DIY Tips & Trik

Praktis dan Sederhana, Begini Cara Membuat Tanaman Hidroponik dengan Paralon. Ikuti Setiap Langkahnya!

4 menit

Lahan di rumah sempit tetapi ingin bercocok tanaman? Tenang. Kamu masih bisa menyalurkan hobi bertanam dengan metode hidroponik karena cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon juga cukup mudah. Kamu tinggal mengikuti langkah-langkahnya di artikel ini.

Sahabat 99, metode menanam dengan cara hidroponik merupakan langkah alternatif di tengah terbatasnya lahan.

Bercocok tanam dengan hidroponik juga masih menjadi tren hingga kini.

Dilansir Hydroponics.net, konsep berkebun tanpa tanah atau hidroponik ini sebetulnya mulai dikenal pada 1950.

Seiring perkembangannya, negara-negara seperti Belanda, Jerman, dan Australia telah menggunakan hidroponik untuk produksi tanaman mereka.

Metode dengan cara sederhana ini hanya membutuhkan air yang mengandung campuran hara.

Nah, jika kamu tertarik untuk memulai menanam tanaman hidroponik ada hal yang harus diperhatikan yaitu kebutuhan media tanam.

Media tanam bisa dengan paralon yang dibuat secara mudah.

Jika kamu bingung bagaimana proses pembuatannya, kamu bisa ikuti tiap langkah cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon secara mudah dan praktis ini.

Tetapi, sebelumnya kamu juga harus tahu terkait dua teknik metode menanam dengan media paralon ini.

Teknik Menanam Hidroponik dengan Paralon

Teknik Menanam Hidroponik dengan Paralon

sumber: tipsbudidaya

1. Deep Flow Technique (DFT)

Dikutip tipsbudidaya.com, sistem ini menggunakan air yang dialirkan dalam pipa lebih dalam, yakni kisaran 1/4 , ½ atau 5 cm bagian pipa.

Secara tidak langsung keluaran aliran nutrisi pada DFT dibuat sedikit tinggi, sehingga air nutrisi akan mengalir hingga batas keluarnya saja.

2. Nutrient Film Technique (NFT)

Sebaliknya, teknik ini merupakan metode dengan meletakkan akar tanaman pada lapisan paling dangkal, yakni , ± 0,5 – 1 cm.

Air tersebut nantinya akan melakukan sirkulasi sehingga banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman.

Namun NFT paling ideal rekomendasikan dibuat dengan media datar, misalnya, talang air yang persegi.

Cara Membuat Tanaman Hidroponik dengan Paralon

Setelah memahami dua teknik dan telah memilihnya untuk media hidroponik kamu, maka selanjutnya ikuti tiap langkah pembuatannya.

1. Persiapan Alat dan Bahan

alat dan bahan tanaman hidroponik

sumber: bibitonline.com

Dikutip situs yang sama, jika kamu menggunakan hidroponik vertikal dengan paralon maka harus menerapkan sistem NFT.

Adapun bahan yang dibutuhkan adalah:

  • Paralon berukuran 3 inch
  • Penutup paralon
  • Penyambung paralon
  • Lem paralon
  • Gergaji pemotong
  • Bor listrik
  • Wadah tanam dari botol/gelas plastik
  • Selang
  • Pompa aquarium
  • Solder
  • Media dan benih tanam

Bahan tersebut diolah dengan bantuan alat seperti paralon yang akan dipotong, kemudian dibuat lubang.

Jangan lupa satu sisi paralon ditutup menggunakan penutup paralon.

Lalu satu sisi lainnya diberikan sambungan paralon sehingga dapat membentuk jalan air untuk mengarah ke paralon lain.

Lakukan cara semacam ini berulang sesuai jumlah kebutuhan tanaman hidroponik.

2. Membuat Rancangan

rancangan tanaman hidroponik paralon

sumber: indonesiabertanam.com

Sebetulnya ada berbagai ide yang bisa dipilih saat membuat rancangan hidroponik dengan paralon.

Paling umum menggunakan batang paralon dengan 20 lubang, sehingga kamu harus mengatur jarak antar lubang kemudian dilubangi dengan alat bor.

Gabungkan beberapa paralon dengan paralon T dan L.

Tentunya rancangan tersebut telah selesai dan tinggal menanam tanaman.

3. Melubangi Paralon

lubang paralon tanaman

Sumber: farmhydroponics

Kini saatnya melubangi paralon menggunakan mesin bor.

Selanjutnya dengan pembuatan jalur air.

Sebaiknya gunakan dua jalur terlebih dahulu menggunakan dua paralon juga.

