Rumah Tips & Trik

3 Cara Memperbaiki Lantai Beton yang Retak dengan Mudah. Bisa Dikerjakan Sendiri!

2 menit

Lantai beton di rumah mulai retak dan mengganggu penampilan? Jangan dibiarkan begitu saja, sebaiknya segera diperbaiki. Simak bagaimana cara memperbaiki lantai beton yang retak berikut ini, ya!

Belakangan ini, tren penggunaan lantai beton semakin naik seiring banyak orang yang tertarik dengan desain minimalis serta industrial.

Berbeda dengan lantai keramik pada umumnya, lantai beton adalah jenis lantai yang dibuat melalui proses pengecoran.

Selain disebut sebagai lantai beton, jenis lantai ini juga sering disebut lantai semen poles.

Walaupun secara prinsip lantai beton memiliki ketahanan yang tangguh, tetap tidak menutup kemungkinan lantai ini juga bisa mengalami keretakan.

Kalau sudah terlanjur retak, pelajari cara memperbaiki lantai beton yang retak berikut ini…

Cara Memperbaiki Lantai Beton yang Retak

1. Pahami Jenis Kerusakan Lantai Beton

Sebelum mempelajari cara memperbaiki lantai beton yang retak, sebaiknya ketahui dulu jenis-jenis kerusakan lantai beton.

Ada beberapa jenis kerusakan lantai beton, di antaranya:

  • Keretakan pada permukaan lantai beton
  • Honeycombs atau voids, yakni lubang-lubang yang cukup besar. Kerusakan seperti ini biasanya terjadi karena jarak antara tulangan yang terlalu dekat, pencampuran bahan yang tidak maksimal, pengaplikasian yang tidak tepat, dan sebagainya
  • Lantai beton keropos dengan kondisi tulangan terlihat atau tidak
  • Permukaan beton yang menggelembung

2. Persiapkan Alat dan Bahan

lantai beton

sumber: arafuru.com

Setelah memahami jenis kerusakannya, ketahui juga apa saja yang perlu disiapkan untuk memperbaiki lantai beton.

Berikut ini alat dan bahan yang perlu kamu siapkan:

3. Cara Memperbaiki Keretakan Lantai Beton

lantai semen

sumber: arafuru.com

Apabila semua peralatan dan bahan sudah disiapkan, kini saatnya mempelajari bagaimana cara memperbaiki lantai beton yang retak.

Namun perlu diingat, sebelum mulai memperbaiki, ketahui dulu jenis retakannya.

Jika sudah tahu jenis kerusakannya, barulah kamu bisa memperbaikinya dengan langkah-langkah berikut ini:

  • Pertama tandai lokasi keretakan pada lantai beton dengan kapur atau sejenisnya yang bisa berguna sebagai penanda. Beri jarak sekitar 10-15 cm dari garis tepi retakan.
  • Bongkar lantai beton tepat di garis penanda tersebut menggunakan pahat beton, juga menghadapkan kape ke arah yang akan dibongkar.
  • Pukul pahat sedikit demi sedikit menggunakan palu dan lalu bongkar tepat di garis penanda.
  • Setelah lantai beton selesai dibongkar, gali tanah di area tersebut dengan kedalaman sekitar 10-15 cm dan padatkan permukaan tanahnya.
  • Buat adonan semen dan pasir dengan perbandingan 1:2 untuk menambal lantai beton.
  • Tuangkan adonan semen ke dalam lubang tersebut dan isi hingga penuh.
  • Ratakan permukaan adonan semen yang belum kering menggunakan jidar agar rata dan sejajar dengan tinggi lantai di sekelilingnya.
  • Setelah rata, haluskan permukaannya menggunakan roskam.
  • Biarkan adonan semen tersebut mengering dengan sendirinya. Umumnya membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 7 hari hingga tambalannya benar-benar kuat.
  • Agar proses pengeringan tidak terganggu dan bisa mengering sempurna, sebaiknya tutup bagian yang ditambal menggunakan kain basah.

Cara Merawat Lantai Beton yang Benar

1. Biasakan Rutin Menyapu Lantai

Cara merawat lantai beton yang pertama bisa dengan membiasakan untuk rutin menyapu lantai.

Dengan rutin menyapu, kamu bisa menjaga permukaan lantai beton tetap berkilau dan memukau.

Sebaliknya, jika jarang disapu pasti akan membuat debu menumpuk. Hal tersebut bisa menyebabkan permukaan lantai tergores sedikit demi sedikit.

Jika hal tersebut terus terjadi, maka kilap lantai beton lama-kelamaan bisa memudar.

2. Gunakan Air Hangat saat Mengepel

Ketika ingin mengepel lantai beton, sebaiknya menggunakan air hangat karena bisa membuat kotoran yang menempel lebih mudah terlepas.

Jika perlu, kamu juga bisa menambahkan cairan pembersih lantai sesuai dengan petunjuk yang biasanya tertera pada kemasan produk.

3. Gunakan Kain Pel yang Bersih, Lembut, dan Daya Serapnya Tinggi

Selain menggunakan air hangat, perhatikan juga jenis kain pel yang kamu gunakan.

Pastikan kain pelnya berkualitas baik atau masih dalam kondisi yang layak pakai.

Saat mengepel, rajinlah mengganti air yang sudah kotor karena pembilasan.

***

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Sahabat 99!

Simak informasi menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah dijual di Dramaga, Bogor?

Kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu dari sekarang!

Alya Zulfikar

Jr. Content Writer | Sometimes a poet, mostly a daydreamer; I, too, bleed – I bleed ink!
Follow Me:

Related Posts