Rumah Tips & Trik

7 Cara Membangun Rumah Secara Bertahap | Miliki Hunian dari Nol!

3 menit

Membeli rumah tidak melulu harus rumah jadi. Masih ada cara membangun rumah secara bertahap yang sesuai dengan impian.

Ada banyak cara membangun rumah impian, salah satunya membuat perencanaan untuk pembangunan bertahap.

Mulai dari membeli lahan, menyewa jasa arsitek, hingga pemilihan material yang tepat.

Cara ini lebih menguntungkan sebab bisa sesuai dengan budget dan rumah yang dibangun juga sesuai dengan kebutuhan.

Jadi, tertarik bangun rumah secara bertahap? Simak, yuk!

Cara Membangun Rumah Secara Bertahap Sesuai Budget

1. Cara Membangun Rumah Secara Bertahap Melalui Perencanaan

Langkah fundamental yang wajib dipatuhi jika ingin membangun rumah sendiri dan dilakukan secara bertahap adalah membuat perencanaan.

Susunlah perencanaan pribadi yang matang. Bisa dimulai dari lahan mana yang akan dibeli, butuh tidaknya menggunakan jasa arsitek, hingga membuat tanggal yang rinci.

Cara Membangun Rumah Secara Bertahap

Untuk menyiapkan rencana ini, kamu perlu memastikan terlebih dahulu ketersediaan budget.

Sebab budget berperan dominan dalam proses penyusunan dan hasil akhir rencanamu.

Baca Juga:

5 Tips Membangun Rumah dengan Biaya 20 Juta | Disertai Contoh RAB!

2. Susun Rancangan Anggaran Biaya (RAB)

Saat rencana sudah tersusun, saatnya menyusun RAB mulai dari nol. Jadikan RAB ini untuk pribadi saja, sekadar mengetahui hitungan kasar biaya.

Kalau kamu memutuskan untuk menyewa jasa arsitek, nanti kamu juga akan dibuatkan RAB yang berisikan biaya keseluruhan pembangunan ‒ termasuk biaya jasa.

Cara Membangun Rumah Secara Bertahap

Pun jika kamu memutuskan menyewa jasa arsitek, kamu tetap harus tahu proses pembangunannya mulai dari pondasi hingga bangunan jadi.

Sebab ini adalah rumahmu, tempatmu akan menghabiskan hari. Lebih baik kamu paham betul tentang prosesnya, tidak hanya sekadar menghuni.

3. Cara Membangun Rumah Secara Bertahap Melalui Pemilihan Lahan

Memilih lahan harus melihat ke depan karena pondasi dan bahan bangunan yang ke depannya digunakan akan menyesuaikan.

Perlu kamu ketahui, ada empat macam tanah: tanah keras, tanah sedang, tanah lunak, dan tanah sangat lunak.

Keempat jenis tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing.

Maka dari itu, pondasi yang dibangun harus menyesuaikan dengan kondisi tanah.

4. Cara Membangun Rumah Secara Bertahap dengan Konsep yang Tepat

Konsep yang paling tepat kamu gunakan jika ingin membangun rumah bertahap adalah konsep rumah tumbuh.

Rumah tumbuh belakangan ini kerap menjadi perbincangan karena konsepnya sangat mendukung orang-orang yang memiliki budget terbatas.

Cara Membangun Rumah Secara Bertahap

Konsep rumah tumbuh adalah konsep pembangunan rumah yang dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan prioritas dan budget yang tersedia.

5. Pilih Material Sesuai Kebutuhan

Selama proses pembangunan berlangsung, kemungkinan untuk tergiur menggunakan material di luar rencana pasti ada.

Godaan-godaan seperti ini akan sangat berpengaruh pada rencana dan RAB yang telah disusun.

Pembangunan yang seharusnya telah ditetapkan, malah-malah bisa membengkak hanya karena kamu ingin yang lebih padahal tidak terlalu butuh.

Rencana dan RAB yang telah disusun harus dilaksanakan secara disiplin.

6. Menentukan Skala Prioritas

Beruntung jika kamu memiliki lahan yang cukup luas, karena kamu bisa mengatur pembangunan lebih leluasa

Apalagi kalau pembangunannya secara bertahap.

Kamu bisa mengatur lahan berdasarkan skala prioritas kebutuhan yang wajib terpenuhi.

Misalnya membangun bangunan inti dengan fungsi-fungsi wajib seperti kamar, kamar mandi, dapur, dan ruang tengah multifungsi.

Juga masalah air tanah, aliran air, tempat pembuangan, dan sebagainya.

Sisa lahan yang tersisa bisa kamu kosongkan terlebih dahulu untuk dibangun di kemudian hari saat dana telah tersedia lagi.

7. Partisi Ruangan

Dalam rancangan pembangunan, perhatikan ruangan yang membutuhkan penggunaan partisi.

Partisi berperan sangat penting untuk rumah yang dibangun bertahap, sebab rumah seperti ini bisa berubah ke depannya.

Lebih baik menggunakan partisi semi-permanen untuk ruangan yang nantinya diproyeksikan akan berubah fungsi.

Serta gunakan partisi permanen untuk ruangan yang fungsinya memang sudah permanen.

Baca Juga:

5 Kiat Jitu Membangun Rumah Tumbuh dengan Budget Terbatas

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Tak lupa, kunjungi 99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

Alya Zulfikar

Jr. Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts