Keuangan, Tips & Trik

Cara Investasi Saham Mudah Bagi Semua Kalangan. Siapapun Bisa Kaya!

1 Juli 2019
cara investasi saham
7 menit

Investasi saham adalah suatu jenis investasi yang sangat menguntungkan dan cocok untuk semua kalangan. Namun, adakah cara investasi saham yang mudah dan aman?

Bagi para awam yang belum mengenal investasi saham dengan baik, mungkin sering timbul keraguan yang diiringi pertanyaan tersebut.

Apa itu investasi saham? Apakah investasi ini menguntungkan? Apakah bisa dicoba semua kalangan? Bagaimana cara investasi saham yang mudah dan aman?

Berbagai pertanyaan dan kekhawatiran kerap melanda benak Anda dan mungkin malah membuat Anda mengurungkan niat ini.

Apalagi banyak yang menyebut bahwa cara investasi saham cukup rumit karena Anda harus melihat data statistik yang membingungkan setiap saat.

Tentu hal ini bisa semakin mengikis motivasi Anda untuk berinvestasi.

Sebelum hal ini terjadi, lebih baik kita sama-sama pahami dengan baik apa itu investasi saham dan bagaimana cara investasi saham yang aman dan mudah bagi semua kalangan.

Mengenal Investasi Saham Lebih Dalam

Sebagian orang pasti pernah mendengar istilah investasi saham, kan?

Di TV, terdapat saluran ekonomi yang khusus membahas laju pergerakan saham dengan statistik dan grafik yang rumit.

Di koran, biasanya terdapat kolom khusus yang juga membahas soal saham serta serba-serbinya yang mungkin membingungkan.

Namun, apa sih pengertian investasi saham yang sebenarnya? Apakah benar serumit itu?

Pengertian Investasi Saham

Investasi saham adalah kegiatan menanamkan dana atau modal pada suatu perusahaan dengan cara membeli saham-saham perusahaan tersebut baik secara perorangan ataupun berkelompok.

Sedangkan pengertian saham secara umum adalah dokumen berharga sebagai bukti kepemilikan seseorang atau sekelompok orang atas suatu perusahaan.

Kegiatan investasi saham adalah kegiatan membeli saham suatu perusahaan dengan yang menjadikan kita sebagai bagian dari pemilik perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, bila melihat cara investasi saham di atas, maka artinya Anda telah secara otomatis menjadi pemilik perusahaan tersebut. Menarik banget kan!

Dengan kata lain, salah satu fungsi saham yang paling utama adalah sebagai bukti kepemilikan yang sah atas suatu perusahaan.

Saat akan berinvestasi, setiap orang bisa memilih jenis investasi sesuai keinginannya, entah itu investasi saham konvensional ataupun investasi saham syariah.

Investasi Saham untuk Pemula

Apakah investasi saham bisa untuk pemula? Adakah cara investasi saham yang aman dan mudah untuk pemula?

Jawaban dari kedua pertanyaan di atas adalah “Iya, tentu saja!”

Setiap pemula, bahkan yang tak memiliki pengetahuan ekonomi sekalipun tetap bisa belajar saham dan menguasainya seiring waktu.

Kuncinya adalah kesabaran dan ketekunan.

Baca Juga:

Mengenal Apa Itu Fintech, Inovasi Transaksi Keuangan di Era Digital

Tak ada jaminan mempelajari investasi saham akan mudah, namun yang pasti, tak mustahil bagi setiap orang untuk mempelajari investasi saham.

Salah satu cara investasi saham yang paling mudah bagi pemula adalah dengan menabung saham, bukan menjadi trader saham untuk mendapatkan capital gain.

Jenis-jenis Saham yang Biasa Diperjualbelikan

cara investasi saham

Jenis Saham Berdasarkan Kemampuan

1. Saham Biasa (Common Stock)

Saham biasa adalah saham yang bisa ditarik sesuai dengan profit dan loss yang terjadi pada suatu perusahaan.

Pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas, sehingga ketika terjadi kebangkrutan, kerugian yang ditanggung hanyalah sejumlah saham yang dibeli.

Ciri-ciri saham biasa yaitu:

  • Pemegang saham berhak untuk memilih dewan komisaris
  • Saat perusahaan menerbitkan saham baru, hak pemegang saham akan didahulukan.
  • Pemegang saham memiliki tanggung jawab terbatas, hanya sebesar saham yang dipunyai.

2. Saham Preferen (Preferred Stock)

Saham preferen adalah saham yang memiliki ketetapan mengenai pembagian labanya.

