Finansial Keuangan

Cara Daftar UMKM untuk Cairkan Dana BLT Rp1,2 Juta. Ternyata Mudah!

Advertisement
3 menit

Bagi kamu yang belum mendapatkan Biaya Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah, simak panduan dan cara daftar UMKM lengkapnya hanya di sini. Yuk, segera cek mumpung masih ada waktu!

Sektor UMKM sempat tersendat akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia semenjak akhir tahun 2019.

Pemerintah terus berupaya untuk menggenjot kembali sektor UMKM yang terpuruk, salah satunya dengan program BLT.

Program ini ditujukan khusus untuk para pelaku usaha UMKM yang terdampak efek buruk Covid-19.

Para pelaku usaha akan menerima dana bantuan sebesar Rp1,2 juta.

Sementara itu, pemerintah juga melancarkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk pengusaha mikro yang membutuhkan.

Melansir Kompas, target bantuan penyaluran dana BLT UMKM mencapai 12,8 juta orang dengan nilai anggaran Rp15,36 triliun.

Dana tersebut bisa para pelaku usaha dapatkan dengan mendaftarkan diri secara online maupun offline.

Lantas, bagaimana cara daftar UMKM untuk mencairkan dana Rp1,2 juta?

Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Syarat Pendaftaran UMKM dan BPUM

umkm

Sumber: beritakota.id

Untuk pengajuan secara offline, kamu bisa langsung datang ke Dinas Koperasi dan UKM setempat.

Pilih kantor tingkat kabupaten atau kota agar kuota pendaftarannya lebih banyak.

Pilihan ini cocok bagi kamu yang tidak memiliki waktu untuk pergi ke sana-sini, atau karena kantor koperasi yang jauh bisa memilih opsi online.

Sayangnya, pilihan ini baru tersedia di beberapa dinas.

Beberapa daerah masih mengharuskan para pelaku usaha untuk datang langsung untuk menyerahkan berkas.

Kantor Koperasi kemudian akan mengirimkan berkas ke dinas tingkat provinsi untuk dilanjutkan ke Kemenkop.

Untuk BPUM, koperasi setempat akan mengirimkannya langsung ke UKM Deputi Bidang Usaha Mikro.

Bicara soal berkas, ada beberapa dokumen yang harus kamu bawa untuk memenuhi persyaratan.

Nah, sebelum loncat ke cara daftar UMKM, kenalai apa saja syarat kelengkapannya di bawah ini:

  • Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  • Nomor Kartu Keluarga (KK)
  • Nama lengkap
  • Alamat tempat tinggal
  • Bidang usaha
  • Nomor telepon

Sedikit berbeda dengan UMKM, persyaratan BPUM termasuk

  • Warga Negara Indonesia (WNI);
  • Nomor Induk Kependudukan (NIK);
  • memiliki usaha mikro;
  • bukan PNS, pegawai BUMN atau BUMN, dan TNI atau Polri;
  • tidak sedang menerima kredit;
  • tidak sedang terlibat pembiayaan dari KUR; serta
  • melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU) bagi pelaku usaha mikro yang berdomisili berbeda dengan lokasi usaha.

Cara Daftar UMKM

cara daftar umkm

sumber: detik.com

Setelah syarat daftar UMKM di atas terpenuhi, kamu bisa langsung siap-siap daftar ke kantor dan online.

Prosedur daftar ke kantor sudah kami jelaskan di atas, sekarang giliran cara daftar UMKM online.

Simak baik-baik langkahnya sebagai berikut.

1. Membuat Permohonan Perizinan Berusaha Perseorangan Skala Mikro dan Kecil

  • Buka laman oss.go.id.
  • Login di OSS v1.1 melalui (oss.go.id) dengan menggunakan akun yang telah dimiliki.
  • Pilih Perizinan Berusaha dan klik Perseorangan.
  • Untuk skala usaha mikro, pilih Pendaftaran NIB Perseorangan Mikro, sedangkan untuk skala usaha kecil biasa, pilih Pendaftaran NIB Perseorangan Kecil.

2. Membuat NIB dan Izin Usaha

  • Pada formulir Data Profil, isi data yang masih kosong, lalu klik pilihan ‘Simpan dan Lanjutkan’.
  • Pada formulir Data Usaha, klik pilihan ‘Tambah Usaha’, lalu lengkapi data-data sesuai dengan formulir yang diberikan dan mengeklik ‘Simpan’.
  • Jika kamu punya 2 usaha mandiri, tambahkan usaha tersebut dengan memilih Tambah Usaha sebelum memilih Selanjutnya.
  • Setelah selesai, cara daftar UMKM selanjutnya adalah mengisi formulir Komitmen Prasarana Usaha.
  • Untuk usaha skala kecil, ajukan permohonan Izin Lokasi dan Izin Lingkungan, setelah itu klik pilihan ‘Selanjutnya’.
  • Kamu bisa melihat rangkuman data NIB dan Izin Usaha yang telah kamu isi pada draft di halaman selanjutnya.
  • Jika sudah benar, pilih ‘Proses NIB’.
  • Kamu bisa melihat cetakan NIB, Izin Lokasi, Izin Lingkungan, dan Izin Usaha pada tampilan output NIB dan Izin Usaha.
  • Kamu juga bisa mencetak Izin Usaha dalam bentuk QR. Isinya adalah data lebih detail melalui tombol ‘Preview Izin Usaha QR’.

3. Izin Komersial atau Operasional

laman resmi umkm

sumber: belajardirumah.org

  • Masuk ke menu Permohonan, lalu pilih IUMK dan Izin Komersial/Operasional.
  • Arahkan kursor ke nomor NIB/Kegiatan Usaha lalu pilih NIB.
  • Daftar kegiatan usaha akan muncul, lalu pilih opsi ‘Kegiatan Usaha’.
  • Pada formulir Izin Komersial/Operasional, kamu bisa memilih Izin Komersial/Operasional yang kamu perlukan, sesuai dengan kegiatan usaha.
  • Lengkapi data pada formulir tersebut lalu klik ‘Lanjut dan Simpan’.
  • Pada tampilan draft Izin Komersial/Operasional, pilih ‘Preview Izin’ untuk melihat tampilan draft Izin Komersial/Operasional yang telah kamu pilih.
  • Jika sudah benar, pilih ‘Lanjut dan Simpan’.
  • Terakhir, klik pilihan ‘Preview Izin Komersial/Operasional’ yang telah diterbitkan oleh OSS dan pilih ‘Simpan’.

***

Semoga ulasan di atas bermanfaat ya, Sahabat 99…

Jangan lupa pantau terus artikel menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Bagi kamu yang berniat membeli hunian di tengah kota seperti Yukata Suites, langsung kunjungi 99.co/id, ya!

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts