipungkuri pula boleh memberikan makan orang miskin sebanyak sehari dua kali hingga tiga kali.

Begini prosedur pembayaran fidyah berupa uang:

1. Menghitung jumlah hari tak puasa
2. Diniatkan untuk membayar fidyah
3. Mendatangi pengelola zakat atau ke kantor Baznas setempat
4. Menyampaikan maksud untuk membayar fidyah ke panitia zakat
5. Panitia zakat akan membaca doa sebagai tanda fidyah telah dibayarkan.

Cara Bayar Fidyah Orang Meninggal

Melansir dari situs Liputan 6, Abu Syuja’ rahimahullah berkata, “Barangsiapa memiliki utang puasa ketika minggal dunia, hendaklah dilunasi dengan cara memberi makan (kepada orang miskin), satu hari tidak puasa dibayar dengan satu mud.”

Maka dari itu cara bayar fidyah untuk orang yang meninggal adalah membayar utang puasa sang mayit dengan berpuasa.

Penggantian puasa ini bisa dilakukan oleh kerabat terdekat atau orang yang diizinkan oleh ahli waris almarhum.

Hukum bagi yang tidak berpuasa karena uzur lantas tidak memiliki kemampuan untuk melunasi utang puasanya dan ia meninggal dunia sebelum hilangnya uzur atau ia….

….Meninggal dunia setelahnya namun tidak memiliki waktu untuk mengqodho’ puasanya, maka tidak ada qodho’ baginya, tidak ada fidyah dan tidak ada dosa untuknya.

cara bayar fidyah

Intinya, orang yang punya utang puasa dan terlanjur meninggal dunia sebelum utangnya dilunasi, maka bisa ditempuh dua cara membayar puasa orang meninggal:

  1. Membayar utang puasa dengan kerabatnya melakukan puasa,
  2. Menunaikan fidyah dengan memberi makan kepada orang miskin.

Dalil bolehnya melunasi utang puasa orang yang telah meninggal dunia dengan menunaikan fidyah (memberi makan kepada orang miskin) adalah beberapa riwayat berikut,

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Jika seseorang sakit di bulan Ramadan, lalu ia meninggal dunia dan belum lunasi utang puasanya, maka puasanya dilunasi dengan memberi makan kepada orang miskin dan ia tidak memiliki qodho’.

Adapun jika ia memiliki utang nazar, maka hendaklah kerabatnya melunasinya.” (HR. Abu Daud no. 2401, shahih kata Syaikh Al Albani).

Baca Juga:

Ketahui 9 Tips Puasa Ibu Hamil dan Janin Agar Tetap Aman

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk kamu, ya!

Temukan informasi-informasi menarik lainnya seputar properti di Blog 99 Indonesia.

Atau kamu lagi mencari properti terbaru? Temukan yang cari di situs 99.co/id.

You Might Also Like