Siapkan alat untuk melubangi menggunakan mesin bor yang berukuran sama dengan gelas plastik.

Pastikan memberi jarak sekitar 20 cm pada setiap lubang, sehingga saat tanaman tumbuh besar tidak akan berhimpitan dengan lainnya.

Apabila telah selesai melubangi dua paralon, setidaknya samakan dahulu ukuran panjangnya.

Segera tutup lubang dengan penutup paralon dan sisi yang lainnya dipasang penyambung paralon.

Setelah disambung, sisi lainnya juga harus ditutup menggunakan penutup paralon.

Tutup kedua paralon dengan sambungan supaya air mampu melakukan sirkulasi udara atau berputar.

4. Membuat Rangka

sistem tanaman hidroponik paralon

sumber: daunijo.com

Setelah paralon selesai dilubangi dan disambung satu dengan lainnya, kamu tinggal membuat kerangka paralon.

Kamu bisa mencoba membuat rangka rak hidroponik PVC 3 inch dengan membentuk huruf A atau tangga.

Siapkan dahulu rangka, bisa dari besi, baja ringan, atau kayu.

PVC 3 inch dilubangi untuk tempat net pot dan penyangga PVC menggunakan besi yang telah melengkung.

Pada ujung PVC dipasang pipa kecil yakni ukuran ¾ inch sebagai pembuangan ke tendon.

Pipa tersebut harus diatur ketinggian agar air di dalam paralon menyentuh dasar netpot.

Sedangkan instalasi input nutrisi air, gunakan PVC ½ inch untuk pipa primer dan tambahkan selang HDPE sebagai pipa sekunder sehingga dapat disalurkan ke semua PVC media tanam.

Sementara itu, jarak tanam perlu diatur antara 15 cm hingga 20 cm, dimana diukur dari awal atau titik tengah lingkaran lubang.

Jika tanaman yang memiliki daun lebar, tentu jaraknya semakin lebar, begitu pula sebaliknya.

Pastikan disesuaikan dengan jenis tanaman yang hendak ditanam.

5. Pasang Netpot

netpot tanaman

Sumber: hortanova.com

Selain netpot, kamu juga bisa menggunaan alternatif lain seperti gelas air mineral dilubangi.

Selain melubangi paralon, gelas air mineral juga perlu dilubangi dan pastikan jumlahnya sesuai dengan lubang yang terdapat para paralon.

Caranya dengan memanaskan hidroponik pada paralon, lalu lubangi juga gelas plastik tersebut.

Panaskan solder listrik, dan buat lubang kecil-kecil di bagian bawah dan sisi gelas plastik.

Namun, perlu diingat bahwa jangan membiarkan satu lubang terbuka.

Ini karena lubang yang kosong tersebut akan digunakan sebagai tempat pemberian nutrisi hidroponik dalam bentuk larutan cairan.

Selain itu, akan memudahkan kamu jika membuat larutan cairan buatan sendiri.

Baca Juga:

Fakta Monstera Deliciosa, Tanaman Hias Indoor Favorit Berharga Mahal. Simak Cara Perawatan dan Harganya di Sini!

6. Pemindahan Bibit

media tanam hidroponik

sumber: bertaniorganik.com

Tahap pemindahan bibit jika menggunakan arang sekam dan cocopeat, maka segera cabut bibit dengan cara menjepit batangnya.

Sebelum itu bersihkan dari bekas media tanam dengan menggoyangkannya di air sampai bersih.

Sediakan pula spon atau busa yang berguna untuk menyangga batang.

Potong spon atau busa sesuai dengan ukuran pot, kemudian lubangi di bagian bawahnya sekitar 2cm x 2 cm.

Sementara jika, penyemaian menggunakan rockwool, maka pindahkan bibit yang tumbuh pada rockwool secara langsung ke dalam pot.

Pasalnya akar tanaman harus menjuntai bebas ke bawah sehingga tanaman tersebut tidak rusak dan cacat.

Baca Juga:

5 Langkah dan Tips Memulai Bisnis Tanaman Hias. Peluangnya Sangat Menguntungkan!

Sahabat 99, demikianlah cara membuat tanaman hidroponik dengan paralon.

Cukup mudah, bukan?

Rawat hidroponik kamu dengan menjaga sirkulasinya agar tanaman tetap mendapat nutrisi, oksigen, serta air secara baik dan tercukupi.

Jangan lupa, simak terus artikel bermanfaat lainnya hanya di Berita Properti 99.co Indonesia.

Kamu lagi cari rumah idaman? Cek di www.99.co/id karena ada banyak sekali pilihan.

Ilham Budhiman

Penulis

Related Posts