Ketika perusahaan merugi, pemilik saham preferen akan diutamakan dalam pembagian hasil penjualan asetnya.

Secara garis besar, saham preferen mirip seperti obligasi dengan adanya klaim atas laba serta aktiva sebelumnya, dividen tetap, memiliki hak tebus, dan dapat ditukar dengan saham biasa.

Ciri-ciri saham preferen yaitu:

  • Memiliki beberapa tingkatan dengan karakteristik berbeda.
  • Memiliki tagihan atas pendapatan dan aktiva, serta diprioritaskan dalam pembagian dividen.
  • Dapat ditukar dengan saham biasa atas kesepakatan antara perusahaan dan pemegang saham.

Jenis Saham Berdasarkan Kinerja Perdagangan

1. Bluechip Stocks

Jenis saham biasa yang terpercaya dengan kinerja yang baik dan memiliki reputasi tinggi sebagai pemimpin dalam industri.

2. Income Stocks

Jenis saham dari emiten yang mampu membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen sebelumnya.

3. Growth Stocks

Jenis saham yang terdiri dari sekumpulan saham terkenal dan saham kurang terkenal.

4. Speculative Stocks

Jenis saham yang mendapat penghasilan tinggi secara konsisten dan memiliki kemungkinan untuk berpenghasilan tinggi di masa depan.

5. Cyclical Stocks

Jenis saham yang tak terpengaruh oleh berbagai kondisi ekonomi makro.

6. Emerging Growth Stocks

Jenis saham yang diterbitkan perusahaan memiliki catatan yang relatif lebih kecil dan stabil meskipun dalam situasi ekonomi yang tak menguntungkan.

7. Defensive Stocks

Jenis saham yang kondisinya tetap stabil dalam suatu periode tertentu ataupun dalam kondisi yang tak pasti.

Bagaimana Cara Investasi Saham?

cara investasi saham

Dalam transaksi saham, Anda tidak bisa langsung menjual atau membeli saham ke Bursa Efek, melainkan harus melalui perantara, yaitu pialang (broker) saham.

Nah, untuk memulai investasi saham, Anda bisa mengikuti lima langkah mudah berikut ini.

Lima langkah inilah yang pasti dilalui oleh semua investor tanpa terkecuali, yaitu:

1. Siapkan Dana Awal

Dana awal adalah modal yang akan Anda gunakan untuk bertransaksi saham melalui broker saham pilihan.

Besaran dana awal yang dibutuhkan akan sangat bergantung pada kemampuan pribadi serta broker saham yang Anda pilih.

Anda tak perlu khawatir modal awal yang dibutuhkan sangat besar karena hanya dengan 1 juta rupiah pun Anda telah bisa mendaftar saham.

Bahkan, beberapa broker memperbolehkan rekening khusus investor saham dibuka dengan modal awal 100 ribu rupiah, lho!

2. Pilihlah Broker Saham Terbaik

Memilih broker saham memang tidak mudah karena ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan agar tak salah pilih.

Lalu, bagaimana cara memilih broker saham terbaik?

Karena broker saham akan menjadi mitra Anda selama berinvestasi, maka Anda perlu memilih broker saham yang memberikan pelayanan terbaik.

Untuk menjamin keamanan, pelayanan, serta kualitas broker saham yang baik, pilihlah broker saham yang telah terdaftar di BEI ya.

3. Mendaftar Pada Broker Saham Pilihan

Setelah menentukan broker yang akan dipilih, segeralah daftarkan diri Anda untuk membuka rekening investasi saham di perusahaan tersebut.

Pendaftaran bisa dilakukan dengan berbagai cara baik itu offline, online, melalu telepon, melalui surel, atau langsung mendatangi kantornya.

Persyaratan yang dibutuhkan pun tak terlalu rumit karena biasanya broker hanya meminta KTP dan NPWP saja.

4. Perdalam Ilmu Investasi Saham

Cara investasi saham agar sukses gimana sih? Kiat sukses investasi saham dari para ahli investasi apa sih?

Mau tahu jawabannya? Jawabannya adalah belajar, belajar, dan belajar!

Perbanyak baca soal investasi saham, perluas lingkup pergaulan dengan para investor saham, hadiri berbagai seminar dan lokakarya soal saham.

Semakin banyak ilmu investasi yang Anda miliki, semakin paham pula mengenai seluk beluk investasi.

Semakin paham mengenai seluk beluk investasi, semakin besar pula peluang meraup keuntungan dari investasi saham, kan?

5. Terus Bertransaksi Saham

Pada awalnya, mungkin Anda hanya membeli saham-saham blue chips yang telah memiliki reputasi bagus dan terpercaya.

