Berita

Habis di Mana-Mana, Ini Cara Membuat Masker Perlindung dari Virus Corona

2 menit

Ludes hampir di semua daerah, para pakar kesehatan menyarankan masyarakat mencoba cara membuat masker darurat anti virus corona ini.

Sehabis keluarnya berita konfirmasi pasien virus corona di Depok, rakyat Indonesia kini berbondong-bondong ke swalayan terdekat untuk memborong masker.

Bukan hanya masker, masyarakat yang panik juga dikabarkan membeli handsanitizer dan obat-obatan dalam jumlah yang sangat banyak.

Nah, untuk kamu yang sedang membutuhkan masker tapi enggak tahu harus cari kemana lagi…

…Jangan khawatir!

Belakangan ini, banyak para ahli kesehatan yang membeberkan tips dan cara membuat masker untuk membantu memerangi virus corona.

Enggak percaya?

Simak langkah-langkahnya di bawah ini!

Cara Membuat Masker Darurat: Lawan Virus Corona Mulai dari Diri Sendiri

Cara Membuat Masker Kain Perca

cara membuat masker

Bahan pertama yang bisa disulap menjadi masker adalah kain bekas.

Masker ini dibuat dari 3 lapisan, yaitu:

  • kain non-anyaman tahan air sebagai lapisan paling depan
  • Microfibre melt-blown non-anyaman untuk lapisan tengah
  • Kain biasa sebagai lapisan paling belakang.

Pertama-tama, Sahabat 99 diharuskan mencuci kain perca sampai bersih, lalu bawa kain ke tukang jahit atau lakukan sendiri di rumah, sesuai dengan keingian sendiri.

Setelah dijahit, pada lapisan tengahnya disisipkan filter atau kain tenunan mikro yang meleleh tanpa serat.

Isi bagian tengah yang berlubang tersebut dengan menggunakan tisu basah yang sudah dikeringkan.

Cara Membuat Masker dari Kain Dapur

Setelah cara membuat masker dari tisu basah viral di media sosial, warga dunia pun kemudian berinovasi untuk membuat tameng anti virus corona itu sendiri.

Pada akun twitter @MPD_bousai, terlihat seorang warga Jepang yang membuat masker dari kertas dapur.

Caranya mudah, Sahabat 99.

Cukup dengan melipat kertas dapur secara memanjang, lalu pasang karet gelang di kedua sisi masker buatan yang direkatkan menggunakan stapler.

Sayangnya, berbeda seperti masker kain perca, masker kain dapur ini tidak dapat menyerap debu dan pasir.

Baca Juga:

Wajib Tahu! Ini 100 Rumah Sakit Rujukan Virus Corona di 32 Provinsi Indonesia

Cara Membuat Masker dari Tisu Basah

Tidak harus dilapisi oleh kain fiber seperti poin nomor 1, kamu juga bisa langsung menggunakan tisu basah sebagai masker wajah.

Tips ini dibagikan oleh akun Instagram @indonesiavoice yang kini sudah dilihat lebih dari 10 ribu orang.

Caranya sangat mudah.

Cukup dengan siapkan selembar tisu basah, lalu lipat menjadi dua bagian yang membentuk persegi panjang.

Lipat kembali bagian ujungnya sebagai area lubang yang nantinya dikaitkan untuk telinga.

Setelah itu, lubangi area yang sudah kamu lipat pada bagian tengah, dn buka lagi semua bagian masker tisu basah.

Et voila, sudah siap digunakan!

Kehabisan Masker, Pemerintah: “Penimbun Masker akan Dijerat Pasal Pidana”

Akhir-akhir ini Sahabat 99 pasti melihat kekurangannya pasokan masker wajah di swalayan kecil maupun besar.

Setelah diselidiki, penyebab dari stok yang semakin sini semakin menipis adalah pembelian bundle yang disebabkan oleh kepanikan masyarakat terhadap berita virus corona.

Parahnya, bukan cuma masyarakat yang benar-benar khawatir, oknum-oknum tidak bertanggung jawab juga menggunakan tragedi nasional ini sebagai kesempatan bisnis.

Banyak dari mereka yang membeli ratusan pak masker ke produsen langsung dan dijual dengan harga selangit.

Masker yang dulunya berharga Rp30 ribu satu pak, kini bisa-bisa dijual dengan harga Rp350 ribu.

Menanggapi berita penimbunan ini, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Argo Yuwono akhirnya angkat bicara.

Kepada kompas.com, Ia menyatakan para oknum penimbun masker yang tidak bertanggung jawab bisa kena hukum pidana.

“Kita masih jalan melakukan penyelidikan seandainya ada yang melakukan penimbunan secara tidak sah. Jadi masyarakat tidak usah panik, pemerintah semuanya sudah bekerja untuk menangani kasus ini,” jelas Argo.

Pakar hukum pidana Abdul Fickar juga mengkonfirmasi pernyataan pemerintah, dan menambahkan bahwa para penimbun bisa dijerat UU 7/2014 tentang Perdagangan Pasal 107.

Hukuman untuk para individu tidak bertanggung jawab ini adalah penjara maksimal 5 tahun dan / atau denda sebesar Rp50 miliar.

Baca Juga:

Pasien Terduga Corona Meninggal di Cianjur | Hampir Dirujuk ke RSHS Bandung

Semoga bermanfaat, Sahabat 99…

Jangan lupa untuk pantau terus informasi penting seputar properti lewat Berita Properti 99.co Indonesia.

Tak lupa, pastikan kamu menemukan pilihan properti idaman di 99.co/id

Samala Mahadi

Content Writer and all things Basquiat connoisseur.

Related Posts