Berita Ragam

Cara Membayar Puasa Ramadhan Ada 2. Ini Bedanya! | Lengkap dengan Bacaan Niat

3 menit

Puasa di bulan Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat muslim. Namun apa jadinya jika kita berhalangan untuk menunaikannya dengan penuh? Bagaimana cara membayar puasa Ramadhan yang terlewat? Simak ulasan lengkapnya di sini!

Sebagaimana diketahui, puasa merupakan salah satu dari lima Rukun Islam.

Oleh sebab itu, setiap orang yang beragama Islam mempunyai kewajiban untuk menjalankannya.

Namun ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan seorang muslim batal puasanya, atau malah berhalangan melaksanakan ibadah puasa.

Hal ini bisa karena menstruasi, nifas, sakit keras, atau akibat tengah melakukan perjalanan jauh.

Nah, dalam kondisi seperti ini, kamu wajib mengganti puasa yang ditinggalkan pada hari lain di luar bulan Ramadan.

Berikut panduan lengkap mengenai cara membayar puasa Ramadhan yang perlu kamu ketahui!

Cara Membayar Puasa Ramadhan dengan Puasa Qadha

1. Membayar Puasa Ramadhan dengan Puasa Qadha

Berdasarkan surat Al Baqarah ayat 184, orang yang memiliki utang puasa wajib menggantinya di hari lain selama ia mampu.

Misalnya seorang muslim mendadak sakit di bulan Ramadan hingga tak sanggup berpuasa, maka setelah kondisinya pulih kembali ia wajib mengganti jumlah puasa yang ditinggalkan.

Begitu juga pada umat muslim yang melakukan perjalanan jauh di bulan Ramadan.

Jika rasa lelah selama perjalanan tak mampu ditahan, ia diperbolehkan membatalkan puasa dan menggantinya setelah Ramadan berakhir.

Puasa untuk membayar utang ini disebut pula sebagai puasa qadha.

2. Bacaan Niat Puasa Qadha

berdoa

Tata cara melaksanakan puasa qadha sama seperti puasa lainnya.

Disunahkan untuk makan sahur sebelum fajar, lalu menahan lapar, haus, dan hal lainnya yang membatalkan puasa hingga datang waktu Magrib.

Namun bacaan niatnya berbeda dengan niat puasa pada bulan Ramadan.

Berikut niat puasa qadha yang harus kamu baca pada malam sebelum puasa:

تَعَالَى  ِللهِ رَمَضَانً فَرْضَ قَضَاءٍ عَنْ غَدٍ صَوْمَ نَوَيْتُ

Nawaitu shaumaghodin anqada’in fardho romadhona lillahi ta’ala

Artinya:

“Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardu Ramadan karena Allah ta’ala.”

Baca Juga:

Manis dan Menyegarkan Saat Buka Puasa, Ini Resep Membuat Manisan Mangga. Mudah Banget!

3. Waktu Melakukan Puasa Qadha

Membayar hutang puasa boleh dilakukan pada hari apa saja baik secara selang-seling, acak, maupun berurutan.

Tapi ada beberapa hari yang dilarang untuk berpuasa, yakni pada saat Idul Fitri, Idul Adha, dan hari tasyrik yaitu pada tanggal 11-13 bulan Zulhijah.

Terkait puasa qadha, masih banyak pula yang bertanya bagaimana hukumnya jika mengganti puasa Ramadan dibarengi dengan puasa sunah lainnya.

Misalnya, sambil melaksanakan puasa sunah Senin dan Kamis sekaligus diniatkan mengganti puasa Ramadan.

Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr Abdul Moqsith Ghazali mengatakan, para ulama terdahulu sudah memberikan jawaban dalam bentuk kaidah fikih.

Dinyatakan, ‘Idza ijtama amrani fii jinsin wahidin walam yakhtalif maqsuduhuma dakhala ahaduhuma alal akhar’.

Artinya, jika ada dua perkara dalam satu jenis yang satu tidak menafikan yang lain, maka yang satu itu masuk kepada yang lain itu.

Singkatnya, jika kamu memiliki utang puasa, kamu bisa mendapatkan pahala dari mengganti puasa sekaligus mendapatkan pahala dari puasa sunah yang dilakukan.

Cara Membayar Puasa Ramadhan dengan Fidiah

1. Membayar Puasa Ramadhan dengan Fidiah

Cara membayar puasa Ramadhan berikutnya adalah dengan membayar fidiah atau memberi makan orang miskin.

Hal ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  • Memasak atau membuat makanan, kemudian mengundang orang miskin sejumlah hari-hari yang ditinggalkan selama bulan Ramadan.
  • Memberikan kepada orang miskin berupa makanan yang belum dimasak, akan lebih sempurna lagi jika kita juga memberikan sesuatu untuk dijadikan lauk.

Pemberian ini juga dapat dilakukan sekaligus.

Misalnya membayar fidiah untuk 20 hari hanya kepada 1 orang miskin saja.

2. Besarnya Fidiah yang Harus Dibayarkan

Beberapa ulama seperti Syaikh Ibnu Baz dan Syaikh Sholih Al Fauzan mengatakan bahwa ukuran fidiah adalah setengah sho dari makanan pokok di negeri masing-masing.

Mereka mendasari ukuran ini berdasarkan pada fatwa beberapa sahabat di antaranya Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma.

beras

Ukuran 1 sho kira-kira sama dengan 3 kg, maka setengah sho berarti 1,5 kg.

Itulah besarnya fidiah yang harus dikeluarkan per hari puasa yang ditinggalkan.

Untuk membayarnya dengan uang tunai sendiri masih menjadi perdebatan, sebab firman Allah berbunyi:

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184).

3. Golongan Muslim yang Diperbolehkan Melakukannya

Mengganti puasa dengan fidiah memang terdengar lebih mudah, namun tak semua orang boleh melakukannya Sahabat 99.

Ada aturan tambahan mengenai siapa saja golongan yang diperbolehkan untuk mengganti puasa dengan fidiah.

Berikut golongan tersebut:

  • Orang berusia lanjut, karena dikhawatirkan akan jatuh sakit.
  • Orang yang mengidap penyakit parah dan belum bisa disembuhkan.
  • Ibu hamil dan menyusui, meski dianjurkan menggantinya dengan puasa qadha saja jika mampu.

4. Waktu Pembayaran Fidiah

Seseorang dapat membayar fidiah pada hari itu juga ketika dia tidak melaksanakan puasa.

Bisa juga diakhirkan sampai hari terakhir bulan Ramadan.

Namun kamu tidak boleh melaksanakan pembayaran fidiah sebelum Ramadan atau ketika memasuki bulan Sya’ban.

Lebih tepatnya, kamu tidak boleh mendahuli membayar hutang puasa sebelum kamu berhutang.

Baca Juga:

Hanifah

Jr. Content Writer for 99.co | Knit & Crochet Enthusiast
Follow Me:

Related Posts