Seiring berjalannya waktu, Anda tak bisa terus berada di tempat yang sama bila ingin berkembang, kan?

Nah, semakin banyak ilmu soal investasi saham yang dimiliki, semakin luas pula jangkauan transaksi yang bisa Anda eksplorasi.

Anda bisa berinvestasi di saham income stocks, growth stocks, growth stocks, atau bahkan emerging stocks.

Apa Itu Broker Saham?

cara investasi saham

Sebagaimana dijelaskan di atas, broker saham merupakan mitra terpenting bagi setiap calon investor sukses seperti Anda.

Oleh karena itu, pentingnya kehadiran broker saham terbaik dan terpercaya tak bisa dianggap remeh.

Agar dapat memilih broker saham terbaik, Anda perlu memiliki pemahaman yang baik soal apa itu broker saham dan apa perannya.

Pengertian Broker Saham

Broker saham adalah sebuah perusahaan yang menjadi perantara bagi investor yang ingin bertransaksi saham di pasar modal.

Para pialang saham bekerja pada perusahaan sekuritas yang bergerak dalam industri jual beli saham dan bekerja sesuai dengan kode etik yang berlaku.

Broker saham adalah pihak utama yang menjembatani antara kebutuhan investor dalam jual beli saham dengan pasar modal sebagai pusat perdagangan saham.

Setiap perusahaan sekuritas yang terdaftar di BEI memiliki kode broker saham yang bisa dijadikan pegangan bila terjadi sesuatu.

Oleh karena itu, bila ingin lebih aman dan terlindungi, pilihlah broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Fungsi Broker Saham

Tugas broker saham yang paling utama adalah melakukan transaksi jual beli saham bagi klien dan pembeli saham.

Namun, mereka tidak bekerja secara melakukan jual beli secara langsung, melainkan hanya bertransaksi jual dan beli saham dengan harga terbaik.

Selain itu, tugas pialang saham adalah menyediakan informasi dan rekomendasi bagi para investor untuk mengambil tindakan menjual atau membeli saham.

Rekomendasi yang disediakan tentu berdasarkan pada penelitian mendalam serta berbagai faktor yang mempengaruhi pergerakan saham di lantai bursa.

Semakin baik broker sahamnya, semakin baik pula informasi dan rekomendasi saham yang disediakan.

Broker Saham untuk Mahasiswa

Bagi mahasiswa yang berkantong pas-pasan pasti tak akan mampu menjangkau modal investasi saham dengan batas setoran awal cukup tinggi.

Oleh karena itu, cara investasi saham bagi mahasiswa akan jauh berbeda dengan cara investasi saham para trader andal.

Beberapa ahli investasi menyarankan, sebaiknya mahasiswa yang ingin berinvestasi saham memilih nabung saham daripada trading saham.

Alasannya, nabung saham prosesnya jauh lebih mudah dan memiliki risiko kerugian yang jauh lebih kecil.

Sebaliknya, trading saham memerlukan dasar ilmu yang mumpuni agar bisa berhasil karena risiko kerugiannya pun lumayan besar.

Jadi, sembari belajar saham pemula bisa tetap mempraktikkannya dengan cara menabung saham.

Setelah dasar ilmu dan teori tradingnya terpenuhi, baru bisa mencoba trading saham.

Tips Memilih Broker Saham Terbaik

cara investasi saham

1. Pilih Broker yang Terdaftar Sebagai Anggota BEI

Ini adalah syarat paling pertama yang harus Anda penuhi dan sifatnya wajib. Kenapa?

Saat ini terdapat banyak broker atau perusahaan sekuritas yang mengaku profesional dan resmi namun ternyata perusahaan sekuritas abal-abal.

Hasilnya, bukan keuntungan namun justru kerugian besar yang Anda dapatkan bila terperangkap broker abal-abal.

Bila broker terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah pasti itu perusahaan yang mengantongi legalitas dan izin resmi dari pemerintah.

Mendaftar di broker resmi akan membuat Anda dan investasi Anda dapat diawasi dan dilindungi dengan baik.

2. Perhatikan Besaran Setoran Awalnya

Setoran awal tiap perusahaan sekuritas berbeda-beda besarannya, tergantung kebijakan masing-masing perusahaan.

Ada perusahaan yang mensyaratkan setoran awal 10 juta rupiah, ada juga yang mensyaratkan setoran awal hingga 50 juta rupiah.

