Hukum

Beli Tanah Bersebelahan? Ini Cara Gabungkan Sertifikatnya!

17 Mei 2017
2 menit

Ketika memiliki sebidang tanah dan membeli sebidang tanah lainnya dalam jarak yang bersebelahan, apakah sertifikatnya bisa digabungkan? Lalu apa saja syarat yang harus dilengkapi? Tidak perlu bingung, UrbanIndo akan membahasnya untuk Anda.

Penggabungan Tanah

Ketika tanah bertambah luas dan sertifikat lama akan digabungkan dengan sertifikat baru, maka perlu dilakukan penggabungan bidang tanah. Sebenarnya seperti apa penggabungan tanah? Penjelasan terkait hal ini pun tercantum pada pasal 50 ayat (1) dalam PP yang sama. Berikut isi ayatnya:

“Atas permintaan pemegang hak yang bersangkutan, dua bidang tanah atau lebih yang sudah didaftar dan letaknya berbatasan yang semuanya atas nama pemilik yang sama dapat digabung menjadi satu satuan bidang baru, jika semuanya dipunyai dengan hak yang sama dan bersisa jangka waktu yang sama.”

Tanah yang digabungkan menjadi satu sertifikat ini letaknya harus berbatasan atau bersebelahan dan harus terdaftar dengan nama pemilik yang sama. Dalam proses penggabungan tanah ini akan dibuatkan surat ukur, buku tanah, dan sertifikat dengan menghapus surat ukur, buku tanah, dan sertifikat yang sebelumnya sudah ada.

You Might Also Like