Berita Ragam

Cara Menanam Cabe Rawit di Pekarangan Rumah. Siap-Siap Banjir Panen!

3 menit

Ikuti cara menanam cabe rawit berikut ini agar dapatkan hasil maksimal. Kami akan bimbing dari mulai penyemaian sampai proses panen!

‘Kecil-kecil cabe rawit!’

Adalah sebuah pepatah yang kerap kita dengar, merujuk pada seseorang bertubuh kecil, tapi pemberani, cerdik, sampai membahayakan.

Kata cabai rawit dalam pepatah tersebut dipilih untuk menggambarkan sifat pemberani bukan tanpa alasan.

Ini karena cabai rawit terkenal dengan bentuknya yang kecil, tapi rasanya pedas menggigit!

Tak heran, jenis cabai tersebut jadi primadona dan disukai banyak orang Indonesia.

Alhasil ia seringkali dijadikan olahan sambal atau jenis makanan lainnya karena rasanya yang pedas itu.

Mengenai cara menanam cabe rawit, ternyata dapat dibilang cukup gampang…

Sekalipun ditanam di pekarangan rumah.

Dengan metode berkebun tepat, kamu bisa saja melakukan budidaya sederhana cabai rawit di rumah.

Selain itu, dengan menanamnya di pekarangan, tentu jadi kelebihan sendiri, pasalnya kamu tak perlu repot untuk beli cabai di warung atau di pasar.

Terlebih cabai rawit disebut-sebut sebagai komoditas yang tak pernah sepi peminat dan kerap dibutuhkan tanpa kenal waktu.

Lalu, bagaimana cara menanam cabe rawit di pekarangan rumah itu?

Dihimpun dari laman jurnaltani.com dan sumber lain, berikut ulasan selengkapnya!

Cara Menanam Cabe Rawit di Pekarangan Rumah

1. Memilih Bibit

bibit cabe rawit

merdeka.com

Setidaknya ada dua cara yang bisa kamu lakukan tatkala memilih bibit cabai rawit yang berkualitas.

Dua cara itu, antara lain:

Pertama:

Membelinya langsung dari toko pertanian.

Cara ini relatif lebih mudah karena bibit sudah disediakan dan siap untuk semai.

Selain itu, kebanyakan bibit yang dipasarkan miliki kualitas yang baik.

Kedua:

Memilih benih sendiri dari cabai yang berkualitas.

Cara berikutnya adalah memilih bibit sendiri.

Pastikan bibit yang hendak dipilih berasal dari cabai yang kualitasnya bagus.

Lalu, pisahkan bijinya untuk dijemur.

Waktu menjemur biji tidak dapat dipatok, tapi pastikan jika calon bibit cabai itu benar-benar kering.

Setelahnya, rendam dengan air hangat selama satu jam, agar benih tidak rusak dan terhindar dari ragam penyakit.

2. Proses Penyemaian

Masih dilansir dari laman jurnaltani.com, saat benih sudah disiapkan, waktunya penyemaian.

Sekadar informasi, dalam artikel ini, kami akan membahas cara penyemaian di polybag.

Cara semai cabai rawit sendiri sebagai berikut:




  • Siapkan polybag dengan ukuran kecil;
  • Gunakan media tanam, terdiri dari tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organik, kandang, atau sekam;
  • Perbandingan tanah dengan pupuk adalah 3:1;
  • Pastikan polybag tidak terkena hujan dan sinar matahari secara langsung;
  • Lubangi masing-masing tanah di polybag sekitar 1 cm, untuk menanam benih cabai rawit, jika sudah, tutup kembali;
  • Siram benih sekali dalam satu hari;
  • Tunggu benih sampai berusia 2-3 minggu;
  • Jika usianya sudah 2-3 minggu, benih tersebut sudah bisa dipindahkan.

3. Pemindahan Benih

benih cabe rawit

jurukebun.com

Cara menanam cabe rawit berikutnya masuk ke tahap pemindahan benih.

Setelah benih sudah siap dipindahkan, ada dua media tanam yang dapat kamu pilih.

Pertama, media polybag atau pot dengan ukuran besar, atau…

Menggunakan media lahan yang tanahnya sudah diolah sedemikian rupa.

Kedua cara tersebut sama baiknya, sebab cabai rawit pada dasarnya dapat tumbuh dalam berbagai kondisi.

Namun yang perlu diingat, media tanam yang disiapkan haruslah memiliki standar khusus, seperti:

  • Subur;
  • Sehat;
  • Unsur hara memadai;
  • Mengandung cukup humus;

Oleh karena itu, baik memakai media pot atau lahan, kamu harus menyiapkan media tanam dengan maksimal.

Jika tak memiliki lahan yang luas, media pot adalah pilihan terbaik.

4. Perawatan dan Pemupukan

Tak hanya disiram, agar cabai rawit bisa tumbuh maksimal kamu mesti melakukan pemupukan.

Ada dua tahap pemupukan yang bisa kamu lakukan, pertama adalah pupuk dasar, dan kedua ialah pupuk susulan.

Proses pupuk dasar dilakukan bersamaan dengan pemindahan benih, sedangkan pupuk susulan kamu lakukan setelah cabai berumur satu sampai empat minggu di media tanam yang baru.

Khusus untuk pupuk susulan, cobalah menggunakan cairan organik supaya dapat diserap dengan baik.

5. Mengusir Hama

budidaya cabe rawit

agrotek.id

Banyak sumber yang menulis bahwa tanaman cabai dikenal kuat terhadap hama.

Namun, bukan berarti ia kebal terhadap serangan hama dan ragam penyakit.

Potensi itu masih bisa terjadi.

Maka dari itu, kamu bisa melakukan pencegahan dengan selalu mengecek kondisi cabai yang tengah ditanam…

Atau dengan menggunakan pembasmi hama.

6. Waktu Panen

Kita masuk ke tahap terakhir cara menanam cabe rawit terakhir, yaitu waktu panen.

Pada dasarnya, waktu panen dapat dilakukan bertahap.

Cabai rawit sudah bisa kamu panen sejak usia tanam menginjak tiga bulan.

Supaya hasil panen lebih maksimal, disarankan untuk melakukan panen pada pagi hari.

Saat memetik buah, petiklah bersama tangkai tanamannya.

***

Semoga bermanfaat, Sahabat 99.

Baca ulasan menarik lainnya di Berita 99.co Indonesia.

Sedang mencari rumah baru untuk keluargamu?

Mudah, coba kunjungi www.99.co/id dan temukan hunian impianmu di sana.

Cek sekarang juga!




Insan Fazrul

Penulis 99.co Indonesia. Sejak kuliah sudah aktif menulis di Pers Kampus. Usai lulus, melanjutkan karier sebagai penulis lepas yang fokus dengan tema gaya hidup dan sepak bola. Kini, sepenuhnya menulis di Blog 99.co Indonesia dengan banyak membahas seputar properti, khususnya desain rumah.
Follow Me:

Related Posts