Namun, ada juga perusahaan sekuritas yang menyasar kalangan mahasiswa sehingga menerapkan besaran setoran awal yang sangat terjangkau bagi mahasiswa.

Mereka menerapkan jumlah setoran awal yang berbeda karena menyasar pasar dan kelas ekonomi nasabah yang berbeda pula.

3. Periksa Berapa Komisi Transaksinya

Secara rata-rata, komisi transaksi pembelian saham sekitar 0,1 – 0,3 persen. Sedangkan komisi transaksi penjualan sekitar 0,2 – 0,4 persen.

Meskipun setiap orang ingin memilih broker yang menawarkan komisi serendah mungkin, namun bukan itu saja yang perlu dipertimbangkan.

Beberapa broker menawarkan komisi yang rendah dengan menerapkan aturan minimal komisi per hari.

Namun, Anda tetap bisa mencoba menegosiasikan komisi ini dengan broker agar sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

4. Apakah Terdapat Aplikasi Trading Online?

Aplikasi trading online atau aplikasi saham online akan sangat memudahkan Anda dalam bertransaksi sehingga Anda bisa bertransaksi di mana saja dan kapan saja.

Bila broker pilihan Anda telah memiliki aplikasi trading online, jangan lupa perhatikan berbagai fitur yang disediakan.

Apakah tampilannya menarik? Apakah mudah digunakan? Apakah koneksinya stabil?

Semua faktor ini perlu dipertimbangkan dengan matang agar tak menghambat proses trading Anda di kemudian hari.

5. Ketersediaan Riset

Apakah perusahaan sekuritas yang Anda pilih menyediakan hasil riset pasar saham di Indonesia?

Sebaiknya hal ini jadi sebuah variabel yang tersedia di perusahaan sekuritas pilihan Anda karena akan sangat bermanfaat untuk Anda.

Hasil riset ini akan sangat membantu Anda dalam memilih saham atau sekedar mengikuti perkembangan saham Indonesia terkini.

6. Apakah Broker Anda Sering Menjadi Underwriter?

Underwriter (Penjamin Emisi Efek) memiliki peran yang penting dalam proses Initial Public Offering (IPO) yang menjadi langkah wajib bagi semua perusahaan sebelum Go Public.

Meskipun secara teori semua broker saham yang berlisensi bisa menjadi undwriter bagi IPO perusahaan manapun, namun ternyata tak semuanya mau.

Memilih broker saham yang sering menjadi underwriter akan sangat memudahkan Anda dan memungkinkan Anda mendapat prospektus yang lebih lengkap.

7. Adakah Informasi dan Rekomendasi Saham?

Adanya informasi dan rekomendasi saham harian dapat membantu mempermudah proses analisis pasar saham yang perlu Anda lakukan.

Tak hanya itu, informasi dan rekomendasi saham yang diberikan oleh broker pasti dapat dipercaya keabsahannya.

8. Berapa Besaran Bunga yang Dibebankan?

Besaran bunga menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh para investor saat akan melakukan margin trading.

Setiap jumlah uang yang dipinjam dari perusahaan sekuritas biasanya dikenai bunga dalam jumlah tertentu.

Karena setiap perusahaan menerapkan bunga yang berbeda-beda, maka pilihlah perusahaan yang menawarkan bunga paling rendah.

9. Pastikan Tersedia Fasilitas Margin

Fasilitas margin bisa menjadi salah satu senjata utama yang Anda gunakan untuk meraih keuntungan yang besar dari investasi saham.

Carilah perusahaan sekuritas yang menawarkan margin yang rendah namun dengan limit trading yang besar.

Dengan cara ini, Anda lebih bisa mengoptimalkan strategi trading Anda demi keuntungan yang  lebih besar lagi.

10. Apakah Tersedia Customer Service?

Apakah terjadi gangguan pada aplikasi trading? Apakah ada hambatan saat melakukan trading? Masalah-masalah tersebut bisa diatasi dengan lebih mudah bila ada customer service.

Adanya layanan customer service dari perusahaan sekuritas pilihan Anda akan sangat membantu bila suatu saat terjadi hal-hal yang tak terduga.

Customer service dapat membantu Anda menyelesaikan berbagai masalah yang terjadi tanpa perlu Anda datang langsung ke perusahaan sekuritasnya.

Baca Juga:

Investasi Saham Online, Kenali 7 Trik Ini Agar Untung Besar

Semoga artikel ini dapat memperkaya wawasan Anda soal investasi saham ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya seputar properti hanya di Blog 99.co Indonesia.

Jangan lupa untuk mencari kebutuhan properti idaman hanya di 99.co/id.

You Might Also Like